Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. UNESA Kenalkan Topeng Batik di Vietnam, Bangun Dialog Antarbudaya dan Perluas Kolaborasi Akademik

UNESA Kenalkan Topeng Batik di Vietnam, Bangun Dialog Antarbudaya dan Perluas Kolaborasi Akademik

Foto profil Rina Maharani
Penulis: Rina Maharani
09 Oktober 2026, 13.29 WITA Editor: Gilang Pamungkas
5 menit baca
UNESA Kenalkan Topeng Batik di Vietnam

Ho Chi Minh City, JurnalPost.com — Topeng batik menjadi salah satu media yang digunakan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada mahasiswa di Vietnam. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) internasional, akademisi UNESA mengajak mahasiswa mengenal kekayaan budaya Nusantara sekaligus membangun dialog antarbudaya kedua negara.

Kegiatan tersebut berlangsung di University of Social Sciences and Humanities, Viet Nam National University Ho Chi Minh City (USSH–VNUHCM), Vietnam, pada 21–24 September 2026. Selain pelatihan topeng batik, kunjungan akademik ini mencakup program visiting lecturer, pertukaran pengetahuan, serta penjajakan kolaborasi penelitian.

IKLAN

Tim UNESA dipimpin oleh Dr. Hespi Septiana, M.Pd., dengan membawa pendekatan pembelajaran budaya yang menggabungkan pengenalan seni tradisional, kreativitas, dan komunikasi lintas budaya.

Kolaborasi Kampus dan Masyarakat
Baca Juga

Kolaborasi Kampus dan Masyarakat: PBSJ Unesa Hadirkan Pelatihan Macapat bagi Paguyuban Budi Luhur

Dalam kegiatan PKM bertajuk "Pelatihan Pengenalan Topeng Batik sebagai Media Dialog Antarbudaya Indonesia–Vietnam", mahasiswa diajak memahami batik melalui perspektif yang lebih luas, bukan sekadar sebagai karya seni atau produk kerajinan.

Peserta mempelajari unsur visual topeng batik, mulai dari motif, warna, bentuk, hingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Berbagai unsur tersebut kemudian menjadi bahan diskusi untuk mengenali persamaan dan perbedaan ekspresi budaya antara Indonesia dan Vietnam.

Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya menerima penjelasan mengenai kebudayaan Indonesia, tetapi juga diajak mengembangkan pemahaman melalui interaksi dan pertukaran pandangan.

Ketua Tim PKM UNESA, Dr. Hespi Septiana, M.Pd., menjelaskan bahwa penggunaan topeng batik dipilih karena memiliki karakter visual yang menarik sekaligus mengandung identitas budaya Indonesia.

siswa SMA Probolinggo
Baca Juga

Perkuat Talenta Sains Daerah, Unesa Gelar Pembinaan OSN Fisika di Probolinggo

"Topeng batik dapat menjadi media yang dekat dengan mahasiswa karena memadukan aspek visual, kreativitas, dan identitas budaya. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang dialog yang memungkinkan mahasiswa Vietnam mengenal Indonesia sekaligus mendiskusikan persamaan dan perbedaan budaya kedua negara," ujar Hespi.

Menurutnya, kegiatan pengabdian internasional memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi untuk memperluas manfaat pendidikan dan pengetahuan hingga melampaui batas negara.

Melalui interaksi langsung dengan mahasiswa Vietnam, pengenalan budaya Indonesia diharapkan dapat berlangsung secara lebih komunikatif dan membangun pemahaman bersama.

Ketua Tim PKM UNESA

Visiting Lecturer Perkenalkan Keberagaman Nusantara

Selain pelatihan topeng batik, tim UNESA juga mengikuti kegiatan visiting lecturer dan pertukaran akademik di Faculty of Oriental Studies, USSH–VNUHCM.

FK UPN
Baca Juga

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Program tersebut mengangkat tema "Pesona Indonesia: Keberagaman Budaya dalam Satu Nusantara" yang memperkenalkan keragaman budaya, bahasa, identitas, serta kehidupan masyarakat Indonesia kepada mahasiswa dan dosen di Vietnam.

Kegiatan ini turut melibatkan Dr. Resdianto Permata Raharjo, M.Pd., Respati Retno Utami, M.Pd., dan Nadia Nur Thahirrah, S.E., M.SM., yang memperoleh undangan resmi dari USSH–VNUHCM untuk berpartisipasi dalam program visiting lecturer dan academic exchange.

Melalui program tersebut, mahasiswa Vietnam mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan akademisi Indonesia mengenai keberagaman Nusantara.

Materi yang diberikan tidak hanya menampilkan kekayaan tradisi, tetapi juga membuka diskusi mengenai hubungan antara bahasa, identitas, dan kehidupan sosial masyarakat.

IKLAN

Pertukaran akademik ini menjadi ruang pertemuan berbagai perspektif, terutama dalam memahami bagaimana kebudayaan membentuk karakter dan identitas masyarakat di masing-masing negara.

Topeng Batik Jadi Sarana Diplomasi Budaya

Penggunaan topeng batik dalam kegiatan PKM menjadi salah satu pendekatan yang menarik karena menghubungkan pembelajaran budaya dengan pengalaman visual dan kreativitas.

Batik yang selama ini dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia diperkenalkan melalui medium topeng. Perpaduan tersebut memungkinkan mahasiswa mengeksplorasi hubungan antara seni, simbol, dan komunikasi budaya.

fKetua Tim PKM UNESA

Melalui diskusi mengenai motif dan makna yang terkandung dalam topeng batik, mahasiswa diajak memahami bagaimana sebuah karya seni dapat menyampaikan pesan mengenai identitas masyarakat.

Pendekatan ini juga membuka kesempatan untuk membandingkan berbagai bentuk ekspresi budaya Indonesia dan Vietnam.

Dengan demikian, pengenalan topeng batik tidak hanya berorientasi pada penyampaian pengetahuan mengenai kebudayaan Indonesia, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi dan saling pengertian.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana diplomasi budaya dapat dijalankan melalui aktivitas pendidikan yang melibatkan mahasiswa secara langsung.

Perkuat Kerja Sama Penelitian dan Pertukaran Akademik

Rangkaian kegiatan UNESA di Vietnam juga menjadi bagian dari pengembangan kerja sama kelembagaan antara Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNESA dan USSH–VNUHCM.

Kolaborasi kedua institusi mencakup sejumlah bidang akademik, antara lain penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga publikasi ilmiah.

Kerja sama tersebut memiliki landasan melalui dokumen Implementation of Arrangement yang mengatur pelaksanaan kegiatan akademik kedua perguruan tinggi.

Berdasarkan dokumen kerja sama yang dirujuk dalam kegiatan tersebut, kolaborasi dirancang berlangsung selama lima tahun dengan kemungkinan evaluasi dan pembaruan berdasarkan kesepakatan kedua pihak.

Kesepakatan ini membuka peluang bagi kedua institusi untuk mengembangkan program yang lebih berkelanjutan, termasuk penelitian kolaboratif, mobilitas akademik, dan pengabdian masyarakat internasional.

Bagi UNESA, kegiatan di Vietnam menjadi salah satu bentuk pelaksanaan kerja sama internasional yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara bagi mahasiswa dan akademisi di Vietnam, program ini menghadirkan kesempatan untuk mempelajari kebudayaan Indonesia sekaligus memperluas hubungan akademik dengan perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui pelatihan topeng batik, visiting lecturer, dan pengembangan kerja sama riset, kedua perguruan tinggi berupaya membangun hubungan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga pada pertukaran budaya dan penguatan pemahaman antarmasyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi pintu masuk bagi perguruan tinggi untuk membangun dialog internasional serta mengembangkan kolaborasi pendidikan lintas negara.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/unesa-kenalkan-topeng-batik-di-vietnam-bangun-dialog-antarbudaya-dan-perluas-kolaborasi-akademik/98087/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.39 WITA

  • #Pengabdian kepada Masyarakat
  • #Unesa
  • #Vietnam
  • #dialog antarbudaya
  • #kebudayaan Indonesia
  • #kolaborasi akademik
  • #topeng batik

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Pilihan Editor

  1. 1 Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?
  2. 2

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  3. 3

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  4. 4

    Inovasi Teh Kulit Jeruk: Pemanfaatan Limbah Pangan Fungsional untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

  5. 5

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.