Cepu, JurnalPost.com — Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) menggelar pelatihan khusus bagi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk memperkuat pemahaman mengenai industri gas bumi dari hulu hingga hilir.
Pelatihan bertajuk “Industri Gas Bumi Rantai Nilai dan Peluang Bisnis Gas” itu berlangsung pada 15–17 September 2026 di PPSDM Migas, Cepu, Jawa Tengah.
Program tersebut difokuskan pada pemahaman rantai nilai gas bumi, mulai dari proses pengolahan hingga peluang pengembangan bisnis di sektor energi.
Peserta mendapatkan sejumlah materi, antara lain industri pengolahan gas bumi, Natural Gas to Methanol, rantai transportasi dan penyimpanan gas bumi, Business Opportunity & Future Natural Gas, serta Gas Conditioning.
Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti kegiatan observasi lapangan dan melihat secara langsung sejumlah fasilitas laboratorium yang dimiliki PPSDM Migas.
Salah satu pengajar pelatihan, M. Hasan Syukur, mengatakan pemahaman mengenai rantai nilai gas bumi penting bagi Bappenas dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pembangunan sektor energi.
“Pemahaman mengenai rantai nilai dan dinamika bisnis gas bumi sangat penting bagi Bappenas dalam merumuskan kebijakan energi yang tepat sasaran. Melalui pelatihan ini, kami mengombinasikan fondasi teori dengan observasi praktik langsung dan laboratorium PPSDM Migas agar para peserta memiliki gambaran utuh mengenai tantangan serta peluang industri gas bumi di masa depan,” ujar Hasan.
Menurutnya, pendekatan teori yang dipadukan dengan praktik di lapangan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi industri gas bumi, termasuk peluang pengembangannya di masa mendatang.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan instansi pemerintah, khususnya yang terlibat dalam perencanaan dan pengembangan kebijakan energi.
Melalui penguatan kompetensi tersebut, pemanfaatan gas bumi diharapkan dapat direncanakan secara lebih terintegrasi, baik dari sisi pengolahan, distribusi, penyimpanan, maupun pengembangan bisnis turunannya.
PPSDM Migas menyebut peningkatan kompetensi aparatur menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung perencanaan energi yang lebih matang, termasuk dalam upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda