MALANG, JurnalPost.com — Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengenalkan literasi keuangan kepada siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang melalui kegiatan market day. Program ini menjadi bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) yang melibatkan dosen dan mahasiswa Jurusan Akuntansi Polinema.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 tersebut diikuti sedikitnya 89 siswa SRMP 16 Kota Malang. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh materi mengenai pengelolaan keuangan sederhana, tetapi juga mendapatkan kesempatan mempraktikkannya secara langsung melalui kegiatan jual beli.
SRMP 16 Kota Malang berlokasi di Jalan Raya Tlogowaru Nomor 3, Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Sekolah tersebut mulai beroperasi pada Juli 2025 dan menyelenggarakan pendidikan gratis bagi peserta didik yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Selain kegiatan pembelajaran, sekolah tersebut juga menyediakan fasilitas asrama bagi peserta didiknya.
Sebagai sekolah yang relatif baru, SRMP 16 Kota Malang memiliki siswa dengan karakteristik yang beragam. Usia peserta didik berkisar antara 13 hingga 17 tahun dengan latar belakang pendidikan serta tingkat pemahaman yang berbeda-beda.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan tim PPM Polinema dalam menyusun metode pembelajaran. Materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi dikemas dalam aktivitas sederhana, interaktif, dan mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Belajar Mengelola Keuangan melalui Pengalaman Nyata
Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim PPM Polinema terlebih dahulu melakukan survei pendahuluan untuk mengetahui kebutuhan serta karakteristik peserta.
Berdasarkan hasil tersebut, tim memilih program pendampingan literasi keuangan dan pencatatan keuangan sederhana melalui kegiatan market day.
Materi pengelolaan keuangan diperkenalkan menggunakan konsep yang dekat dengan aktivitas sehari-hari siswa. Setelah memperoleh penjelasan mengenai dasar-dasar pengelolaan uang, peserta langsung mempraktikkannya melalui simulasi kegiatan perdagangan.
Para siswa belajar mengenali modal, menentukan harga jual, mencatat pemasukan dan pengeluaran, hingga menghitung keuntungan dari transaksi yang dilakukan.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 89 siswa dibagi menjadi 15 kelompok. Setiap kelompok memperoleh sejumlah dana untuk membeli produk yang telah disediakan oleh tim pelaksana.
Produk tersebut kemudian dijual kembali dengan harga yang ditentukan oleh masing-masing kelompok. Selama aktivitas berlangsung, siswa diminta mencatat seluruh transaksi, baik uang yang masuk maupun uang yang dikeluarkan, menggunakan lembar laporan yang telah disiapkan.
Melalui metode tersebut, siswa dapat memahami bahwa setiap transaksi keuangan perlu dicatat agar kondisi keuangan dapat diketahui secara jelas.
Setelah sesi penjualan selesai, masing-masing kelompok menghitung total hasil penjualan serta keuntungan yang diperoleh. Proses penghitungan dilakukan dengan pendampingan dosen dan mahasiswa Polinema.
Kegiatan ini sekaligus menjadi latihan bagi siswa dalam melakukan pencatatan transaksi sederhana, mengelola modal, serta memahami hubungan antara harga jual, pengeluaran, dan keuntungan.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus menambah semangat peserta, tiga kelompok yang memperoleh keuntungan terbesar ditetapkan sebagai pemenang dan mendapatkan reward dari tim pelaksana.
Penentuan pemenang didasarkan pada perhitungan keuntungan masing-masing kelompok setelah seluruh transaksi penjualan selesai dilakukan.
Menanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Pelaksanaan market day di SRMP 16 Kota Malang menunjukkan bahwa konsep literasi keuangan dapat diperkenalkan kepada siswa melalui aktivitas yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Konsep mengenai modal, pemasukan, pengeluaran, harga jual, dan keuntungan menjadi lebih mudah dipahami ketika siswa dapat mempraktikkannya secara langsung.
Selain mengenalkan cara menggunakan uang, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun pemahaman bahwa pengelolaan keuangan membutuhkan perencanaan dan tanggung jawab.
Siswa diajak memahami bahwa setiap keputusan terkait uang memiliki konsekuensi yang perlu diperhitungkan.
Program tersebut juga memberikan pengalaman dalam bekerja sama dengan anggota kelompok. Saat menjalankan kegiatan penjualan, siswa harus berbagi tugas, menentukan strategi, mengambil keputusan bersama, hingga menyelesaikan pencatatan hasil transaksi.
Dengan demikian, market day tidak hanya menjadi media pembelajaran literasi keuangan, tetapi juga dapat melatih keterampilan komunikasi, kerja sama, kewirausahaan, dan pengambilan keputusan.
Tim PPM Polinema berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan secara berkelanjutan di SRMP 16 Kota Malang.
Metode market day dinilai dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang memadukan literasi keuangan, kewirausahaan, kerja sama, serta penguatan karakter dalam aktivitas yang menyenangkan dan mudah diterapkan.
Melalui kegiatan sederhana seperti membeli, menjual, mencatat transaksi, dan menghitung keuntungan, siswa memperoleh pengalaman bahwa mengelola uang membutuhkan ketelitian, tanggung jawab, serta keberanian dalam mengambil keputusan.
Bagi para siswa, market day pada akhirnya bukan hanya menjadi aktivitas jual beli. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar nyata tentang bagaimana mengelola uang, bekerja sama, dan membangun kemandirian sejak usia sekolah.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda