Penulis: Novia – Tim Research Group STEAM Education Universitas Sebelas Maret
KARANGANYAR, JurnalPost.com – Research Group STEAM Education Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar pelatihan penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berbasis STEM 3D Learning bagi para guru di Kabupaten Karanganyar.
Pelatihan yang diikuti 25 guru anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Pokja 5 Kabupaten Karanganyar tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 2 Karanganyar pada Selasa, 2 Juni 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran IPA yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi. Pelatihan tersebut juga menjadi salah satu respons terhadap masih rendahnya tingkat literasi sains peserta didik Indonesia berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment atau PISA 2022.
Dalam kegiatan ini, para peserta memperoleh materi mengenai pendekatan STEM yang diintegrasikan dengan 3D Learning, kerangka Claim-Evidence-Reasoning (CER), serta praktik penggunaan platform digital SageModeler dan Concord Activity.
Ketua tim pengabdian, Dr. Novia, M.Pd., mengatakan bahwa sebagian guru masih memiliki keterbatasan dalam mengintegrasikan pendekatan STEM dengan pembelajaran tiga dimensi dan pemanfaatan teknologi digital.
“Pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan guru dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21 peserta didik,” ujar Novia.
Materi pelatihan disampaikan oleh sejumlah akademisi dan praktisi yang memiliki keahlian di bidang pendidikan sains. Prof. Dr.paed. Nurma Yunita Indriyanti, S.Pd., M.Si., M.Sc. membawakan materi mengenai tren riset pendidikan dan kebijakan pembelajaran IPA terkini.
Sementara itu, Murni Ramli, S.P., M.Si., Ed.D. menjelaskan penerapan kerangka Claim-Evidence-Reasoning sebagai bagian dari proses berpikir dan bekerja layaknya seorang saintis.
Pada sesi praktik, Febriani Sarwendah Asri Nugraheni, M.Pd. bersama Dr. Novia, M.Pd. mendampingi peserta menggunakan platform digital SageModeler dan Concord Activity. Sesi tersebut mendapatkan antusiasme tinggi dari para guru karena memberikan pengalaman langsung dalam merancang pembelajaran berbasis simulasi digital.
Berdasarkan hasil pretest, kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge atau TPACK para guru berada pada kategori cukup hingga baik. Meski demikian, tim masih menemukan sejumlah aspek yang perlu diperkuat, khususnya dalam penguasaan teknologi dan pengintegrasian pengetahuan teknologi, pedagogi, serta materi pembelajaran.
Program pengabdian ini akan dilanjutkan pada Juli 2026 melalui pelaksanaan Open Class di dua sekolah mitra. Tim juga akan mengadakan posttest untuk mengukur peningkatan kompetensi guru setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Luaran yang ditargetkan dari kegiatan tersebut meliputi artikel ilmiah, publikasi media, serta perangkat pembelajaran STEM 3D Learning berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan instrumen penilaian berbasis Claim-Evidence-Reasoning.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui pengembangan inovasi pembelajaran serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan MGMP IPA. (*)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda