JURNALPOST.COM - Pengurusan paspor untuk persiapan Jamaah Haji musim Haji tahun 2016 sudah mulai dilakukan di kantor Imigrasi Makassar dan Parepare. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulsel, menghimbau agar masyarakat yang namanya masuk dalam daftar keberangkatan untuk segera melunasi kewajibannya.
Terkait jumlah kuota Jamaah Haji Sulsel untuk tahun ini, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenang Sulsel, Iskandar Fellang, mengatakan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda adanya penambahan kuota Haji untuk 2016 ini.
"Penambahan kuota Haji ini tergantung dari kebijakan pemerintah disana (Arab Saudi). Sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan ada penambahan kuota Haji," kata Iskandar, kemarin.
Bila tahun ini memang tidak ada penambahan kuota, maka kuota untuk Sulsel tahun ini tetap sebanyak 5.777 orang jamaah.
"Kalau tidak ada penambahan kuota, berarti daftar tunggu Haji untuk Sulsel mencapai 168 ribu lebih dengan lama tunggu kurang lebih 29 tahun," ujarnya.
Sementara untuk besaran biaya Ibadah Haji tahun ini, Iskandar mengatakan, Pemerintah Pusat belum memutuskan besaran biaya untuk tahun ini karena masih dibahas bersama dengan Komisi VIII DPR-RI.
"Kami berharap tidak ada kenaikan untuk tahun ini, tapi kan ini tergantung dari hasil pembahasan Kemenag dan Komisi VIII, situasi ekonomi, dan juga nilai Dollar terhadap rupiah," ungkapnya.
Iskandar menjelaskan masalah biaya Haji ini masih dalam proses pengajuan, jika nantinya sudah ada keputusan terkait besarannya, maka hal itu akan ditetapkan oleh Presiden.
"Masalah biaya Haji ini memang harus diputuskan dengan seksama, makanya masih dalam pembahasan di DPR-RI," tutupnya.
Terpisah, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, yang juga sebagai Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulsel, saat dikonfirmasi mengenai belum adanya penambahan kuota untuk jamaah Haji Sulsel tahun ini, mengatakan, masalah keputusan penambahan kuota Haji merupakan hak dari Pemerintah Arab Saudi, pihaknya dikayakannya tidak bisa berbuat banyak terkait keputusan penambahan kuota jamaah Haji ini.
"Kita tidak bisa berbuat apa-apa, ini kan tergantung dari keputusan pemerintah Arab Saudi," kata Agus.
Menurutnya, proses renovasi di Masjdil Haram yang belum selesai dan tentu akan berpengaruh terhadap kenyamanan dari Jemaah Haji mungkin menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemerintah Arab Saudi untuk memutuskan ada atau tidaknya penambahan kuota Haji tahun ini.
"Untuk mensiasati masalah ini, kita (Pemprov) hanya bisa menghimbau kepada masyarakat agar yang sudah pernah berHaji, bisa mendahulukan yang belum pernah. Selain itu, kita juga minta diutamakan calon jamaah yang sudah berusia lanjut," ungkapnya. (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda