Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Dari Kampus ke Ruang Kelas: Pengalaman Asistensi Mengajar di SDN Siwalanpanji

Dari Kampus ke Ruang Kelas: Pengalaman Asistensi Mengajar di SDN Siwalanpanji

Foto profil Alvin Pradana
Editor: Alvin Pradana
22 September 2026, 10.22 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Dari Kampus ke Ruang Kelas
Foto Bersama Bapak dan Ibu Guru SDN Siwalanpanji Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2026

JurnalPost.com, Sidoarjo — Belajar menjadi seorang pendidik ternyata tidak cukup hanya melalui teori di ruang kuliah. Pengalaman berhadapan langsung dengan siswa, memahami suasana kelas, hingga bekerja bersama guru menjadi proses pembelajaran tersendiri yang saya rasakan selama mengikuti program Asistensi Mengajar.

Program tersebut merupakan bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di luar kampus.

IKLAN

Saya memilih mengikuti Asistensi Mengajar karena ingin melihat lebih dekat bagaimana proses pendidikan berlangsung di sekolah, mulai dari kegiatan pembelajaran hingga berbagai aktivitas yang menjadi bagian dari keseharian siswa dan guru.

Mahasiswa KKN UNY
Baca Juga

Mahasiswa KKN UNY Ajak Siswa SD Negeri Srowolan Belajar Menulis Puisi dari Gambar

Kegiatan Asistensi Mengajar saya jalani di SD Negeri Siwalanpanji, Sidoarjo, mulai 27 Juli hingga 30 September 2026. Sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), pengalaman berada langsung di lingkungan sekolah memberikan banyak pelajaran yang tidak selalu dapat ditemukan melalui perkuliahan.

Mengenal Sekolah Sebelum Masuk ke Kelas

Pada hari pertama berada di SDN Siwalanpanji, saya tidak langsung mendapatkan tugas mengajar. Saya terlebih dahulu diajak mengenal lingkungan sekolah sekaligus berkenalan dengan kepala sekolah serta Bapak dan Ibu guru.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian saya adalah program Adiwiyata yang diterapkan sekolah.

Di beberapa bagian sekolah terdapat tanaman hidroponik yang dirawat secara rutin. Hasil panennya tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga dapat dijual sehingga memberikan nilai tambah bagi kegiatan sekolah.

Pendidikan Dasar di Muarakaman Kukar
Baca Juga

Ini Sosok yang Banyak Mengubah Wajah Pendidikan Dasar di Muarakaman Kukar

Selain itu, sekolah menyediakan tempat khusus untuk mengumpulkan botol plastik. Botol-botol tersebut kemudian dikelola dan dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan Adiwiyata, termasuk membantu pengadaan benih maupun tanaman.

Dari aktivitas sederhana tersebut, saya melihat bahwa pendidikan lingkungan hidup tidak hanya disampaikan melalui teori atau kegiatan bersih-bersih. Kebiasaan menjaga lingkungan juga dibangun melalui praktik yang dilakukan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Belajar Menghadapi Karakter Siswa yang Beragam

Setelah mengenal lingkungan sekolah, saya mulai berkoordinasi dengan guru pamong serta Bapak dan Ibu guru mengenai kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

Selama program berlangsung, saya memperoleh kesempatan mengajar siswa kelas 2 hingga kelas 5 dengan total 11 kelas secara bergiliran sesuai jadwal.

Para narasumber sharing
Baca Juga

Diundang Kemendikbud, Kabid Pendidikan Dasar Kutai Kartanegara Cerita Diseminasi Program PINTAR

Pengalaman berpindah dari satu kelas ke kelas lainnya membuat saya semakin memahami bahwa setiap kelas mempunyai karakter yang berbeda.

Ada siswa yang dapat memahami instruksi dengan cepat, tetapi ada pula yang membutuhkan penjelasan secara berulang. Beberapa siswa aktif bertanya, sementara siswa lainnya membutuhkan pendekatan berbeda agar lebih berani terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

Situasi tersebut membuat saya belajar bahwa metode mengajar tidak dapat selalu diterapkan dengan cara yang sama pada setiap kelas.

Guru perlu memahami kondisi siswa, suasana kelas, serta kemampuan belajar mereka sebelum menentukan cara menyampaikan materi.

Belajar Metamorfosis Lewat Diorama

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya terjadi ketika mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas 3A dengan materi metamorfosis.

jjr
Foto Kegiatan Membuat Diorama di Kelas 3A Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2026
IKLAN

Pada pembelajaran tersebut, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan mengenai proses perubahan bentuk pada hewan. Mereka juga diajak membuat diorama yang menggambarkan tahapan siklus hidup hewan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui koordinasi bersama guru kelas 3A, Agung Jaya Wicaksono, S.Pd.

Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok menentukan hewan yang akan dibuat, menyusun tahapan metamorfosis, kemudian menuangkannya dalam bentuk diorama.

Setelah selesai, siswa mempresentasikan hasil karya mereka di depan kelas.

Melalui kegiatan tersebut, saya melihat bahwa siswa menjadi lebih aktif ketika pembelajaran tidak hanya berpusat pada penjelasan guru.

Kesempatan untuk membuat, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil pekerjaan membuat siswa dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran.

Bagi saya sendiri, kegiatan tersebut sekaligus menjadi latihan untuk mengatur waktu, mengelola kelas, memberikan arahan kepada siswa, serta memastikan aktivitas yang dilakukan tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Menjadi Guru Juga Berarti Terus Belajar

Selama menjalani Asistensi Mengajar pada 27 Juli hingga 30 September 2026, banyak pengalaman baru yang saya peroleh.

Saya tidak hanya belajar bagaimana menyampaikan materi pelajaran di depan kelas, tetapi juga memahami bahwa pekerjaan seorang pendidik mencakup banyak hal.

Guru perlu menyiapkan pembelajaran, mengenali karakter siswa, menjaga suasana kelas tetap kondusif, mengatur waktu, hingga bekerja sama dengan guru lainnya.

Pengalaman tersebut membuat saya semakin memahami bahwa proses menjadi pendidik membutuhkan kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi.

Saya menyampaikan terima kasih kepada Kepala SD Negeri Siwalanpanji Aminatus Sholihah, S.Pd.SD., M.Pd., guru pamong Bambang Widoyono, S.Pd., serta seluruh Bapak dan Ibu guru SDN Siwalanpanji yang telah memberikan kesempatan, arahan, dan bimbingan selama kegiatan berlangsung.

Bagi saya, program Asistensi Mengajar MBKM UNESA memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai dunia pendidikan.

Awalnya, saya datang ke sekolah untuk belajar sekaligus membantu kegiatan pembelajaran. Namun setelah menjalani berbagai pengalaman di dalam maupun di luar kelas, saya menyadari satu hal penting: menjadi seorang pendidik bukan berarti berhenti belajar setelah mampu mengajar.

Justru, menjadi pendidik berarti harus terus belajar—dari siswa, dari guru lain, dari lingkungan sekolah, dan dari setiap pengalaman yang terjadi di ruang kelas.


Identitas Penulis

Nama: Zahra Ashila
Email: 24010644368@mhs.unesa.ac.id
Program Studi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Perguruan Tinggi: Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
Dosen Pengampu: Dr. Wasis Suprapto, S.Pd., M.Pd.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/dari-kampus-ke-ruang-kelas-pengalaman-asistensi-mengajar-di-sdn-siwalanpanji/97792/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.23 WITA

  • #Asistensi Mengajar
  • #MBKM UNESA
  • #Merdeka Belajar
  • #PGSD UNESA
  • #Pengalaman Mengajar
  • #SDN Siwalanpanji
  • #pendidikan dasar

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Pilihan Editor

  1. 1 UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta
  2. 2

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  3. 3

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  4. 4

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

  5. 5

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.