OGAN ILIR, JURNALPOST.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI), menggelar edukasi dan pelatihan pengasuhan bagi masyarakat Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat penerapan mindful parenting atau pengasuhan berbasis kesadaran penuh. Program ini menyasar ibu-ibu di lingkungan setempat dengan tujuan meningkatkan kualitas interaksi antara orang tua dan anak sekaligus membangun pola pengasuhan yang lebih positif dan mendukung kesehatan mental keluarga.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua RT 12 Desa Palem Raya, Kating, M.Si., yang menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program pengabdian tersebut. Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Sekretaris Departemen Bimbingan dan Konseling FKIP UNSRI, Rani Mega Putri, M.Pd., Kons.
Ketua Tim Pengabdian BK FKIP UNSRI, Silvia AR, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program mindful parenting dilaksanakan sebagai respons terhadap pentingnya membangun keterlibatan emosional yang sehat antara orang tua dan anak.
Berdasarkan kajian awal tim, sebagian ibu rumah tangga di wilayah tersebut masih menghadapi tantangan dalam mengelola emosi ketika berhadapan dengan perilaku anak yang dianggap sulit, salah satunya ketika anak mengalami tantrum.
“Melalui pendekatan mindful parenting, kami ingin mengedukasi para ibu agar tidak sekadar bersikap reaktif seperti membentak atau memarahi anak saat luapan emosi, melainkan mampu merespons perilaku anak secara lebih tenang, sadar, dan reflektif,” ujar Silvia.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi sekaligus kesempatan mempraktikkan sejumlah teknik sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dua akademisi BK UNSRI, Dr. Alrefi, M.Pd. dan Yola Eka Putri, M.Pd., Kons., hadir sebagai narasumber utama. Keduanya memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar mindfulness dalam pengasuhan anak.
Para peserta diajak mengenali emosi diri sebelum merespons perilaku anak, mengelola stres dalam menjalankan peran sebagai orang tua, melakukan teknik relaksasi sederhana, hingga membangun komunikasi yang lebih empatik dengan anak.
Orang Tua Belajar Hadir Secara Utuh
Dr. Alrefi menjelaskan bahwa mindful parenting bukan hanya berkaitan dengan cara orang tua mengendalikan kemarahan, tetapi juga mengenai kemampuan untuk benar-benar hadir dalam setiap interaksi bersama anak.
“Pengasuhan yang sadar atau mindful parenting membantu orang tua hadir secara utuh bagi anak, sehingga mampu menciptakan ikatan emosional yang kuat dan mendukung tumbuh kembang psikologis anak secara optimal,” terang Dr. Alrefi di sela penyampaian materi.
Melalui pendekatan tersebut, orang tua diharapkan mampu memberikan respons setelah memahami kondisi emosional diri sendiri maupun anak, bukan sekadar bereaksi secara spontan terhadap perilaku yang muncul.
Kemampuan mengenali emosi dinilai penting karena tekanan dalam pengasuhan dapat memengaruhi pola komunikasi di dalam keluarga. Respons yang dilakukan dalam kondisi emosi tidak terkendali berpotensi memunculkan bentakan, kemarahan, atau tindakan lain yang justru memperbesar konflik antara orang tua dan anak.
Sebaliknya, orang tua yang mampu memberikan jeda sebelum merespons memiliki kesempatan untuk memahami kebutuhan anak dan memilih cara berkomunikasi yang lebih tepat.
Pemahaman Peserta Diukur melalui Pre-Test dan Post-Test
Tidak hanya memberikan materi, Tim PkM BK FKIP UNSRI juga melakukan evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap konsep mindful parenting.
Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test sebelum serta setelah peserta mengikuti rangkaian pelatihan.
Sesi tersebut dipandu Khadijah, S.Pd., M.Pd. dan Fadhlina Rozaqyah, S.Pd., M.Pd. Peserta diarahkan untuk mengukur pemahaman dan kesadaran mereka mengenai pola pengasuhan berbasis mindfulness.
Evaluasi ini menjadi salah satu instrumen tim untuk melihat perubahan pemahaman peserta setelah mendapatkan penjelasan dan mengikuti praktik langsung selama kegiatan berlangsung.

Antusiasme para ibu terlihat selama rangkaian kegiatan. Peserta mengikuti pemaparan materi, praktik, diskusi interaktif, hingga sesi evaluasi yang telah disiapkan oleh tim.
Sejumlah mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian juga membantu mendampingi peserta selama proses pelatihan.
Selain itu, tim membagikan lembar self-assessment pengasuhan yang dapat digunakan para ibu untuk mengevaluasi pola interaksi mereka dengan anak secara mandiri.
Lembar tersebut diharapkan tidak hanya digunakan selama pelatihan, tetapi juga menjadi instrumen refleksi bagi orang tua ketika menerapkan mindful parenting dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
Dorong Kesehatan Mental Keluarga dari Tingkat Desa
Melalui kegiatan ini, BK FKIP UNSRI berupaya membawa pemahaman mengenai kesehatan mental dan pola pengasuhan positif lebih dekat kepada masyarakat.
Penguatan kemampuan orang tua dalam mengelola emosi, mendengarkan anak, serta berkomunikasi secara empatik dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat.
Pola pengasuhan yang positif juga diharapkan dapat membantu anak merasa lebih aman dalam mengekspresikan emosi dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan orang tua.
Tim PkM BK FKIP UNSRI berharap kegiatan serupa dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental keluarga, termasuk di tingkat desa.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.
Melalui keterampilan mindful parenting yang diperoleh, para ibu di Desa Palem Raya diharapkan mampu menerapkan pola pengasuhan yang lebih sadar, tenang, dan empatik, serta memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam pembentukan karakter dan perkembangan psikologis anak.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda