MAUMERE - Tim Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Korwil Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergerak membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Setelah menyalurkan 30 paket bantuan pangan pokok kepada masyarakat pada Minggu 16 Agustus, tim UAR kembali turun ke lapangan dengan mendistribusikan air minum kepada para pengungsi yang bertahan di tenda-tenda pengungsian Gelora Samador, Maumere, Senin (17/8) malam.
Kegiatan tersebut dilakukan UAR bersama tim Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar ribuan warga yang bertahan di tenda-tenda darurat pengungsian.
“Alhamdulillah, pada malam hari ini Tim UAR bersama PMI menyalurkan air minum dan bahan pokok lainnya di tenda-tenda darurat para pengungsi di Gelora Samador, Maumere,” ujar Ketua UAR NTT Daud Masang dalam laporan video yang dibagikan, Senin (17/8) malam.
Menurut Daud, sebagian pengungsi telah bertahan selama beberapa hari di tenda-tenda dengan berbagai keterbatasan. Karena itu, pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya ketersediaan air minum, menjadi salah satu prioritas bantuan di lokasi terdampak.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah mendukung kegiatan kemanusiaan UAR di Flores.
“Terima kasih atas partisipasi para donatur. Semoga Allah memudahkan dan melancarkan rezeki para donatur yang telah memberikan sebagian rezekinya kepada saudara-saudara kita yang berada di tenda-tenda pengungsian,” katanya.
Bersihkan Puing Menara Masjid
Aksi kemanusiaan UAR berlanjut pada Selasa (18/8) pagi. Sekitar pukul 07.30 WITA, para relawan melakukan pembersihan puing-puing reruntuhan Menara Masjid Al-Muhajirin di Jalan Melati Raya Perumas Maumere, yang rusak akibat guncangan gempa.
Pembersihan berlangsung hingga sekitar pukul 09.35 WITA dan melibatkan lima personel UAR yang berposko di Maumere.
“Alhamdulillah, hari ini (18/8) tim UAR yang berada di Maumere telah selesai membersihkan reruntuhan tembok Menara Masjid Al-Muhajirin hingga pukul 09.35 WITA,” kata Pembina UAR Korwil NTT Abdul Qadir Munir dalam laporan singkatnya, Selasa (18/8).
Melihat luasnya wilayah terdampak dan kebutuhan penanganan di sejumlah daerah, Abdul Qadir menilai perlu adanya tambahan personel relawan untuk memperkuat kegiatan kemanusiaan di lapangan.
“Melihat kondisi yang ada, menurut saya perlu penambahan personel, baik dari NTT sendiri maupun dari luar Nusa Tenggara Timur, karena jangkauannya sangat luas, meliputi Kabupaten Sikka, Ngada, dan Manggarai Timur,” ungkapnya.
Usulan tersebut mendapat dukungan Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat. Ia mengatakan, rencana penambahan personel akan segera dibahas bersama pihak-pihak terkait dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan.
Kepada para relawan UAR yang tengah menjalankan misi kemanusiaan di Flores, H. Endang berpesan agar tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
“Alhamdulillah. Tetap semangat dan jaga kesehatan para relawan. Waspada terhadap gempa susulan,” pesannya. [AM]
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda