Penulis: Awwam Munashat
JurnalPost.com - Program budidaya cabai pekarangan menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga di Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115 oleh mahasiswa Universitas Hasanuddin. Program ini berfokus pada pemanfaatan lahan pekarangan rumah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk menanam cabai sebagai komoditas strategis yang memiliki nilai konsumsi tinggi sekaligus bernilai ekonomi.
Pelaksanaan program berlangsung pada Januari hingga Februari 2026 dengan sasaran utama masyarakat Kelurahan Wette’e, khususnya ibu rumah tangga, kelompok PKK, serta masyarakat produktif. Kegiatan dilakukan secara bertahap mulai dari sosialisasi, edukasi, hingga praktik langsung budidaya cabai di pekarangan rumah. Awwam Munashat selaku pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan lahan sempit menjadi sumber pangan keluarga. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap pasar, terutama dalam memenuhi kebutuhan cabai yang harganya sering berfluktuasi.
“Cabai dipilih karena merupakan kebutuhan pokok dalam konsumsi sehari-hari masyarakat. Selain itu, budidayanya relatif mudah dan dapat dilakukan di pekarangan rumah dengan media sederhana seperti pot atau polybag,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, masyarakat diberikan panduan praktis mulai dari pemilihan varietas unggul, persiapan media tanam, persemaian benih, hingga perawatan tanaman. Media tanam yang digunakan umumnya berupa campuran tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 2:1 yang dinilai efektif untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Warga juga diajarkan teknik perawatan seperti penyiraman rutin, pemupukan berkala, serta pengendalian hama dan penyakit. Tahapan panen dilakukan secara bertahap ketika cabai telah mencapai ukuran maksimal dan menunjukkan perubahan warna sesuai karakteristiknya. Program ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Banyak warga mulai memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk menanam cabai, baik untuk konsumsi sendiri maupun sebagai peluang usaha kecil.
Salah satu warga mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam menghemat pengeluaran rumah tangga. Selain memberikan manfaat langsung dalam bentuk ketersediaan pangan, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Hasil panen yang berlebih dapat dijual ke lingkungan sekitar sehingga menambah pendapatan keluarga. Dari sisi keberlanjutan, budidaya cabai pekarangan juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lahan secara produktif dan ramah lingkungan. Aktivitas ini turut melibatkan anggota keluarga sehingga menciptakan kebiasaan positif dalam bercocok tanam.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan serta memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik. Budidaya cabai pekarangan menjadi langkah sederhana namun berdampak besar dalam mendukung ketahanan pangan skala rumah tangga.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda