Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  2. Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  3. Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  4. Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  5. Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Bukan Sekadar Souvenir: Menjadikan Seni dan Kriya Papua Kekuatan Baru Ekonomi Daerah

Bukan Sekadar Souvenir: Menjadikan Seni dan Kriya Papua Kekuatan Baru Ekonomi Daerah

Foto profil Aisya Naila
Penulis: Aisya Naila
16 Oktober 2026, 03.52 WITA Editor: Alvin Pradana
5 menit baca
Pengrajin seni OAP
Orang Asli Papua (OAP) yang sedang membuat 2 kerajinan tangan berupa noken dan ukiran kayu

JurnalPost.com  - Setiap tahunnya, arus dana pembangunan dan belanja publik mengalir ke tanah Papua dengan angka yang tidak sedikit. Mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus), komitmen pemerintah untuk menggerakkan roda perekonomian terus berjalan. Namun, jika kita menelaah lebih dalam struktur perekonomian di tingkat tapak, sebuah pertanyaan mendasar kerap muncul: sejauh mana alokasi anggaran publik telah mentransformasi warisan kebudayaan dan seni Papua menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan?

Papua dikaruniai kekayaan seni dan budaya yang tak ternilai harganya. Mulai dari seni rajut Noken—yang telah diakui sebagai warisan budaya takbenda UNESCO—ukiran Asmat yang megah, kain batik bermotif lokal, hingga seni perhiasan dan kriya khas pedalaman. Sayangnya, potensi ekonomi kreatif ini kerap hanya dipandang sebagai komoditas pelengkap dalam acara seremonial atau souvenir murah. Nilai tambah (value added) dari karya-karya seni bernilai tinggi ini sering kali belum dinikmati secara maksimal oleh para perajin dan seniman Orang Asli Papua (OAP).

IKLAN

Di sinilah letak urgensi reorientasi kebijakan keuangan publik daerah. Sudah saatnya pemerintah daerah di Papua menggeser paradigma dari sekadar menyalurkan bantuan sosial konsumtif menuju investasi produktif yang membangun ekosistem Ekonomi Berbasis Kebudayaan

Dari Warung ke Ponsel
Baca Juga

Dari Warung ke Ponsel: Legalitas Sudah 80 Persen, tetapi Mengapa UMKM Bogor Belum Piawai Berjualan Digital?

Menata "Fiskal Produktif" bagi UMKM Kriya dan Seni

Hilirisasi dalam konteks ekonomi kreatif bukan berarti industrialisasi masal yang menghilangkan nilai keaslian (authenticity). Hilirisasi seni dan kerajinan adalah upaya memberikan nilai tambah melalui standardisasi mutu, perlindungan hak cipta, peningkatan kapasitas pengemasan, serta pembukaan rantai pasok ke pasar global.

Pasar Souvernir di Hamadi, Jayapura
Pasar Souvernir di Hamadi, Jayapura

Untuk mewujudkan hal tersebut, instrumen keuangan publik daerah harus hadir sebagai penggerak (catalyst):

1.       Pembangunan Rumah Kreatif dan Sentra Kriya: Alokasi APBD/Dana Otsus perlu diprioritaskan untuk menyediakan ruang kerja bersama (co-working space), sentra produksi kriya, dan galeri pameran permanen di tingkat distrik atau kabupaten.

2.       Perlindungan Kekayaan Intelektual (HKI) & Pendampingan: Belanja publik harus menyasar perlindungan karya cipta seniman lokal. Pemda dapat memfasilitasi pendaftaran Hak Cipta dan Indikasi Geografis bagi produk kriya khas daerah, sekaligus membiayai pelatihan pengemasan modern (branding & packaging) dan pemasaran digital (e-commerce).

Pengabdian Ormawa
Baca Juga

LEPMA FEB UMS Berdayakan Masyarakat Laweyan melalui Program Smart Village Empowerment

IKLAN

3.       Penguatan Rantai Pasok dan Pasar Lokal: Pemerintah Daerah dapat menerapkan kebijakan affirmative policy melalui belanja operasional kantor yang mewajibkan penggunaan produk kerajinan lokal OAP sebagai cenderamata resmi. Lebih dari itu, Pemda harus mendorong integrasi dengan sektor pariwisata daerah—seperti mewajibkan jaringan hotel, ruang publik, dan bandara untuk menyediakan etalase khusus bagi produk kriya lokal.

Regenerasi Perajin dan Akses Pembiayaan

Tantangan terbesar yang kerap terabaikan adalah ancaman terputusnya regenerasi perajin kriya tradisional. Banyak anak muda Papua yang enggan menekuni seni kriya karena menganggap sektor ini tidak memiliki kepastian finansial. Alokasi dana publik daerah seharusnya menyasar program magang, beasiswa, dan inkubasi bisnis kreatif yang mempertemukan maestro senior dengan generasi muda. Pendekatan ini memungkinkan teknik tradisional dipadukan dengan desain modern serta keterampilan pemasaran digital.

Di sisi lain, masalah klasik yang masih menghambat perajin tradisional di kampung-kampung adalah keterbatasan akses terhadap modal usaha formal. Aktivitas memroduksi noken atau mengukir kayu sering kali dianggap sebagai kegiatan sampingan yang unbankable oleh lembaga keuangan.

Pemerintah Daerah bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan lembaga keuangan mikro dapat mengambil peran strategis melalui intervensi fiskal yang inovatif. Misalnya, merancang skema dana penjaminan kredit (credit guarantee fund) berbasis dana Otsus untuk mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kriya lokal tanpa terhalang persyaratan agunan fisik yang memberatkan.

KKN UNS
Baca Juga

KKN UNS Dorong Ekonomi Kreatif Desa Ciliang lewat Kreasi Kipas Pesisir

Kedaulatan Ekonomi Berakar dari Kebudayaan

Mengubah arah kebijakan fiskal menuju penguatan UMKM seni dan kerajinan bukan sekadar urusan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Lebih dari itu, ini adalah tentang menjaga martabat budaya, menciptakan lapangan kerja inklusif bagi perempuan dan generasi muda Papua, serta memicu pertumbuhan ekonomi dari kampung ke kota.

Ketika Noken atau ukiran kayu tidak hanya dihargai sebagai warisan sejarah, tetapi juga dikelola secara profesional dan menghasilkan kesejahteraan nyata bagi pembuatnya, di situlah kedaulatan ekonomi rakyat terwujud. Saatnya anggaran publik dijadikan alat untuk memastikan bahwa kekayaan budaya Papua tidak hanya dibanggakan, tetapi juga memakmurkan pemiliknya.

 

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/bukan-sekadar-souvenir-menjadikan-seni-dan-kriya-papua-kekuatan-baru-ekonomi-daerah/98201/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.04 WITA

  • #Dana Otsus
  • #Ekonomi Kreatif
  • #Hilirisasi Kriya
  • #Kebudayaan Papua
  • #Kriya Papua
  • #Seni Papua
  • #UMKM Papua

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.