JURNALPOST - Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin, mengaku, saat ini pihaknya masih terus memperjuangkan agar Indonesia bisa mendapatkan kuota tambahan untuk Jamaah Haji sebanyak 10.000 orang jamaah seperti yang pernah dijanjikan Raja Salman kepada Pemerintah Indonesia.
Hal ini mengingat jumlah kuota yang tersedia dengan jumlah animo masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah Haji sangat tidak berimbang.
"Kami masih terus berupaya agar bisa mendapat kuota tambahan, paling tidak kita bisa menggunakan kuota dari negara-negara yang tidak maksimal menggunakan kuota Haji-nya," kata Lukman, kemarin.
Menurutnya, pemotongan 20 persen kuota Haji dari kondisi normal setiap negara masih diberlakukan karena pemerintah Arab Saudi masih melakukan renovasi terhadap fasilitas ibadah Haji disana.
Untuk besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Lukman mengatakan, pihaknya menargetkan besaran Biaya BPIH tahun 2016 sampai saat ini belum diputuskan dan tengah dalam proses oembahasan di DPR-RI.
Lukman menjelaskan, besaran BPIH tahun ini belum bisa diputuskan mengingat hal ini harus mendapatkan kesepakatan terlebih dahulu, baik dari pemerintah maupun DPR.
Akan tetapi pihaknya berharap besarannya paling tidak bisa sama dengan besaran BPIH tahun lalu.
"Pemerintah beserta Panja BPIH atau Komisi VIII DPR-RI sementara membahas ongkos Haji tersebut dan rencananya akan diumumkan April bulan ini. Pemerintah sudah mengajukan rencana BPIH sekitar 2.217 USD atau masih sama dengan tahun sebelumnya," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, usai pembukaan Rapat Kerja Kemenag Provinsi Sulsel, mengajak Menag untuk melihat langsung jalan akses yang telaj selesai dikerjakan dan akan digunakan untuk pemberangkatan jamaah haji tahun ini.
"Ini (jalan akses Asrama Haji - Bandara) sudah selesai, tinggal pihak Angkasa Pura yang membuat pos pemeriksaan dan jalan langaung menuju tangga pesawat. Untuk embarkasi tahun ini, jalan akses ini sudah akan digunakan," ujarnya.
Selain jalan akses, Agus juga mengatakan, pihak Pemprov berencana akan melakukan pembicaraan dengan pihak Angkasa Pura agar ada terminal khusus yang bisa digunakan untuk pemberangkatan ibadah haji dan umroh. (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda