Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  2. Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  3. Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  4. Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  5. Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Selokan Bukan Tempat Sampah: Dampaknya bagi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

Selokan Bukan Tempat Sampah: Dampaknya bagi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

F
Penulis: Fajaria Remungmere
07 Oktober 2026, 13.37 WITA Editor: Rina Maharani
5 menit baca
Kondisi selokan
Kondisi selokan di kawasan Jalan Paya, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, yang dipenuhi sampah plastik dan limbah rumah tangga. (Dokumentasi 2026)

JurnalPost.com - Persoalan sampah masih menjadi masalah lingkungan yang mudah ditemukan di berbagai daerah. Salah satu kebiasaan yang hingga kini belum sepenuhnya hilang adalah membuang sampah ke selokan atau saluran drainase.

Bagi sebagian orang, selokan mungkin dianggap sebagai tempat paling praktis untuk membuang sampah rumah tangga. Sampah yang sebelumnya berada di sekitar rumah memang terlihat menghilang, tetapi sebenarnya hanya berpindah tempat dan menciptakan masalah baru bagi lingkungan.

IKLAN

Kondisi seperti ini juga dapat dijumpai di sejumlah kawasan di Palembang maupun Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Sampah plastik, styrofoam, kemasan makanan, popok sekali pakai hingga berbagai limbah rumah tangga dapat menumpuk di saluran air.

IMG 4456
Baca Juga

Ketika Pemerintah Melanggar Aturannya Sendiri: Problematika Open Dumping dalam Pengelolaan TPA di Indonesia

Ketika jumlahnya semakin banyak, sampah akan menyumbat aliran drainase. Selokan yang seharusnya menjadi jalur pembuangan air justru kehilangan fungsi utamanya.

Selokan Memiliki Fungsi Penting

Selokan bukan sekadar saluran yang berada di pinggir jalan atau di depan rumah warga. Keberadaannya menjadi bagian penting dari sistem drainase suatu kawasan.

Saluran tersebut berfungsi mengalirkan air hujan agar tidak menggenang di jalan maupun masuk ke permukiman. Air kemudian dialirkan menuju saluran yang lebih besar sebelum akhirnya menuju sungai atau tempat pembuangan air lainnya.

Ketika saluran air dalam kondisi bersih, air hujan dapat mengalir dengan lebih lancar. Sebaliknya, tumpukan sampah dapat mempersempit bahkan menutup jalur air.

TPA Sukawinatan
Baca Juga

Gunung Sampah di TPA Sukawinatan: Ancaman terhadap Kualitas Air dan Udara

Satu botol plastik yang tersangkut di dalam saluran, misalnya, dapat menjadi penghambat bagi sampah lain. Lambat laun terbentuk tumpukan yang semakin besar hingga membuat aliran air berhenti.

Masalah biasanya semakin terasa ketika hujan dengan intensitas tinggi turun. Volume air meningkat, sementara kapasitas saluran berkurang akibat penyumbatan. Akibatnya, air dapat meluap ke jalan hingga memasuki kawasan permukiman.

Sampah di Selokan Memicu Pencemaran

Dampak membuang sampah ke selokan tidak berhenti pada persoalan banjir.

Sampah organik yang tertahan di saluran air akan mengalami proses pembusukan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan bau tidak sedap sekaligus menurunkan kualitas lingkungan di sekitar permukiman.

Kebakaran
Baca Juga

Karhutla Sumsel: Bukan Sekadar Api, Ini Masalah Kita Bersama

Fajaria Remungmere1

Sementara itu, sampah anorganik seperti kantong plastik, botol, kemasan makanan, dan styrofoam membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai.

Material plastik yang terus berada di lingkungan juga dapat mengalami pelapukan menjadi partikel yang lebih kecil, termasuk mikroplastik. Apabila terbawa aliran air, sampah tersebut dapat masuk ke sungai dan akhirnya mencemari ekosistem yang lebih luas.

