Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Pancasila Sebagai Pilar Etika Intelektual dari Krisis Kognitif Era Brainrot

Pancasila Sebagai Pilar Etika Intelektual dari Krisis Kognitif Era Brainrot

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
12 Mei 2025, 10.30 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Era Brainrot
Sumber gambar: https://www.vandegriftvoice.com/news/2024/11/15/the-spread-of-slang-brainrots-effect-on-students/#photo

Ditulis oleh Zidan Zakaria Zulfi, Universitas Internasional Semen Indonesia

JurnalPost.com - Tanpa kalian sadari bahwa hanya dari kebiasaan scrolling media sosial, menonton konten yang berdurasi tidak lebih dari 30 detik, dan menonton video meme secara berlebihan dapat membuat kualitas berpikir anda semakin menurun. Pernyataan ini bukan hanya dugaan semata, tetapi hingga membentuk istilah yang saat ini dikenal dengan nama “brainrot”. Brainrot sendiri secara harfiah dapat diartikan sebagai “pembusukan otak”. Istilah ini populer dan menjadi salah satu kata slang yang kerap menjadi perbincangan dan permasalahan generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha. Secara istilah brainrot merupakan kata yang digunakan untuk menggambarkan melemahnya kemampuan berpikir dan fungsi kognitif seseorang akibat terlalu sering mengonsumsi konten yang berdurasi cepat, dan berulang, khususnya yang berasal dari media sosial dan internet. Sederhananya, bayangkan otak kalian bekerja layaknya otot, jika otot tersebut hanya digunakan untuk beraktivitas dan mengangka beban yang ringan, maka lama kelamaan otat kita melemah karena tidak pernah berlatih dan sistem kerja otak juga hampir mirip seperti itu. Media sosial yang berpengaruh besar dalam fenomena ini adalah Tiktok, IG Reels, YT Shorts, Snack Video, Facebook, dan media sosial lainnya yang  memiliki konsep scrolling

IKLAN

Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengar istilah sigma, skibidi, tralalelo tralala, tung tung tung sahur dan kata-kata aneh serta tidak bermakna lainnya. Kata-kata ini biasanya terdapat dalam beberapa video meme berdurasi 10-20 detik dan telah tersebar luas di media sosial sehingga menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami brainrot. Kerusakan otak dari konten ini dikarenakan konten tersebut tidak memiliki arti yang mendalam bahkan cenderung tidak berguna. Hal lainnya yang dapat kita temui adalah banyak sekali berita hoax dari media abal-abal yang belum jelas kebenarannya. Informasi yang kita dapat dari media sosial seakan-akan bergerak cepat tanpa dibatasi ruang dan waktu. Kita pasti sering bosan jika melihat dan menyaksikan video panjang dan menganggap isi dari video tersebut terlalu bertele-tele. Hal ini dikarenakan durasi dari konten-konten yang biasa kita konsumsi tersebut sangatlah pendek dan menyebabkan otak kita terbiasa dengan itu. Hal ini mempengaruhi durasi fokus pada otak manusia.

Focused Study Break on Social Media
Baca Juga

Scrolling Boleh, Pecah Belah Jangan: Menjaga Nilai Pancasila di Tengah Ramainya Media Sosial

IKLAN

Sebagai warga Indonesia, kita juga tidak akan lepas dari fenomena brainrot ini, karena ini adalah isu internasional yang sedang dipermasalahkan oleh semua negara. Banyak sekali solusi untuk mengatasi permasalahan ini, salah satunya dengan menjunjung kembali nilai-nilai yang ada dalam Pancasila. Pancasila dapat menjadi dasar dan tumpuan sistem etika dalam membentuk intelektual dan juga mengurangi brainrot. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki banyak sekali nilai-nilai etika serta moral yang menjadi pedoman warga Indonesia untuk bisa berpikir kritis serta mempunyai rasa tanggung jawab yang besar. Nilai-nilai dan aturan yang ada dalam setiap sila sangat bisa menjadi acuan dalam mengurangi fenomena ini.

Sila dua Pancasila yang berbunyi “kemanusiaan yang adil dan beradab” dan sila keempat, yakni “kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan perwakilan” menjadi acuan dalam mengatasi fenomena pembusukan otak ini. nilai kemanusiaan dan juga kegiatan musyawarah mendorong kita untuk bisa berpikir secara sistematis dan juga kritis. Sifat empati dan juga pentingnya berdiskusi menjadi kunci utama agar kita bisa menjadikan Pancasila sebagai acuan moral dalam mengurangi fenomena ini. Hal ini secara jelas menjelaskan bahwa meskipun informasi dan berita sangat mudah untuk didapatkan, tetapi kita harus paham bahwa Pancasila menjadi pagar etika dan pengetahuan dalam bermedia sosial. Salah satunya adalah ketika kita sudah mulai kecanduan konten brainrot yang pendek dan tidak bermakna, maka harus ingat bahwa kita harus selalu berpegang teguh pada ilmu pengetahuan dan dilarang untuk menurunkan minat terhadap prilaku intelektual.

Pancasila juga memiliki makna bahwa kita untuk senantiasa ingat dan memahami bahwa pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa harus dimaksimalkan fungsinya, tidak terkecuali otak kita. Jika otak kita hanya digunakan untuk mengonsumsi berita-berita dan konten video yang tidak jelas serta tidak berguna, maka kemampuan otak kita akan melemah dan mengurangi rasa ingin tau dan berpikir kritis. Otak kita akan cepat lelah dan kesusahan untuk bisa memahami informasi yang panjang dan detail. Otak kita juga akan menjadi kecanduan dan terbiasa untuk meminta konten itu lagi dan lagi. Meskipun begitu, tidak ada kata terlambat untuk mengubah sesuatu hal bahkan hidup seseorang sekalipun. Kemauan dan kegigihan untuk selalu menjadi kritis menjadi kunci utama dalam menghindari fenomena barinrot ini

Kecepatan informasi dan komunikasi di masa sekarang memang sudah tidak dapat terelakkan dan dihindari lagi, terlebih lagi dengan dampak positif dan negatif yang ditimbulkan. Fenomena brainrot sejatinya akan terus ada dan bahkan sulit dihilangkan, tetapi kita sebagai masyarakat Indonesia harus tahu bahwa kita memiliki ideologi yang dapat menjadi acuan kita untuk tetap berpikir secara kritis. Selain kemauan dari kita untuk bisa menghindari fenomena ini, diperlukan juga peran pemerintah dalam mengontrol informasi yang masuk agar media sosial Indonesia menjadi lebih positif dan sehat. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) harus berperan aktif dalam memilah dan menyaring konten-konten yang nantinya dapat melemahkan bahkan merusak otak generasi muda Indonesia.   Jadikan Pancasila menjadi kompas dalam masa depan Indonesia yang cerah serta menuju Indonesia Emas 2045.

Ilustrasi kecerdasan buatan, Pancasila, dan integritas dalam pendidikan.
Baca Juga

Pancasila dan Kejujuran di Era AI: Ketika Kecerdasan Buatan Menggantikan Proses Berpikir Manusia?

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/pancasila-sebagai-pilar-etika-intelektual-dari-krisis-kognitif-era-brainrot/80975/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.37 WITA

  • #Era Brainrot
  • #pancasila

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Pilihan Editor

  1. 1 Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai
  2. 2

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. 3

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  4. 4

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  5. 5

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.