Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Cerpen: Luka Kecil di Balik Gelak Tawa Aura

Cerpen: Luka Kecil di Balik Gelak Tawa Aura

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
07 Oktober 2025, 23.05 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
8 menit baca
Tawa Aura

Karya:Audia Kasandra

JurnalPosr.com - Bangunan yang utuh,kini retak tak sempurna dalam ruangan yang rapuh ada tangisan yang selalu bergema di rumah yang biasa hangat ada gelak tawa di dalamnya keluarga kecil yang yang selalu kumpul di ruangan yang tidak terlalu besar tapi cukup dan hangat.ayah ibu cukup pandai menyembunyikan konfilik dari anak”nya. Aura namaku dan biasanya di panggil aru,anak yang baru duduk di bangku sekolah dasar cukup di buat truma dengan kejadian itu,ya ayah ibu menikah di umar yang di bilang cukup muda dua tahun umur penikahan mereka di karunia anak,ya itu aku anak perempuan pertama mereka sekaligus cucu pertama di keluarga sudah kebayakan gimana aku di tunggu hadir di keluarga ini.aku tumbuh dengan baik dan cinta yang aku dapat sangat cukup,umur aku sudah cukup untuk duduk di sekolah dasar ibu dan ayah mempersiapkan semua yang terbaik dari seragam sekolah,tas,buku dan perintilan” lainnya.

IKLAN

“Aruu,ayo bangun nak hari ini aru kan mulai sekolah”yah..ini hari pertama aku masuk sekolah tentunya semangat tapi..masih sedikit malas karna aku masih mau tidur tidak semudah itu menghindar dari ibu”iya ibu,aru masih sedikit mengantuk bu”jawab aru yang belum membuka matanya,ibu sudah hilang kesabaran dan langsung menggendong aru ke kamar mandi dan setelah mandi aru sudah siap dengan seragam dan tas ungunya,ayah ibu mengantar aru untuk pertama kalinya ke sekolah,hari pertama sekolah semuanya berjalan lancar dan  terus berlanjut seperti itu,ujian tengah semester pun datang dan keluarga kecil ini mulai di uji,ekonomi menjadi masalah yang paling berpengaruh mungkin ayah ibu sudah mulai ada argemun tentang ini tapi aru tidak pernah mendengar itu aya ibu kalau bertengkar mengusahakan tidak di dekat aru karna mereka takut kalau aru trauma dengan ini tapi dengan kepergian ayah hari itu dari rumah aru cukup terguncang dengan ini.keluarga yang biasa bersama sekarang tinggal aru dangan ibu,ibu memutuskan untuk membawa nenek ke ruman supaya bisa menjaga aru,ibu mau tidak mau harus mulai berkerja untuk mencukupi kebutuhan kami,ayah aru tetap bertanggung jawab terhadap aru,sekali sebulan ayah pesti ke rumah untuk bertemu dengan aru tapi aru tetap ngerasa kehilangn sosok ayah aru mungkin belum cukup mengerti dengan ini tapi melihat teman” lainnya yang di antar ayahnya ke sekolah aru sedikit iri iya aru masih punya ibu dan nenek di rumah yang bisa mengurus aru tapi ini semua berbeda terkadang ibu karna kecapekan berkerja seharian sampai lupa untuk sekedar bercerita dengan aru,yah..nenek selalu berusaha jadi pendengar terbaik untuk aru,nenek yang datang ke sekolah untuk mengantar dan menjemput aru mungkin ibu juga mau merasakan ini tapi dengan kondisi ini sudah sulit untuk ibu.hari” terus berlalu dan kondisi ekonomi belum juga membaik aru sekarang sudah tidak di antarkan nenek lagi ke sekolah,nenek mulai membantu ibu memperbaiki keuangan keluarga dengan dengan bertani kalau di bilang kuat nenek masih dibilang cukup muda saat itu dan mata pencarian yang paling bagus saat itu ya bertani,kakek sewaktu hidup cukuplah meninggalkan lahan perkebunan untuk anak”nya dan ibu juga mendapatkan bagian nya di lahan itu nenek mulai berkebun cabe,sayur”an dan ada beberapa lainnya.

Buku Antologi Cerpen
Baca Juga

IPAB Luncurkan Buku Antologi Cerpen ke-10: “Biru Langitku, Hijau Bumiku”, Warnai Semangat Literasi Lintas Generasi

Aru sudah mulai terbiasa dengan ini 9 bulan sudah iya lewati ayahnya yang di bulan awal masih tinggal di kota yang sama tiap bulannya trus mengunjungi aru sampai di pada bulan ke empat ayah tidak kunjung datang menjemput aru aru hanya menerima pesan dari ayah kalau aya sudah pergi dari kota dan mencari perkerjaan di kota lain dan untuk uang kebutuhan aru sudah dititipkan ke adek ayah,aru hampir lima bulan tidak berkomunikasi dengan ayah tapi tiap bulannya selalu menitip uang jajan aru ke adeknya dan tiap bulannya aru selalu menerima itu tapi ada beberapa hal yang mungkin ayah tidak tau setiap aru pergi le rumah adeknya ayah,nenek dari ayah selalu bilang kalau “ayah kamu ga akan pulang lagi karna nenek sudah carikan calon istri baru nenek ga akan biarin ayah kamu pulang” aru sedikit sudah mengerti dengan kondisi ini,aru cuma bisa diam dan berharap ayah akan pulang ke rumah aru dan terkadang rasa benci yang dipupuk terus menurus oleh nenek ke aru membuat aru mikir “gini ya rasanya kalau keluarga kita lagi di bawah orang terdekat aja ga sepeduli itu” di keluarga aya aru cucu ke dua dan cucu pertama juga perempuan aru selalu di banding” kan dengan kakak sepupuh aru jelas berbeda “dia ya dia aru ya aru,aru tidak bisa jadi seperti kakak sepupu aru karna kami tumbuh di yempat yang berbeda”

nenek juga berperan cukup penting dalam urusan kelurga ayah dan ibu,ayah yang selalu mendengarkan kata kata nenek tampa menfilter sedikit pun kalau nenek sudah bilang itu ayah akan percaya sepenuhnya  di sini cukup sulit untuk ibu.

IKLAN

Ibu coba beberapa kali untuk menghubungi aya dan berharap bisa memperbaiki lagi tapi apa yang ibu dapat cuma hinaan dari keluarga ayah,akhirnya ibu bungkam karna tidak ada yang berpihak pada ibu cukup lama ayah ibu tidak berkomunikasi.ibu sudah pasra karna sesuatu yang terlalu di paksakan tidak baik jadinya ibu cuma punya satu tujuan saat itu membesarkan aru dengan lebih baik semua yang ibu lakukan berbuah baik ekonomi mulai membaik nenek ga harus bertani lagi  dan aru sudah masuk ujian semester,aru lulus ujian semester dan naik ke kelas 2 sekolah dasar selang beberpa minggu setelah itu aya menghubungi aru kami bertukar cerita dan saat itu aru menanyakan kapan ayah pulang”ayah,kapan ayah pulang atu iri lihat teman” aru yang lainnya yang di antar ayah nya ke sekolah” di waktu itu ayah cukup terdiam sedikit lam dengan kata” yang aru lontarkan ayah menjawab dengan seadanya saja”ayah cari uang yang banyak dulu untuk aru kalau uang ayah sudah banyak nanti ayah akan pulang biar aru bisa beli banyak mainan”jawaban yang aru inginkan bukan ini saat ini aru sudah ga mikir lagi tentang boneka berbie,balon dan peralatan doktor”an itu,yang aru mau ayah di rumah bersama aru dan ibu.

Selang beberapa hari dari hari di mana ayah dan aru berkabar ayah mencoba menghubungi ibu dan kakak laki” ibu untuk memintak izin kembali ke rumah kakak laki” ibu ya sewajarnya kakak menanyakan ke adek nya dulu mau atau tidaknya ibu rujuk lagi dengan ayah setelah di tantakan kakak ibu memberi izin untuk atah kebali pulang dan memberi sedikit nasehat ke ayah.(di sini pasti sedikit bingung dengan kakak laki” ibu.kenapa tidak membantu ibu pas lgi susah atau gamana nya,di waktu aya sama ibu pisa kakak laki” ibu menikah sama orang yang cukup jauh aru juga ga tau soal bantuan yang di kasih oleh kakak laki” ibu karna pas itu masih kecil dan tidak terlalu kepo)

Senja di Pulau Sunyi
Baca Juga

Cerpen: Senja di Pulau Sunyi

Ayah pun kembali ke rumah bukan alasan karna cinta tapi karna aru karna aru masih butuh sosok ayah,ibu  ayah mulai menerima lagi dengan kondisi sekarang ibu tetap bersikap sewajarnya seorang istri dan ayah juga sebaliknya setidanya waktu itu ibu dan ayah mengenyampingkan ego masing masing karna anak masih butuh kelurga yang lengkap.

Kalau di tanya aru bahagia atau tidaknya aru bahagia tapi luka belum sepenuhnya kering karna aru tidak berharap lahir di ibu ayah yang belum cukup dewasa yang mau merelakan kebahagian anak demi ego masing masing.kembalinya  ayah cukup merubah banyak hal di hidup aru  mereka mulai belajar kembali menjadi orang tua yang baik untuk anak nya kalau ditanya menyasal atau tidaknya aru tidak menyesal sama sekali lahir di kelurga ini karna aru memiliki ayah dan ibu yang mau belajar menjadi yang terbaik untuk anak nya terimakasih ayah ibu”

“menikahlah di umur kamu yang sudah tidak ingin main main lagi di umur yang kamu sendiri merasa sudah cukup pantas untuk menjadi istri dan ibu untuk anak mu kelak”

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/cerpen-luka-kecil-di-balik-gelak-tawa-aura/86575/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.00 WITA

  • #Cerpen

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 1

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. V
    Vishy 08 Oktober 2025 10.18 WITA
    Apa ini salah satu ruang antar penulis untuk bisa saling bersapa hangat ?

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Pilihan Editor

  1. 1 Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital
  2. 2

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  3. 3

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  4. 4

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  5. 5

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.