Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  2. Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  4. Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  5. Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
27 Agustus 2026, 01.18 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Pulau Lusi Sidoarjo

SIDOARJO, JurnalPost.com — Kawasan yang dahulu menjadi bagian dari wilayah terdampak semburan lumpur kini menghadirkan wajah baru di muara Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Endapan sedimen yang mengeras secara bertahap membentuk daratan baru dan kemudian ditumbuhi vegetasi mangrove.

Daratan tersebut kini dikenal sebagai Pulau Lusi, singkatan dari Lumpur Sidoarjo. Kawasan ini menjadi bagian dari Wisata Bahari Tlocor di Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, dan berkembang menjadi salah satu destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi, terutama pada akhir pekan.

IKLAN

Potensi Pulau Lusi menarik perhatian tim peneliti Program Studi Pariwisata Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPN Veteran Jatim). Pada Juli hingga Agustus 2026, tim melakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan konsep experience-based interpretation atau interpretasi wisata berbasis pengalaman.

Foto 1
Baca Juga

Tanam Mangrove dalam Reaktor Mini Constructed Wetland, Dosen UPN “Veteran” Jatim Uji Penyaring Alami Mikroplastik

Penelitian tersebut diarahkan untuk membuat pengalaman berkunjung ke Pulau Lusi tidak hanya berorientasi pada rekreasi, tetapi juga memberikan pemahaman kepada wisatawan mengenai sejarah pembentukan kawasan, ekosistem mangrove, lingkungan pesisir, hingga peran masyarakat dalam mengelolanya.

Pulau Lusi terbentuk dari endapan lumpur di kawasan muara Sungai Porong. Seiring berjalannya waktu, berbagai jenis mangrove tumbuh dengan tingkat kerapatan berbeda dan membentuk ekosistem pesisir baru yang kemudian menjadi salah satu daya tarik kawasan.

IMG 0308

Pengelolaan wisata dilakukan secara swadaya oleh masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sejak 2019. Wisatawan dapat menikmati panorama mangrove, menyusuri kawasan, memancing, hingga menikmati suasana pesisir.

Namun, tim peneliti menilai potensi Pulau Lusi jauh lebih luas daripada sekadar bentang alam. Sejarah terbentuknya pulau, proses sedimentasi, perkembangan ekosistem mangrove, serta keterlibatan masyarakat dapat dikemas menjadi pengalaman edukatif yang menarik bagi pengunjung.

Mahasiswa UPN Veteran
Baca Juga

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ciptakan SI-JALAK dari Limbah Biji Salak

Dari Wisata Pasif Menjadi Pengalaman Edukatif

Selama ini, aktivitas wisatawan di Pulau Lusi sebagian besar masih berpusat pada menikmati pemandangan hutan mangrove, berjalan melalui jalur yang tersedia, serta berfoto.

Tim peneliti melihat aktivitas tersebut dapat dikembangkan dengan pendekatan interpretasi yang membantu wisatawan memahami cerita di balik lanskap yang mereka saksikan.

Melalui konsep experience-based interpretation, pengunjung tidak hanya menerima informasi mengenai Pulau Lusi, tetapi juga diajak memahami tahapan perubahan kawasan tersebut.

Cerita dapat dimulai dari fenomena semburan lumpur, proses pengendapan material di muara Sungai Porong, terbentuknya daratan baru, hingga tumbuhnya vegetasi mangrove yang kemudian berkembang menjadi ekosistem pesisir.

Dampingi Koperasi Desa
Baca Juga

Dari Sampah ke Pembukuan Rapi: Kampus Dampingi Koperasi Desa di Madiun Melangkah ke Digital

IKLAN

Konsep tersebut dapat diterapkan melalui sejumlah kegiatan, seperti penanaman bibit mangrove, penelusuran jalur interpretasi, penggunaan media edukasi interaktif, hingga interaksi langsung dengan masyarakat setempat.

Dengan pendekatan ini, perjalanan wisata di Pulau Lusi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan rekreasi. Wisatawan juga memperoleh pengalaman belajar mengenai lingkungan, proses pembentukan kawasan, konservasi mangrove, serta pemulihan ekosistem.

Mendukung Tiga Agenda SDGs

Pengembangan wisata berbasis interpretasi di Pulau Lusi juga memiliki keterkaitan dengan tiga agenda Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan.

IMG20260813104812.jpg

Keterkaitan dengan SDG 15 terlihat melalui upaya memahami sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove dan habitat yang berkembang di kawasan Pulau Lusi.

Sementara itu, keberadaan mangrove di wilayah muara dan pesisir berkaitan dengan SDG 14 karena vegetasi tersebut memiliki peranan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Adapun implementasi SDG 13 dapat terlihat dari pemanfaatan kawasan sebagai media edukasi mengenai lingkungan, perubahan iklim, risiko bencana, serta pentingnya meningkatkan ketahanan wilayah pesisir.

Melalui konsep interpretasi berbasis pengalaman, berbagai isu tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk informasi tertulis. Wisatawan dapat melihat, melakukan, dan memahami secara langsung berbagai proses yang terjadi di kawasan.

Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pariwisata sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan Pulau Lusi yang lebih berkelanjutan.

Kawasan yang lahir dari perubahan besar lingkungan tersebut kini memiliki peluang menjadi ruang pembelajaran mengenai hubungan antara manusia, bencana, ekosistem, dan proses pemulihan alam.

Sejarah yang melatarbelakangi terbentuknya Pulau Lusi dapat terus disampaikan kepada generasi berikutnya, sementara ekosistem mangrove yang berkembang di atasnya dapat dijaga sebagai bagian dari warisan lingkungan pesisir Sidoarjo.

Penulis: Sheidy Yudhiasta

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/pulau-lusi-sidoarjo-wisata-edukatif-berbasis-pengalaman/97472/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 02 November 2026, 11.21 WITA

  • ##SDGs
  • #Lingkungan
  • #Mangrove
  • #Pariwisata
  • #Pulau Lusi
  • #Sidoarjo
  • #Sungai Porong
  • #UPN Veteran Jawa Timur
  • #Wisata Bahari Tlocor
  • #wisata edukasi

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Ferdinand Hamdan Soroti Potensi Keindahan Alam Sumba yang Dapat Dikenal Lebih Luas Lagi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

KM Tilongkabila dan Masyarakat Pelabuhan: Kisah Perjalanan, Perjuangan Hidup, dan Harapan di Setiap Dermaga

Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

Pilihan Editor

  1. 1 Putusan MA 19 P/HUM/2026: Saatnya Membenahi KKI, MDP, dan Independensi Kolegium
  2. 2

    Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

  3. 3

    Scrolling Boleh, Pecah Belah Jangan: Menjaga Nilai Pancasila di Tengah Ramainya Media Sosial

  4. 4

    Dari Potensi Menjadi Prestasi: Peran Program Orientasi Talenta dalam Membangun SDM Unggul

  5. 5

    Biaya yang Tak Masuk Inflasi

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.