Persoalan yang awalnya terlihat hanya terjadi di depan rumah kemudian dapat berkembang menjadi masalah lingkungan pada tingkat kawasan hingga daerah aliran sungai.

Menjadi Tempat Berkembang Biaknya Penyakit

Selokan yang tersumbat sampah juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan masyarakat.

IKLAN

Air yang tidak mengalir dengan baik dapat membentuk genangan. Kondisi seperti ini dapat menjadi tempat berkembang biaknya sejumlah jenis nyamuk.

Nyamuk Aedes aegypti, misalnya, dikenal sebagai salah satu vektor penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sementara malaria ditularkan melalui nyamuk Anopheles.

Selain nyamuk, lingkungan dengan banyak sampah dan saluran air kotor juga dapat menarik kehadiran tikus maupun serangga lainnya.

Risiko kesehatan semakin meningkat apabila air kotor yang tercemar bersentuhan dengan manusia. Lingkungan yang tidak higienis dapat berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari penyakit kulit, diare hingga leptospirosis yang berkaitan dengan bakteri dari urine hewan terinfeksi, terutama tikus.

Tidak kalah penting, lingkungan yang kotor dan berbau juga mengurangi kenyamanan masyarakat. Warga harus hidup dengan pemandangan saluran penuh sampah, aroma tidak sedap, serta ancaman genangan setiap kali hujan turun.

Perubahan Harus Dimulai dari Rumah

Mengatasi masalah sampah di selokan sebenarnya dapat dimulai dari tindakan sederhana.

Hal paling mendasar adalah berhenti membuang sampah ke saluran air, termasuk sampah berukuran kecil seperti bungkus makanan, puntung rokok, tisu, maupun kemasan plastik.

Masyarakat juga perlu membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik dan anorganik sebaiknya ditempatkan pada wadah yang sesuai sebelum dibuang melalui sistem pengangkutan sampah yang tersedia.

Selain kesadaran individu, kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan masih relevan dilakukan. Pembersihan saluran air secara berkala dapat mencegah sedimentasi lumpur dan tumpukan sampah semakin parah.

Namun, kegiatan membersihkan selokan saja tidak akan menyelesaikan persoalan apabila kebiasaan membuang sampah sembarangan terus berlangsung.

Karena itu, pemerintah daerah, perangkat lingkungan dan masyarakat perlu berjalan bersama. Penyediaan tempat sampah, sistem pengangkutan yang teratur, edukasi lingkungan hingga penerapan aturan terhadap pembuangan sampah sembarangan menjadi bagian yang saling berkaitan.

Menjaga Selokan Berarti Menjaga Lingkungan

Selokan sering dianggap sebagai bagian kecil dari lingkungan permukiman. Padahal, ketika saluran tersebut tidak berfungsi, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Banjir, genangan, bau tidak sedap, pencemaran hingga meningkatnya risiko penyakit dapat bermula dari kebiasaan sederhana membuang sampah ke saluran air.

Karena itu, menjaga kebersihan selokan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan. Masyarakat memiliki peran yang sama besarnya.

Perubahan dapat dimulai dari depan rumah masing-masing: tidak membuang sampah ke saluran air, mengelola sampah secara benar, dan ikut menjaga kebersihan lingkungan.

Selokan yang bersih akan membuat aliran air lebih lancar, lingkungan lebih sehat, sekaligus membantu mengurangi risiko genangan dan banjir di kawasan permukiman.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/selokan-bukan-tempat-sampah-dampaknya-bagi-lingkungan-dan-kesehatan-masyarakat/98043/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.03 WITA

  • #banjir
  • #drainase
  • #kesehatan masyarakat
  • #lingkungan hidup
  • #pencemaran lingkungan
  • #pengelolaan sampah
  • #sampah rumah tangga
  • #selokan bukan tempat sampah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Pilihan Editor

  1. 1 Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso
  2. 2

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  3. 3

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

  4. 4

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  5. 5

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.