Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  2. Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  4. Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  5. Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Y
Penulis: Yohanes Don Bosko Rabha
25 Oktober 2026, 11.17 WITA Editor: Galih Prasetyo
5 menit baca
Pesona Budaya Flores
Penampilan tujuh penari Sanggar Tari HIMFLOR Singaraja membawakan tari kreasi Nong Mari Nong dalam GAPURA Fest 2026 di RTH Taman Bung Karno, Sukasada, Buleleng, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Dokumentasi Penulis)

SINGARAJA, JurnalPost.com - Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, keberagaman budaya Indonesia mendapat ruang ekspresi melalui GAPURA (Ganesha Panggung Ragam) Festival 2026. Salah satu penampilan yang menarik perhatian pengunjung datang dari Sanggar Tari Himpunan Mahasiswa Flores (HIMFLOR) Singaraja yang membawakan tari kreasi Nong Mari Nong.

Penampilan tersebut berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno, Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Sabtu malam (24/10/2026).

IKLAN

Melalui perpaduan gerakan tradisional Flores, koreografi modern, dan iringan musik yang dinamis, tujuh mahasiswa yang tergabung dalam Sanggar Tari HIMFLOR menghadirkan pertunjukan yang menggambarkan kehangatan serta kebersamaan masyarakat Flores.

Jhon Rabha
Baca Juga

Mengenal Jhon Rabha, Mahasiswa PPKn Undiksha yang Aktif Berorganisasi di Luar Kampus

Ketujuh penari tersebut adalah Antonia Tere Payon, Maria Fatima Barek Bunga, Antonia Revaldina Lamaude, Agnes Sikka Krowe, Varisah Maretim Karaeng, Maria Oktaviani Sombo, dan Elisabeth Owelsiani S. Lw.

Bagi para mahasiswa asal Flores yang tengah menempuh pendidikan di Singaraja, penampilan ini bukan sekadar kesempatan menunjukkan kemampuan menari. Panggung festival juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat yang memiliki latar belakang beragam.

Tari Nong Mari Nong Jadi Media Pengenalan Budaya Flores

Koordinator Penari HIMFLOR, Antonia Tere Payon, menjelaskan bahwa pemilihan tari kreasi Nong Mari Nong berangkat dari keinginan para mahasiswa untuk memperkenalkan kekayaan seni budaya Flores melalui pertunjukan yang dapat dinikmati masyarakat luas.

Menurutnya, kreativitas dalam seni tari menjadi salah satu cara generasi muda menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Dosen Undiksha
Baca Juga

Dosen Undiksha Dampingi Sukka Brownies Terapkan Lean Board untuk Tingkatkan Pengelolaan Usaha

"Kami memilih tari kreasi Nong Mari Nong karena ingin menampilkan sebuah pertunjukan yang menarik sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya kepada masyarakat. Melalui tarian ini, kami juga ingin menunjukkan bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki semangat untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya melalui kreativitas seni tari," ujar Antonia Tere Payon di sela-sela acara.

Tari Nong Mari Nong yang dibawakan HIMFLOR mengangkat nilai kebersamaan dan kehangatan dalam kehidupan sosial masyarakat Flores. Unsur tersebut kemudian diterjemahkan melalui gerakan yang energik, perubahan formasi, serta kekompakan para penari.

Konsep pertunjukan ini juga disesuaikan dengan tema GAPURA Fest 2026, yakni "Ragam Warna dalam Harmoni", yang menempatkan keberagaman sebagai bagian dari kehidupan bersama.

Perpaduan unsur tradisional dan modern menjadi pilihan para penari untuk menghadirkan pertunjukan yang tetap memiliki akar budaya, tetapi dekat dengan ekspresi seni generasi muda.

Di Tengah Tren Childfree
Baca Juga

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Berlatih 11 Hari di Tengah Kesibukan Perkuliahan

Di balik penampilan tersebut, para anggota Sanggar Tari HIMFLOR harus membagi waktu antara kegiatan akademik dan persiapan pertunjukan.

Salah satu penari, Agnes Sikka Krowe, mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan selama 11 hari. Dalam waktu yang relatif singkat itu, para penari berusaha menyelaraskan gerakan, membangun kekompakan, dan menyesuaikan jadwal latihan dengan aktivitas perkuliahan masing-masing.

IKLAN

"Persiapan latihan kami lakukan selama 11 hari. Selama proses latihan, tantangan yang kami hadapi adalah menyatukan gerakan, menjaga kekompakan, serta menyesuaikan jadwal latihan masing-masing penari. Meskipun ada berbagai kendala, kami berusaha untuk saling mendukung dan bekerja sama agar dapat memberikan penampilan terbaik saat tampil," jelas Agnes Sikka Krowe.

Proses latihan tersebut tidak hanya menuntut kemampuan menguasai koreografi, tetapi juga kerja sama antarpersonel. Setiap penari perlu memahami gerakan dan posisi masing-masing agar pertunjukan dapat berjalan selaras.

Bagi anggota HIMFLOR, pengalaman mempersiapkan pementasan juga menjadi bagian dari proses belajar di luar ruang kuliah, terutama dalam membangun disiplin, tanggung jawab, dan komunikasi antarmahasiswa.

Merawat Identitas Budaya di Tanah Perantauan

Kehadiran Sanggar Tari HIMFLOR dalam GAPURA Fest 2026 memperlihatkan bagaimana mahasiswa perantauan dapat mempertahankan kedekatan dengan budaya daerah asalnya.

Di tengah kehidupan kampus yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia, kegiatan seni menjadi salah satu sarana untuk saling mengenal tradisi dan mempererat hubungan sosial.

Penari HIMFLOR, Maria Oktaviani Sombo, berharap kegiatan semacam ini terus mendapat dukungan dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) maupun masyarakat Singaraja.

"Harapan kami, melalui penampilan tari kreasi Nong Mari Nong, pihak kampus dapat terus mendukung kegiatan seni dan budaya yang dilakukan oleh mahasiswa. Kami juga berharap masyarakat Singaraja semakin mengenal, menghargai, dan mencintai seni budaya, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk terus berkarya. Bagi kami, menari bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk menjaga kebersamaan dan melestarikan budaya," tutur Maria Oktaviani Sombo.

Melalui pertunjukan tersebut, para mahasiswa ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk yang sama dari generasi ke generasi. Seni tradisional juga dapat dikembangkan melalui kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi identitasnya.

Momentum menjelang Hari Sumpah Pemuda turut memberikan makna tersendiri bagi penampilan HIMFLOR. Semangat persatuan dalam keberagaman tidak hanya hadir melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui perjumpaan budaya di ruang publik.

Bagi mahasiswa Flores di Singaraja, panggung GAPURA Fest 2026 menjadi kesempatan untuk membawa sebagian cerita dari tanah kelahiran mereka ke hadapan masyarakat Bali.

Melalui gerakan tari, mereka memperkenalkan budaya Flores sekaligus membangun hubungan dengan lingkungan tempat mereka menempuh pendidikan.

Penampilan Nong Mari Nong pun menjadi pengingat bahwa keberagaman budaya Indonesia dapat terus hidup ketika generasi muda mendapatkan ruang untuk mengenal, mempelajari, dan mengekspresikannya.


Penulis: Yohanes Don Bosko Rabha
Afiliasi: Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha)

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/sanggar-tari-himflor-kenalkan-budaya-flores-lewat-tari-nong-mari-nong-di-gapura-fest-undiksha-2026/98337/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 02 November 2026, 11.23 WITA

  • #Budaya Flores
  • #GAPURA Fest 2026
  • #Mahasiswa Flores
  • #Sanggar Tari HIMFLOR
  • #Seni Tari
  • #Tari Nong Mari Nong
  • #Undiksha

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

Ferdinand Hamdan Soroti Potensi Keindahan Alam Sumba yang Dapat Dikenal Lebih Luas Lagi

Tiga Destinasi Wisata di TN Bantimurung-Bulusaraung Tutup Sementara Mulai 11 Januari 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

Dari Laboratorium ke Genggaman: Menelusuri Evolusi dan Cara Kerja Water Quality Field Test Kit

Pilihan Editor

  1. 1 Modernisasi Bioproses Pangan: Inovasi Teknologi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan
  2. 2

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  3. 3

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  4. 4

    Birokrasi Seharusnya Memudahkan, Bukan Justru Menambah Beban Masyarakat dalam Mengurus Pelayanan Publik

  5. 5

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.