YOGYAKARTA, JurnalPost.com — Mahasiswa Program Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menerapkan metode Market Place Activity dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MAN 2 Sleman. Metode tersebut digunakan untuk membantu siswa memahami kaidah kebahasaan teks berita sekaligus membedakan fakta dan opini.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 dan diikuti siswa kelas XI A. Materi yang diberikan mencakup kaidah kebahasaan teks berita serta kemampuan mengidentifikasi informasi berdasarkan fakta maupun pendapat.
Pembelajaran tersebut juga diarahkan sebagai salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK UNY dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) keempat, yakni pendidikan berkualitas, terutama melalui penguatan kemampuan literasi dan berpikir kritis siswa.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK menggunakan metode Market Place Activity untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif. Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai tahapan pembelajaran, kemudian siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan aktivitas secara mandiri.
Setiap kelompok diminta mencari informasi melalui media sosial. Informasi yang ditemukan kemudian dituangkan pada kertas buffalo dan disusun dalam bentuk peta konsep.
Selanjutnya, masing-masing kelompok menunjuk satu anggota sebagai penjaga stan, sedangkan anggota lainnya mengunjungi stan kelompok lain. Penjaga stan bertugas menjelaskan hasil temuan maupun riset kelompok kepada siswa yang berkunjung.
Setelah seluruh informasi terkumpul, siswa kembali ke kelompok masing-masing dan mempresentasikan hasil pembelajaran di depan kelas. Pola tersebut membuat kegiatan belajar tidak hanya berpusat pada penjelasan pengajar, tetapi juga melibatkan aktivitas mencari, mengolah, menjelaskan, serta mendiskusikan informasi.
Materi pembelajaran difokuskan pada sejumlah unsur kebahasaan yang digunakan dalam teks berita. Siswa mempelajari penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung, konjungsi, kata kerja pewarta, serta pemilihan kata yang tepat.
Selain mempelajari unsur kebahasaan, siswa juga diminta mengidentifikasi perbedaan antara fakta dan opini. Mereka memperhatikan teks berita, mendiskusikannya dalam kelompok, kemudian menentukan bagian yang termasuk fakta maupun pendapat beserta alasan yang mendasarinya.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa tidak sekadar memahami struktur bahasa dalam teks berita, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menilai informasi secara lebih kritis.
Kemampuan membedakan fakta dan opini dinilai penting di tengah derasnya arus informasi yang diterima masyarakat melalui berbagai platform digital. Dengan kemampuan tersebut, siswa diharapkan tidak langsung menerima informasi tanpa terlebih dahulu melakukan analisis terhadap isi dan sumbernya.
Pembelajaran yang bervariasi juga diarahkan untuk membantu siswa memahami materi sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Proses tersebut diharapkan membentuk sikap yang lebih bertanggung jawab dan selektif ketika menerima maupun menyebarkan informasi.
Melalui penerapan Market Place Activity, pembelajaran Bahasa Indonesia diharapkan dapat membangun kegiatan literasi yang lebih aktif. Siswa tidak hanya membaca materi, tetapi juga berlatih menganalisis, mengevaluasi, dan menyampaikan kembali informasi yang mereka peroleh.
Kegiatan pembelajaran tersebut juga dirancang berlanjut dalam bentuk proyek. Siswa akan membuat vlog dengan memanfaatkan platform media sosial sebagai media untuk menerapkan teori yang telah dipelajari ke dalam kegiatan nyata.
Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran teks berita tidak berhenti pada pemahaman teori di ruang kelas. Siswa mendapatkan ruang untuk menghubungkan materi kebahasaan, kemampuan membedakan fakta dan opini, serta penggunaan media digital dalam aktivitas yang lebih kontekstual.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda