Kota Bogor, JurnalPost.com – Program Studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan (TMP), Sekolah Vokasi IPB University, melaksanakan rangkaian Pengabdian Masyarakat Terpusat dan Terpadu bersama kelompok tani di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Kegiatan berlangsung dalam beberapa tahap, mulai dari Focus Group Discussion (FGD) pada Selasa, 22 September 2026, praktik pembuatan biochar dan pengecekan kondisi lahan pada Rabu, 23 September 2026, hingga persiapan lahan budidaya cabai pada Minggu, 27 September 2026.
FGD menjadi tahap awal untuk memetakan kondisi lahan, kebutuhan kelompok tani, serta rencana kegiatan pertanian yang akan dilaksanakan. Dosen, tim pelaksana, dan kelompok tani berdiskusi mengenai kondisi di lapangan sekaligus membahas persiapan budidaya cabai.
Rangkaian kegiatan melibatkan KWT Ciharashas yang berada di Jalan Ciharasas Cibeureum No. 10, RT 05/RW 01, Mulyaharja, Bogor Selatan, serta Kelompok Taruna Tani Muara Jaya Tani di Pabuaran Pasir RT 03/RW 10, Kelurahan Mulyaharja.
Setelah pelaksanaan FGD, kegiatan berlanjut pada Rabu dengan praktik pembuatan biochar dan pemeriksaan kondisi lahan.
Dalam praktik tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan biochar sebagai salah satu bahan pembenah tanah. Biochar merupakan arang organik yang diproduksi melalui proses pirolisis, yakni pemanasan bahan organik pada suhu tinggi dalam kondisi tanpa atau dengan jumlah oksigen yang terbatas.
Bahan baku biochar dapat berasal dari berbagai biomassa organik, termasuk limbah pertanian, limbah kehutanan, serbuk kayu, serta bahan organik lain yang tersedia di sekitar lokasi.
Kelompok tani juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pengolahan dan persiapan biochar sebelum digunakan pada lahan pertanian.
Selain proses pembuatan, peserta diperkenalkan dengan teknik aktivasi biochar menggunakan bahan alami yang relatif mudah ditemukan. Beberapa bahan yang dapat dimanfaatkan antara lain air cucian beras, gula merah atau molase, limbah buah dan daun, air kelapa, hingga kompos matang.

Pemilihan bahan untuk proses aktivasi dapat disesuaikan dengan ketersediaan di lingkungan sekitar. Bahan-bahan tersebut dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi dan mikroorganisme sebelum biochar diaplikasikan ke tanah.
Persiapan Bedengan untuk Penanaman Cabai
Tahapan berikutnya berlangsung pada Minggu, 27 September 2026. Dosen, tim pelaksana, dan kelompok tani kembali melakukan pengecekan terhadap kondisi bedengan yang akan digunakan untuk budidaya cabai.
Berdasarkan pengukuran yang dilakukan sebelumnya, lahan tersebut memiliki sekitar 12 bedengan dengan ukuran masing-masing kurang lebih 6 meter × 1 meter. Sementara itu, lebar saluran drainase berada di kisaran 80 sentimeter.
Pada tahap persiapan tersebut, biochar yang telah disiapkan kemudian diaplikasikan pada bedengan dan dicampurkan dengan tanah sebagai bagian dari pengolahan media tanam.
Tahapan selanjutnya adalah pemberian pupuk kandang dan dolomit sesuai rencana persiapan lahan yang telah disusun.
Setelah pengolahan tanah selesai, peserta melanjutkan kegiatan dengan pemasangan mulsa pada permukaan bedengan.
Mulsa dipasang untuk mempersiapkan bedengan sebelum memasuki tahap penanaman sekaligus mendukung pengelolaan lahan selama proses budidaya cabai berlangsung. Dalam praktiknya, dosen dan tim pelaksana memberikan arahan mengenai cara pemasangan mulsa dengan menyesuaikan kondisi masing-masing bedengan.
Kegiatan lapangan tersebut memberikan kesempatan kepada kelompok tani untuk tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mempraktikkan langsung proses persiapan lahan.
Melalui metode tersebut, materi tentang biochar, pengolahan tanah, pemupukan, hingga pemasangan mulsa dapat langsung diterapkan pada lahan yang nantinya digunakan untuk menanam cabai.
Penanaman Cabai Dijadwalkan 3 Oktober
Persiapan lahan pada Minggu menjadi tahapan terakhir sebelum kegiatan memasuki proses penanaman cabai.
Penanaman dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Sebelum tahap tersebut dilakukan, lahan telah melalui proses aplikasi biochar, pemberian pupuk kandang dan dolomit, serta pemasangan mulsa.
Rangkaian Pengabdian Masyarakat Terpusat dan Terpadu Prodi TMP Sekolah Vokasi IPB University di Mulyaharja menggabungkan kegiatan diskusi, penyampaian materi, serta praktik secara langsung bersama kelompok tani.
Setelah tahap persiapan lahan selesai, kegiatan akan berlanjut dengan penanaman cabai sebagai bagian berikutnya dari rangkaian program pendampingan pertanian di Kelurahan Mulyaharja.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda