LAMPUNG SELATAN, JurnalPost.com — Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University bersama Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Dosen Pulang Kampung” di Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Optimalisasi Pangan Lokal, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), dan Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Meningkatkan Kesehatan dan Kemandirian Ekonomi.”
Melalui program ini, para dosen Biokimia IPB University yang berasal dari Lampung kembali ke daerah asal untuk membagikan ilmu serta teknologi tepat guna yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat.
Kegiatan dipimpin oleh Dr. dr. Husnawati, M.Si. selaku ketua tim pelaksana, sementara Rara Annisaur Rosyidah, S.Si., M.Si. bertindak sebagai moderator.
Program tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat Desa Rejomulyo. Sejumlah unsur masyarakat hadir, mulai dari perangkat desa, petani, ibu-ibu PKK dan Posyandu, hingga anggota Karang Taruna.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan tingginya minat warga terhadap pemanfaatan sumber daya lokal untuk meningkatkan kesehatan sekaligus membangun kemandirian ekonomi keluarga.
Kenalkan TOGA dan Sijaka untuk Kesehatan Keluarga
Sesi pertama diisi oleh Dr. dr. Husnawati, M.Si. dengan materi mengenai Tanaman Obat Keluarga atau TOGA.
Ia menjelaskan berbagai jenis tanaman obat yang dapat dibudidayakan di pekarangan rumah serta manfaatnya dalam menunjang kesehatan keluarga sehari-hari.
Melalui pemanfaatan lahan pekarangan, masyarakat didorong untuk semakin mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat sebagai salah satu sumber bahan alami untuk menjaga kesehatan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Mega Safithri, S.Si., M.Si. yang memperkenalkan produk “Sijaka”, formulasi berbahan sirih merah, jahe merah, dan kayu manis.
Dalam pemaparannya, ketiga bahan alami tersebut diperkenalkan karena memiliki potensi sebagai antidiabetes dan dapat dimanfaatkan untuk membantu mengontrol kadar gula darah.
Masyarakat juga diperkenalkan dengan cara mengolah bahan-bahan tersebut menjadi minuman herbal yang relatif mudah dibuat di rumah.
Dorong Pemenuhan Gizi Anak melalui Pangan Lokal
Pemanfaatan pangan lokal juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan Dosen Pulang Kampung.
Rini Kurniasih, S.Si., M.Si. memberikan materi mengenai kebutuhan gizi anak dan pemenuhannya melalui bahan pangan yang tersedia di sekitar masyarakat.
Salah satu produk yang diperkenalkan adalah nugget tempe. Olahan tersebut dapat menjadi alternatif camilan dengan kandungan protein yang baik, harga terjangkau, serta lebih mudah diterima oleh anak-anak.
Sementara itu, Martini Hudayanti, S.Si. memberikan pemaparan mengenai cara pembuatan dan manfaat sari kedelai bagi kesehatan.
Sari kedelai diperkenalkan sebagai alternatif minuman bergizi yang dapat diproduksi secara mandiri oleh masyarakat dengan memanfaatkan bahan baku kedelai yang mudah diperoleh.
Pemanfaatan bahan pangan lokal tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk rumah tangga yang memiliki nilai ekonomi.
Limbah Pertanian Diolah melalui Budidaya Maggot
Selain pangan dan kesehatan, kegiatan ini juga memberikan perhatian pada pengelolaan limbah organik melalui budidaya maggot.
Materi mengenai budidaya serta manfaat maggot disampaikan bersama oleh Dr. Dimas Andrianto, S.Si., M.Si., Prof. Dr. Ir. I Made Artika, M.AppSc., dan Ukhradiya M. Safira P, S.Si., M.Si.
Mereka menjelaskan bahwa maggot dapat dimanfaatkan untuk membantu mengolah limbah organik yang berasal dari aktivitas pertanian maupun rumah tangga.
Selain membantu mengurangi limbah, hasil budidaya maggot juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak alternatif yang mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat desa.
Pemanfaatan limbah dengan pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan siklus yang lebih produktif, sehingga limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Rangkaian kegiatan turut didukung mahasiswa Departemen Biokimia IPB University, yakni Amanda dan Rahma Azizah Deabie, yang membantu kelancaran teknis pelaksanaan kegiatan sejak awal hingga selesai.
Dorong Kesehatan dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Melalui program Dosen Pulang Kampung, tim pengabdi berharap masyarakat Desa Rejomulyo semakin mampu mengoptimalkan berbagai potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
Masyarakat diharapkan dapat mempraktikkan pengolahan pangan lokal secara mandiri, memanfaatkan TOGA untuk mendukung kesehatan keluarga, serta mengolah limbah pertanian melalui budidaya maggot agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Program tersebut diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan, tidak hanya dalam meningkatkan pengetahuan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi di tingkat keluarga dan desa.
Kegiatan Dosen Pulang Kampung terselenggara melalui kolaborasi antara Departemen Biokimia IPB University dan Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University.
Tim pengabdi turut menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Rejomulyo Tushandoro yang membuka secara resmi kegiatan tersebut, serta Sekretaris Desa Hartono atas dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan kegiatan dari awal hingga akhir.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda