Bekasi, JurnalPost.com — Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat menuntut guru untuk terus meningkatkan kemampuan dalam mengakses, menyeleksi, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara tepat.
Menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Literasi Informasi Berbasis Platform dalam Meningkatkan Kompetensi Diri Guru” dilaksanakan di MTsN 1 Kabupaten Bekasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi pendidik di tengah transformasi digital yang terus berkembang. Para guru tidak hanya diperkenalkan pada pemanfaatan berbagai platform informasi, tetapi juga didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi yang diperoleh dari ruang digital.
PkM tersebut dipimpin oleh Haris Hamdani, S.Pd.I., M.Pd. selaku ketua pelaksana. Program dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus pengalaman praktis kepada guru dalam memanfaatkan platform digital sebagai sumber belajar dan sarana pengembangan kompetensi profesional.
Di tengah derasnya arus informasi, guru menghadapi tantangan untuk menentukan sumber yang relevan, kredibel, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Kemampuan tersebut dinilai semakin penting karena informasi yang beredar di internet memiliki tingkat kualitas, akurasi, dan kredibilitas yang berbeda-beda.
Karena itu, literasi informasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup keterampilan untuk menilai sebuah sumber, membandingkan informasi, serta menentukan apakah informasi tersebut layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Ketua Pelaksana PkM, Haris Hamdani, menjelaskan bahwa perubahan lingkungan pendidikan yang semakin terdigitalisasi membutuhkan guru dengan kemampuan literasi informasi yang baik.
“Literasi informasi menjadi kompetensi penting bagi guru di era digital. Guru tidak hanya dituntut mampu menggunakan platform teknologi, tetapi juga harus mampu memilih dan mengevaluasi informasi yang diperoleh sehingga informasi tersebut benar-benar dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi diri dan peningkatan kualitas pembelajaran,” ujar Haris Hamdani.
Ia menambahkan, keberadaan berbagai platform digital sebenarnya membuka peluang yang luas bagi guru untuk terus belajar secara mandiri.
Menurutnya, kemampuan literasi informasi dapat membantu guru memanfaatkan sumber digital secara lebih efektif untuk meningkatkan wawasan, mengembangkan bahan ajar, maupun memperbarui pengetahuan sesuai perkembangan dunia pendidikan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan saja. Pemahaman dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas keseharian guru, baik untuk mencari referensi pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, maupun meningkatkan pengetahuan dan kompetensi profesional,” tambahnya.
Kepala MTsN 1 Kabupaten Bekasi, H. Musakir, S.Ag., M.M.Pd., menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi dan informasi menjadi bagian penting dari pengembangan kualitas pendidikan di madrasah.
“Kami menyambut positif kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Literasi informasi merupakan hal yang sangat penting bagi guru karena perkembangan teknologi memberikan begitu banyak sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran dan pengembangan kompetensi,” kata H. Musakir.
Menurutnya, guru perlu terus mengembangkan diri agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Pemanfaatan platform digital secara tepat dapat menjadi salah satu sarana untuk mendukung proses pengembangan tersebut.
“Kami berharap para guru dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini secara berkelanjutan. Guru harus terus belajar, mengembangkan kompetensi, dan mampu memilih informasi yang relevan sehingga dapat memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran di madrasah,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan PkM tidak hanya membahas aspek teknis penggunaan platform digital. Peserta juga didorong untuk membangun pola pikir kritis dalam menghadapi informasi yang ditemukan melalui internet dan berbagai media digital.
Guru diarahkan untuk tidak langsung menerima informasi, tetapi terlebih dahulu memeriksa sumber, membandingkan data, serta mempertimbangkan relevansi dan kredibilitasnya.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadikan literasi informasi sebagai bagian dari budaya pengembangan profesional guru.
Platform digital dapat dimanfaatkan tidak sekadar sebagai tempat mencari informasi, tetapi juga sebagai ruang belajar yang memungkinkan guru memperbarui wawasan secara mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi antara tim PkM dan para guru. Peserta dapat menyampaikan pengalaman, kendala, maupun kebutuhan yang mereka hadapi dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa penguatan literasi informasi masih menjadi kebutuhan penting di lingkungan pendidikan.
Guru membutuhkan keterampilan yang membantu mereka menghadapi besarnya arus informasi digital sekaligus memanfaatkannya secara produktif untuk kepentingan pembelajaran.
Kemampuan mengakses dan mengolah informasi secara tepat diharapkan dapat membantu guru memperoleh referensi baru, memperluas wawasan, serta menemukan berbagai pendekatan dalam mengembangkan proses belajar mengajar.
Literasi informasi juga berkaitan dengan kemampuan guru menjadi pembelajar sepanjang hayat. Perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung cepat membuat proses pengembangan kompetensi tidak dapat hanya bergantung pada pelatihan formal.
Guru juga perlu memiliki inisiatif untuk terus belajar melalui berbagai sumber yang tersedia secara digital.
Melalui kegiatan PkM di MTsN 1 Kabupaten Bekasi tersebut, kolaborasi antara tim pelaksana dan pihak madrasah diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Dengan semakin baiknya kemampuan guru dalam mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi, platform digital diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan profesional pendidik.
Pada akhirnya, peningkatan kompetensi tersebut dapat mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih adaptif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat dan platform teknologi, tetapi juga dengan kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola informasi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda