Surakarta, JurnalPost.com - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis penyakit kronis melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD). Salah satu kegiatan unggulan tahun 2025 ini adalah pembinaan dan pendampingan caregiver di Panti Werdha Aisyiyah Sumber Surakarta, yang bertujuan memperkuat kompetensi pengasuh dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada lanjut usia (lansia).
Berdasarkan hasil Analisa situasi, Panti Werdha Aisyiyah Sumber saat ini menaungi 30 lansia perempuan, di mana 15 di antaranya berada dalam kategori ketergantungan sedang hingga berat. Kondisi tersebut menuntut kemampuan caregiver yang terampil, teliti, dan memahami kebutuhan kesehatan lansia secara komprehensif. Namun, hasil analisis situasi menunjukkan bahwa 8 caregiver yang bertugas sebagian besar belum pernah mendapatkan pelatihan caregiver formal, khususnya dalam aspek pengkajian kesehatan, perawatan dasar, hingga pendekatan psikososial lansia.
Pengurus Panti Werdha Aisyiyah Sumber, Drs. M. Safrudin, menyambut baik hadirnya program pengabdian dari UMS. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan pelatihan caregiver sudah menjadi perhatian sejak lama. “Selama ini para pengasuh bekerja dengan penuh keikhlasan, tetapi kami menyadari bahwa keterampilan teknis dan pengetahuan tentang kesehatan lansia harus terus ditingkatkan. Kehadiran UMS sangat kami syukuri karena memberikan pendampingan yang benar-benar kami butuhkan,” ujarnya.

Program pembinaan caregiver UMS dilaksanakan dari persiapan sampai pelaksanaan sejak bulan April hingga Agustus dengan pemberian materi secara intensif baik teori maupun praktikum. Para caregiver diberikan materi secara teoritis, kemudian dilakukan praktik secara langsung mengenai tindakan-tindakan dasar yang sering ditemukan di tatanan nyata panti. Untuk mengetahui pencapaian kompetensi, para caregiver diminta mempraktikan langsung apa yang telah diajarkan. Materi pelatihan disusun secara komprehensif oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Profesi Ners – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS, meliputi konsep dasar lansia, pengkajian khusus bagi lansia sesuai standar ICOPE, penyakit-penyakit yang sering ditemukan pada lansia (Diabetes Mellitus, Hipertensi, Rematoid Artritis, Demensia), kesehatan reproduksi lansia, kegawatdaruratan pada lansia dan terapi komplementer. Metode pelatihan menggabungkan pembelajaran klasik, simulasi, praktik langsung, diskusi kasus, hingga demonstrasi, sehingga caregiver dapat memahami dan mempraktikan secara langsung langkah-langkah perawatan secara menyeluruh.
Selain pelatihan, caregiver juga mendapat pendampingan praktik untuk memastikan penerapan keterampilan yang benar. Caregiver dilatih melakukan pengkajian kesehatan, pemantauan penyakit kronis, dan perawatan sehari-hari berbasis standar keperawatan gerontik. UMS juga memperkenalkan elektronik Kartu Menuju Sehat lansia (e-KMS) untuk menyusun database kesehatan lansia. e-KMS lansia ini disusun oleh ketua pengusul (Ners. Sugiharto, MAN., Ph.D.) merupakan hasil penelitian sebelumnya. Sistem ini memudahkan pemantauan kondisi lansia, termasuk riwayat penyakit, pemeriksaan rutin, hingga deteksi dini masalah kesehatan. Salah satu pimpinan panti menilai inovasi ini sangat membantu. “Selama ini kami belum memiliki sistem pencatatan kesehatan yang rapi. Dengan adanya e-rekam medis dari UMS, kami bisa memantau kondisi kesehatan eyang-eyang dengan lebih teratur. Ini benar-benar kemajuan besar bagi panti kami,” tambah Ibu Siti.
Evaluasi program dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan caregiver. Simulasi kasus juga digunakan untuk mengukur kemampuan perawatan dasar dan penanganan kegawatdaruratan.

Ketua Pelaksana, Ners. Sugiharto, MAN., Ph. D., menjelaskan bahwa peningkatan kemampuan caregiver merupakan tujuan utama program. “Kami ingin memastikan bahwa setiap caregiver memiliki kompetensi sesuai standar pelayanan lansia. Peningkatan pengetahuan di atas 80 persen menjadi indikator bahwa pelatihan ini berhasil,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan layanan konsultasi melalui call center pendampingan yang dapat diakses panti sewaktu-waktu.
Kepala panti berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke jaringan panti Aisyiyah lain. “Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini. Program seperti ini sangat bermanfaat dan bisa menjadi model untuk panti Aisyiyah di wilayah lain,” harapnya. Melalui program pembinaan caregiver Panti Werdha Aisyiyah Sumber, UMS membuktikan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif berkontribusi dalam pengembangan masyarakat. Peningkatan kompetensi caregiver tidak hanya memperkuat kualitas layanan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan martabat para lansia yang tinggal di panti. Kolaborasi antara UMS dan Panti Aisyiyah ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menciptakan pelayanan kesehatan lansia yang profesional, humanis, dan berbasis ilmu pengetahuan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda