Sleman, JurnalPost.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri 29921 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama warga Padukuhan Caturharjo melakukan penanaman 50 bibit pohon produktif di lahan Kelompok Wanita Tani (KWT), Minggu, 9 Agustus 2026.
Kegiatan berlangsung di Padukuhan Caturharjo, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan KWT sekaligus mendukung produktivitas lahan dan ketahanan pangan dalam jangka panjang.
Sebanyak 50 bibit yang ditanam terdiri atas 25 pohon sirsak dan 25 pohon nangka. Bibit diperoleh melalui kolaborasi mahasiswa KKN UNY dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY serta Balai Benih Hutan DIY.

Sebelum proses penanaman dilakukan, mahasiswa KKN terlibat dalam sejumlah tahapan persiapan. Mulai dari pengurusan administrasi dan surat-menyurat, menjalin komunikasi dengan instansi terkait, hingga mengupayakan bantuan bibit untuk dimanfaatkan di lahan KWT.
Setelah proses administrasi selesai, mahasiswa bersama warga membersihkan area yang akan digunakan sebagai lokasi penanaman. Kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan membuka lahan, menyiapkan titik tanam, kemudian menanam bibit yang telah tersedia.
Ketua Kelompok Wanita Tani Padukuhan Caturharjo, Winarti, menyampaikan apresiasinya atas bantuan bibit sekaligus keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup yang telah memberikan tanaman pohon sirsak dan nangka yang bisa kami tanam di KWT Dusun Caturharjo berkolaborasi dengan adik-adik KKN dari UNY,” ujar Winarti.
Penanaman pohon tersebut tidak hanya diarahkan untuk penghijauan, tetapi juga sebagai bentuk pemanfaatan lahan produktif yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pada masa mendatang.
Pohon nangka dipilih karena menghasilkan buah yang dapat menjadi salah satu sumber pangan bagi warga. Sementara itu, tanaman sirsak juga memiliki nilai guna karena buah dan daunnya telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pangan maupun tanaman herbal.
Melalui penanaman tanaman produktif, lahan KWT diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai ruang budidaya, tetapi juga dapat berkembang menjadi sumber pangan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan yang sebelumnya belum optimal. Dengan pengelolaan dan perawatan yang berkelanjutan, tanaman yang ditanam diharapkan dapat tumbuh dan menghasilkan buah dalam beberapa tahun mendatang.
Mahasiswa KKN Mandiri 29921 UNY berharap pengelolaan lahan tersebut tetap dilanjutkan setelah masa KKN berakhir. Perawatan secara berkala menjadi bagian penting agar pohon sirsak dan nangka yang telah ditanam dapat berkembang dengan baik.

Keberlanjutan program juga bergantung pada keterlibatan anggota KWT dan masyarakat sekitar. Dengan pengelolaan bersama, lahan dapat dimanfaatkan sebagai ruang produktif yang mendukung kebutuhan pangan sekaligus memperbaiki kondisi lingkungan padukuhan.
Pemanfaatan lahan berbasis tanaman produktif dinilai dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat. Hasil tanaman nantinya dapat dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga maupun dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Selain manfaat pangan, keberadaan pepohonan juga diharapkan membantu menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan asri.
Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan instansi pemerintah dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa optimalisasi lahan tidak selalu harus dilakukan melalui program berskala besar. Pemanfaatan ruang yang tersedia dengan tanaman produktif dapat menjadi investasi jangka panjang jika disertai perawatan dan pengelolaan yang konsisten.
Bagi warga Caturharjo, 50 bibit yang ditanam saat ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial selama masa KKN, melainkan menjadi bagian dari pengembangan lahan KWT yang dapat memberikan manfaat pangan, lingkungan, dan ekonomi bagi masyarakat pada tahun-tahun mendatang.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda