Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Foto profil Nurul
Penulis: Nurul
11 September 2026, 16.03 WITA Editor: Hasbi
6 menit baca
bertolak ke New Delhi
Presiden Tiongkok Xi Jinping mengikuti sesi foto bersama menjelang pertemuan "Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) Plus" di Bishkek, Kirgizstan, pada 1 September 2026. (Xinhua/Wang Ye)

Beijing, JurnalPost.com — Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan bertolak ke New Delhi untuk menghadiri pertemuan BRICS tahun ini. Agenda tersebut berlangsung tidak lama setelah Xi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai atau Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Bishkek, Kirgizstan.

Rangkaian pertemuan multilateral itu menempatkan kerja sama negara-negara Global South sebagai salah satu isu utama. Tiongkok mendorong penguatan koordinasi negara berkembang, baik melalui SCO maupun BRICS, terutama dalam bidang pembangunan, perdagangan, teknologi, serta tata kelola global.

IKLAN

SCO dan BRICS Perluas Kerja Sama Global South

Dalam KTT SCO di Bishkek yang berakhir pada 1 September 2026, Xi menyebut organisasi tersebut memiliki hubungan erat dengan negara-negara Global South.

Presiden Tiongkok Xi Jinping
Baca Juga

Xi Jinping dan Narendra Modi Sepakat China-India Harus Jadi Mitra, Bukan Pesaing

“SCO berakar di Global South, denyut nadinya sejalan dengan Global South, dan menjadi salah satu pilar penting kerja sama Selatan-Selatan,” kata Xi.

Ia juga menyerukan agar SCO ikut mendorong pembangunan dan kebangkitan Global South melalui apa yang disebut sebagai “Kearifan SCO”.

Pada pertemuan BRICS mendatang, Xi diperkirakan kembali membawa agenda penguatan kerja sama negara berkembang. Sebelumnya, ia menyebut BRICS berada di garis depan Global South.

Tahun 2026 menandai 25 tahun perjalanan SCO sekaligus 20 tahun mekanisme kerja sama BRICS. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua kelompok tersebut memperluas keanggotaan dan jaringan kemitraannya.

Para pengunjung menghadiri pameran foto
Baca Juga

25 Tahun SCO, Dari Keamanan Regional hingga Gagasan Tata Kelola Global Xi Jinping

Secara keseluruhan, negara anggota SCO dan BRICS mencakup lebih dari separuh populasi dunia serta sekitar 30 persen perekonomian global.

Tiongkok juga mendorong sejumlah konsep kerja sama, termasuk pendekatan “BRICS Plus” dan gagasan membangun komunitas SCO dengan masa depan bersama.

Kepala Pusat Studi ASEAN-Tiongkok Universitas Indonesia, Humprey Arnaldo Russel, menilai Tiongkok memainkan peran dalam mendorong perkembangan kedua mekanisme tersebut.

“Tiongkok secara konsisten telah memberikan visi dan momentum yang jelas bagi BRICS dan SCO, baik secara konseptual maupun dalam praktik,” ujar Russel.

Berita KIORCC.jpg
Baca Juga

PPSDM Migas dan KIORCC Jajaki Kerja Sama Riset Offshore, Siapkan Roadmap SDM 2026–2027

Menurutnya, perkembangan tersebut membuat BRICS tidak lagi hanya menjadi kelompok terbatas, tetapi berkembang sebagai salah satu platform kerja sama negara-negara berkembang.

Pembangunan Jadi Agenda Utama

Dalam KTT SCO di Bishkek, Xi turut menyerukan agar negara anggota menempatkan pembangunan sebagai prioritas dan memperluas peluang menuju kemakmuran bersama.

Isu pembangunan juga berulang kali menjadi bagian penting dalam pernyataan Xi di berbagai forum internasional.

Dalam KTT BRICS 2024 di Kazan, Rusia, Xi mengatakan negara-negara Global South perlu menjadi penggerak pembangunan bersama.

“Global South bangkit demi pembangunan dan makmur melalui pembangunan. Kita harus menjadikan diri kita sebagai penggerak utama bagi pembangunan bersama,” katanya.

Xi selama ini memandang pembangunan sebagai salah satu instrumen utama dalam mengatasi berbagai persoalan ekonomi dan sosial.

Pendekatan tersebut juga dikaitkan dengan kebijakan pengentasan kemiskinan di Tiongkok. Pemerintah Tiongkok menyatakan telah menghapus kemiskinan ekstrem melalui berbagai program pembangunan dan bantuan masyarakat.

Xi kemudian membawa gagasan serupa ke dalam kerja sama internasional.

“Di jalur menuju modernisasi, tidak seorang pun, dan tidak ada negara mana pun, yang boleh tertinggal,” ujar Xi.

Di Bishkek, ia menyerukan peningkatan kerja sama dalam sektor perdagangan, investasi, konektivitas dan energi, sekaligus memperluas kolaborasi pada bidang kecerdasan buatan, ekonomi digital, serta industri hijau.

Global Development Initiative

Tiongkok juga mempromosikan Global Development Initiative (GDI), sebuah inisiatif yang diluncurkan Xi dan pada tahun ini memasuki tahun kelima pelaksanaannya.

IKLAN

Menurut data yang disampaikan pihak Tiongkok, GDI telah menghimpun lebih dari 23 miliar dolar AS untuk mendukung berbagai program pembangunan.

Dana tersebut disebut telah membantu lebih dari 1.800 proyek mata pencaharian berskala lokal dan mendukung program pelatihan bagi lebih dari 200.000 orang di sejumlah bidang profesi.

Pemimpin Redaksi Delovoy Kazakhstan, Serik Korzhumbayev, menilai konsep pembangunan yang dikembangkan pemerintahan Xi semakin memiliki dimensi internasional.

“Di bawah kepemimpinan Xi, konsep pembangunan telah memperoleh dimensi internasional yang baru dan menjadi bagian dari visi yang lebih luas untuk masa depan bersama umat manusia,” katanya.

Dorong Representasi Lebih Besar bagi Negara Berkembang

Selain pembangunan, Tiongkok juga mendorong peningkatan representasi negara-negara Global South dalam tata kelola internasional.

Pada KTT SCO di Tianjin tahun lalu, Xi mengusulkan Global Governance Initiative (GGI), yang menurut Tiongkok ditujukan untuk mendorong tata kelola global yang lebih adil dan setara.

Salah satu gagasan utamanya adalah memberikan kedudukan dan kesempatan yang lebih besar kepada berbagai negara untuk terlibat dalam pengambilan keputusan internasional.

Dalam KTT SCO di Bishkek, Xi kembali menyampaikan pandangannya mengenai multilateralisme.

“Urusan dunia harus dibahas bersama, dan norma internasional harus ditetapkan bersama,” ujarnya.

Xi juga menilai negara-negara Global South perlu memperoleh representasi yang lebih kuat dalam berbagai institusi internasional.

“Sebagai bagian penting dari dunia multipolar dan penggerak utama di baliknya, negara-negara Global South harus memiliki representasi dan suara yang lebih besar dalam urusan internasional,” katanya.

SCO dan BRICS dalam beberapa tahun terakhir menjadi wadah koordinasi berbagai negara berkembang dalam membahas isu politik, ekonomi, keamanan, dan pembangunan.

Pada Maret 2026, misalnya, negara-negara anggota SCO mengeluarkan pernyataan mengenai perkembangan di Timur Tengah dan menyampaikan keprihatinan terhadap serangan terhadap Iran.

Pembiayaan Pembangunan hingga Kerja Sama AI

Tiongkok juga mendorong perubahan tata kelola ekonomi dan keuangan internasional.

Pada 2014, Xi bersama pemimpin negara BRICS lainnya menandatangani perjanjian pembentukan New Development Bank (NDB). Bank tersebut dibentuk untuk menyediakan pembiayaan bagi proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara berkembang dan perekonomian emerging.

Dalam KTT SCO di Bishkek, negara-negara anggota juga kembali menegaskan pentingnya rencana pembentukan SCO Development Bank.

Agenda kerja sama Global South kini turut merambah sektor teknologi.

Pada Juli 2026, Xi mengumumkan pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) dan mendorong terciptanya sistem tata kelola kecerdasan buatan global yang lebih inklusif.

Menurut Xi, negara-negara berkembang perlu memperoleh akses lebih besar terhadap teknologi dan peningkatan kapasitas agar kesenjangan digital tidak semakin melebar.

“Kita harus menjalin kerja sama internasional yang luas dan membantu negara-negara Global South dalam peningkatan kapasitas guna menjembatani kesenjangan AI dan digital, mendorong pembangunan berkelanjutan, serta mencegah terciptanya ketidakadilan historis yang baru di bidang AI,” ujarnya.

Selain melalui SCO dan BRICS, Tiongkok juga mengembangkan kerja sama Global South melalui sejumlah forum lain, termasuk Forum on China-Africa Cooperation (FOCAC) serta mekanisme kerja sama Tiongkok-ASEAN.

Xi menegaskan bahwa Tiongkok memandang dirinya sebagai bagian dari Global South dan dunia berkembang.

“Bagaimanapun lanskap internasional berkembang, kami di Tiongkok akan selalu menempatkan Global South di dalam hati kami dan menjaga akar kami di dalam Global South,” ujar Xi.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/dari-bishkek-hingga-new-delhi-xi-jinping-dorong-kerja-sama-global-south/97657/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.38 WITA

  • #BRICS
  • #Global South
  • #Kerja Sama Internasional
  • #Pembangunan Global
  • #SCO
  • #Tata Kelola Global
  • #Tiongkok
  • #Xi Jinping

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Pilihan Editor

  1. 1 Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP
  2. 2

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  3. 3

    Keamanan Pangan pada Jajanan Kaki Lima: Tantangan Higiene dan Sanitasi dalam Pengolahan Makanan

  4. 4

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

  5. 5

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.