Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Populasi Jepang Turun 3,1 Juta Jiwa, Jadi 123,05 Juta pada 2025

Populasi Jepang Turun 3,1 Juta Jiwa, Jadi 123,05 Juta pada 2025

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
30 Mei 2026, 11.10 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Jepang
Orang-orang berjalan di sebuah ruas jalan di Tokyo, Jepang, pada 18 Mei 2026. (Xinhua/Jia Haocheng)

TOKYO, JurnalPost.com – Populasi Jepang kembali mengalami penurunan. Berdasarkan angka awal yang dirilis Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang pada Jumat (29/5), jumlah penduduk Jepang, termasuk warga negara asing yang tinggal di negara tersebut, tercatat sebanyak 123.049.524 jiwa pada 2025.

Jumlah itu turun sebanyak 3.096.575 jiwa dibandingkan hasil sensus 2020. Jika dihitung dalam persentase, penurunan tersebut mencapai sekitar 2,5 persen. Angka ini menunjukkan bahwa Jepang masih menghadapi tantangan serius terkait penyusutan jumlah penduduk.

IKLAN

Data tersebut dihitung berdasarkan kondisi populasi per 1 Oktober tahun lalu. Dalam laporan awal itu, penurunan populasi tidak hanya menggambarkan perubahan jumlah penduduk secara umum, tetapi juga menjadi sinyal bahwa tren demografi Jepang terus bergerak ke arah yang mengkhawatirkan.

Dosen FKIP UTM
Baca Juga

Dosen FKIP UTM Kembangkan Cerita Anak Islami Berbasis Budaya Madura untuk Anak Diaspora di Jepang

Penurunan jumlah penduduk Jepang sebenarnya bukan fenomena baru. Sejak sensus lima tahunan mulai dilakukan pada 1920, Jepang untuk pertama kalinya mencatat penurunan populasi dalam survei 2015. Sejak saat itu, tren penurunan terus berlanjut.

Hasil terbaru ini menandai penurunan populasi Jepang untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Laju penurunannya juga semakin besar dibandingkan survei sebelumnya. Pada sensus sebelumnya, penurunan tercatat sebesar 0,7 persen. Sementara itu, pada data terbaru, penurunan melebar menjadi 2,5 persen.

IKLAN

Dengan penurunan tersebut, Jepang mencatatkan laju penyusutan populasi terbesar dalam sejarah sensus nasionalnya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa persoalan demografi masih menjadi salah satu tantangan utama bagi pemerintah Jepang.

Penyusutan populasi dapat berdampak pada berbagai sektor, mulai dari tenaga kerja, layanan sosial, ekonomi daerah, hingga sistem jaminan sosial. Dengan jumlah penduduk yang terus berkurang, Jepang menghadapi tekanan untuk menjaga produktivitas ekonomi di tengah berkurangnya kelompok usia kerja.

Panas Ekstrem Landa AS
Baca Juga

Gelombang Panas Ekstrem Landa AS, Death Valley Catat Rekor Suhu Malam 38,3 Derajat Celsius

Selain itu, penurunan populasi juga berpotensi mempercepat perubahan struktur masyarakat. Daerah-daerah tertentu dapat mengalami kekurangan penduduk, sementara kebutuhan terhadap layanan bagi penduduk lanjut usia terus meningkat.

Pemerintah Jepang selama ini berupaya merespons persoalan demografi melalui berbagai kebijakan, termasuk dukungan bagi keluarga, peningkatan partisipasi tenaga kerja, serta penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat yang menua. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa tantangan tersebut masih belum sepenuhnya teratasi.

Dengan jumlah penduduk yang kini berada di angka 123,05 juta jiwa, Jepang kembali dihadapkan pada kebutuhan untuk memperkuat kebijakan jangka panjang. Penurunan populasi yang terjadi secara berturut-turut menjadi pengingat bahwa persoalan demografi bukan hanya menyangkut angka statistik, tetapi juga masa depan sosial dan ekonomi negara tersebut. (Xinhua)

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/populasi-jepang-turun-31-juta-jiwa-jadi-12305-juta-pada-2025/93841/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.50 WITA

  • #Berita Xinhua
  • #Jepang

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Pilihan Editor

  1. 1 Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus
  2. 2

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  3. 3

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  4. 4

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.