JurnalPost.com – Perum BULOG melalui Kantor Cabang Makassar menggelar sosialisasi terkait kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas jagung. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Segeri, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, dan menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani jagung di wilayah tersebut. (07/08/205).
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan kepolisian. Kabag SDM Polres Pangkep, AKP H. Abdul Samad, S.H., M.M., turut memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan. Hadir pula Wakil Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Makassar, Arfendi Iskandar Putra, yang bertindak sebagai pemateri utama.
Sejumlah Kapolsek dari jajaran Polres Pangkep turut menghadiri kegiatan ini, antara lain Kapolsek Segeri AKP Sofyanto, S.H., Kapolsek Mandalle AKP Aliadi, S.H., Kapolsek Ma’rang AKP Hj. Rahmania, serta Kapolsek Labakkang IPTU Aidil Akbar, S.Sos., M.M.
Dari unsur pemerintahan daerah, turut hadir Camat Segeri Hj. Darsiana, S.Sos., M.M., bersama perwakilan staf kecamatan dari wilayah Segeri, Labakkang, Ma’rang, dan Mandalle. Kegiatan ini juga dihadiri oleh aparat desa/kelurahan, Polisi Penggerak Ketahanan Pangan Polres Pangkep, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta para Ketua Kelompok Tani komoditas jagung.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, doa bersama, sambutan, pemaparan materi oleh BULOG, sesi tanya jawab, istirahat, dan ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk mendukung kebijakan HPP.
Dalam pemaparannya, Arfendi Iskandar Putra menjelaskan bahwa kebijakan HPP bertujuan memberikan jaminan harga minimum kepada petani jagung agar tetap kompetitif dan bersemangat dalam meningkatkan produksi. Ia menegaskan bahwa BULOG siap menjadi mitra strategis petani dalam menyerap hasil panen secara berkelanjutan.
Sementara itu, AKP H. Abdul Samad menyampaikan komitmen Polres Pangkep dalam mendukung program-program ketahanan pangan nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat kepolisian, dan masyarakat petani dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan jagung di pasar.
“Sosialisasi ini sangat penting untuk menyamakan persepsi antara petani dan pemerintah. Kami dari Polres Pangkep akan terus hadir dan mendukung kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan petani,” ujarnya.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan dinamis. Para peserta aktif menyampaikan berbagai tantangan di lapangan, mulai dari akses infrastruktur dan pasar, hingga harapan adanya kemudahan dalam proses distribusi dan penyaluran hasil panen.
Kegiatan ini ditutup dengan semangat kolaboratif seluruh peserta, yang sepakat untuk mendukung penuh pelaksanaan kebijakan HPP jagung demi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda