BANGKALAN, JurnalPost.com – Tim dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas trunoDjoyo Madura (UTM) mengembangkan media cerita anak Islami berbasis budaya Madura untuk mendukung pembelajaran anak-anak diaspora Indonesia di Saijo, Jepang.
Media pembelajaran tersebut diperkenalkan sekaligus dilatihkan kepada fasilitator Children Class (CC) secara daring pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Abdimas trunoDjoyo International Community Service Scheme 2026.
Media cerita yang dikembangkan berjudul “Tarik, Tiup, dan Berbagi! Serunya Mengenal Budaya Madura bersama Raka dan Sahabat”. Cerita tersebut memadukan unsur budaya Madura dengan nilai-nilai keislaman serta karakter kebangsaan melalui pengalaman tiga tokoh utama, yakni Raka, Zaini, dan Hana.
Pengembangan cerita dilakukan agar pengenalan budaya Indonesia kepada anak-anak diaspora dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan dan dunia anak.
Tidak hanya memperkenalkan media cerita, tim pengabdian FKIP UTM juga membekali fasilitator Children Class dengan sejumlah strategi agar cerita dapat digunakan secara interaktif dalam proses pembelajaran.
Salah satu metode yang diperkenalkan adalah penggunaan kartu kejadian. Media ini dapat membantu anak memahami alur cerita, mengurutkan kembali berbagai peristiwa yang terjadi, sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk menceritakan kembali isi cerita menggunakan bahasa sendiri.
Salah satu fasilitator Children Class, Suci Indah Putri, mengatakan pelatihan tersebut memberikan wawasan baru mengenai cara memanfaatkan cerita agar anak-anak lebih aktif selama mengikuti pembelajaran.
“Pelatihan media cerita anak Islami menambah wawasan saya tentang bagaimana menyampaikan cerita yang menarik untuk anak-anak. Strategi seperti kartu kejadian menurut saya menarik untuk diterapkan agar cerita lebih mudah dipahami, sekaligus membuat anak terlibat langsung dan dapat bercerita sendiri,” ujar Suci.
Menurutnya, selama ini anak-anak lebih banyak berada pada posisi sebagai pendengar ketika guru menyampaikan cerita. Kondisi tersebut terkadang membuat perhatian anak berkurang ketika proses pembelajaran berlangsung.

“Selama ini anak lebih banyak mendengarkan ketika guru bercerita sehingga terkadang kehilangan fokus. Pelatihan ini menambah ilmu bagi saya dalam mengajar,” lanjutnya.
Media cerita anak tersebut dikembangkan oleh tim pengabdian FKIP UTM yang diketuai Siti Eneng Sururiyatul Mu'aziyah, S.P., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan IPA.
Tim juga melibatkan Wulan Ambarwati, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) serta Maria Chandra Sutarja, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan IPA.
Selain dosen, kegiatan pengabdian turut melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA, Asna Rahma Auliya.
Pelatihan daring tersebut menjadi tahap awal dari rangkaian program pengabdian internasional yang dilaksanakan tim FKIP UTM.
Program selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga November 2026 melalui kegiatan praktik dan pendampingan kepada para fasilitator.
Pada tahap tersebut, fasilitator Children Class akan mulai menerapkan media cerita dalam pembelajaran bersama anak-anak diaspora Indonesia. Proses implementasi tetap mendapatkan pendampingan dari tim pengabdian FKIP UTM.
Melalui pengembangan media cerita dan kegiatan pendampingan tersebut, tim berharap anak-anak diaspora dapat mengenal kekayaan budaya Indonesia melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka.
Cerita anak juga diharapkan tidak sekadar menjadi sarana hiburan dan pembelajaran, tetapi turut menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, kebersamaan, serta karakter kebangsaan kepada anak Indonesia yang tumbuh di luar negeri.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda