Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Nasional
  3. Pedagang Soto Bantul Ini Tak Jera Campur Daging Babi

Pedagang Soto Bantul Ini Tak Jera Campur Daging Babi

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
23 Januari 2016, 22.14 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Pedagang Soto Bantul Ini Tak Jera Campur Daging Babi
Pedagang Soto Bantul Ini Tak Jera Campur Daging Babi

JURNALPOST.COM, BANTUL - Meski sudah tiga kali mendapat teguran dari Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) karena mencampur daging babi, pemilik warung soto Marzuki tak pernah jera. Bahkan pedagang tak bermoral itu juga sudah tiga kali pindah lokasi jualan karena diusir warga, Kepala Kesehatan Masyarakat Vetirelener (Kesmavet) Dispertahut Bantul, Witanta mengatakan, sebenarnya pemilik warung yang mengoplos dagangannya dengan daging babi hanyalah orang itu-itu saja.

Seperti penjual soto Marzuki, sebenarnya pihak Dispertahut sudah tiga kali mendapati pemilik warung mencampur daging sotonya dengan daging babi. Demikian juga dengan pedagang bakso, Muji yang berada di Kecamatan Srandakan juga masih ada silsilah dengan pelaku yang sama. "2014 lalu keluarga dari Muji juga terjaring kasus yang sama," ujarnya, Jum'at (22/1).

IKLAN
Pedagang Soto Bantul Ini Tak Jera Campur Daging Babi

Bahkan, pemilik warung soto tersebut sudah tiga kali diusir warga karena perbuatan yang ia lakukan selalu dilakukan lagi, dan pihaknya juga melakukan pencermatan, setelah mendapat surat teguran, yang bersangkutan mematuhinya hanya sekitar 3-4 bulan. Namun setelah itu, pemilik warung tersebut mengulangi lagi perbuatannya. Dan ini sudah yang ketiga kalinya ia melakukan pelanggaran yang sama.

Arena Judi Sabung Ayam
Baca Juga

Polisi Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Belakang Kampus Politani Pangkep, Tujuh Orang Diamankan

Witanta mengungkapkan, pihaknya memang secara rutin melakukan pengambilan sampel terhadap bahan makanan yang dijual oleh masyarakat, dan setiap kali kedapatan mencampur daging sapi dengan daging babi, pihaknya langsung melakukan teguran dalam rangka pembinaan.

Hanya saja, untuk kali ini surat teguran tersebut beredar luas di media sosial sehingga masyarakat banyak yang mengetahuinya. "Ini mungkin cara Tuhan menegur pedagang itu," ujarnya.

Sejak kasus ini muncul, pihaknya banyak mendapat telepon dari warga yang menyampaikan dukungannya untuk terus melakukan pengambilan sample makanan yang dijual. Hanya saja, untuk melaksanakan tes laboratorium makanan memerlukan biaya cukup besar. Sekali melakukan tes, pihak Dispertahut harus merogoh kocek hingga Rp 500 ribu.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya. Secara kasat mata memang tidak bisa membedakan ketika sudah dimasak, namun ketika mentah, masyarakat bisa melihat perbedaan warna yang lebih pucat, tekstur lebih lembut serta bau yang khas yaitu bau babi. Dan ketika dimasak, lemaknya lebih banyak dibanding dengan daging sapi. "Masyarakat sekarang lebih waspada saja,"tuturnya.

Asap Negara
Baca Juga

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

IKLAN

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dispertahut Bantul, Agus Rahmat Susanta mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir, pedagang makanan yang mengoplos daging sapi dengan daging babi jumlahnya memang meningkat, tahun 2014 ada satu orang yang kedapatan menjual bakso daging sapi dengan daging babi. Dan tahun 2015 ada dua kasus yaitu penjual bakso Muji di Srandakan dan pedagang Soto Marzuki di Sewon.

"Bantul termasuk rendah, dari 38 sample yang diambil hanya 2 atau 5%. Di Gunungkidul sampai 9 kasus dari 38 sample, itu data yang kami dapat dari laboratorium penguji,"tuturnya.

Hanya saja, meski sudah kedapatan melakukan pelanggaran, namun pihaknya belum berencana menindaktegas kedua warung tersebut, Pihaknya lebih suka tindakan persuasif dalam rangka pembinaan agar jangan terulang lagi. Menurut Agus, wewenang untuk melakukan penindakan ada di Sat Pol PP atau PPNS.

Namun Agus mengaku belum akan melakukan komunikasi dengan Sat Pol PP Bantul untuk melakukan penindakan, Kapolres Bantul, AKBP Dadiyo mengaku belum mengetahui adanya warung yang kedapatan menjual dagangan dicampur dengan daging babi, Pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait soal ini, dan untuk memastikan daging babi atau tidak harus ada tes laboratorium, dan jika benar dilakukan, pihaknya akan mencermati apakah ada unsur pelanggaran pidana atau tidak. "Kami akan berkoordinasi dulu,"ujarnya.

Online Shopping Scam Warning
Baca Juga

Maraknya Penipuan Belanja Online, Siapa yang Bertanggung Jawab Melindungi Konsumen?

Sementara Marzuki, pemilik warung soto mengaku adanya daging babi di dagangannya karena ketidaktahuan dirinya.

Marzuki mengatakan, selama ini yang kulakan daging adalah anak buahnya. Ia sendiri tidak mengetahui kalau ada daging babi dalam daging yang anak buahnya beli.

Untuk sementara ia memilih menutup usahanya, namun ia mengatakan kemungkinan besok (Sabtu) sudah akan buka lagi. "Besok buka," tuturnya yakin.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/pedagang-soto-bantul-ini-tak-jera-campur-daging-babi/753/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.03 WITA

  • #babi
  • #bantul
  • #hukum
  • #kriminal
  • #soto

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Kepala BSSN Dorong Ketahanan Siber ASEAN, Soroti Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum

BSSN Kukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber, Perkuat Ketahanan Digital Nasional

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Pilihan Editor

  1. 1 DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD
  2. 2

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  3. 3

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

  4. 4

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

  5. 5

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.