Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Ditjen Pesantren Perkuat Perencanaan Program dan Anggaran, Targetkan Capaian Nyata dalam 100 Hari

Ditjen Pesantren Perkuat Perencanaan Program dan Anggaran, Targetkan Capaian Nyata dalam 100 Hari

Foto profil Fatimah
Penulis: Fatimah
16 September 2026, 12.38 WITA Editor: Annisa
4 menit baca
Ditjen Pesantren Perkuat Perencanaan

Jakarta, JurnalPost.com — Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama mulai memperkuat sistem perencanaan program dan penganggaran setelah resmi berdiri sebagai unit eselon I. Langkah tersebut menjadi bagian dari penataan kelembagaan agar setiap program memiliki sasaran yang terukur dan penggunaan anggaran memberikan manfaat nyata bagi pesantren.

Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said mengatakan, salah satu tantangan awal yang dihadapi Ditjen Pesantren adalah memastikan kelembagaan baru tersebut mampu menunjukkan hasil yang konkret dalam waktu relatif singkat.

IKLAN

Ia menargetkan capaian yang dapat dirasakan pesantren sudah mulai terlihat dalam 100 hari pertama.

Kunjungan ke Ponpes Al Amin
Baca Juga

Menag: Pendidikan Pesantren Padukan Kecerdasan Akal dan Kedalaman Batin

“Dalam 100 hari pertama, Direktorat Jenderal Pesantren harus mampu menunjukkan capaian yang bermakna bagi pesantren. Sebelum tahun 2027, capaian itu harus bisa kita tunjukkan kepada Menteri Agama,” ujar Basnang Said di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Menurut Basnang, pengembangan Ditjen Pesantren perlu tetap berpijak pada tiga fungsi utama pesantren, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Ketiga fungsi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan program sekaligus penataan organisasi dan sumber daya manusia di lingkungan Ditjen Pesantren.

“Ditjen Pesantren sudah resmi terbentuk. Tanggung jawab pelaksanaannya sekarang kita emban bersama,” katanya.

Pesantren Bakery Workshop in Action
Baca Juga

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Selain membangun struktur kelembagaan, sejumlah program strategis juga didorong untuk dipercepat. Basnang menyebut digitalisasi, peningkatan sanitasi, hingga penanganan kekerasan seksual di lingkungan pesantren sebagai beberapa agenda yang membutuhkan perhatian.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan program tidak cukup hanya diukur dari besarnya penyerapan anggaran.

Penggunaan anggaran, menurutnya, harus berjalan seiring dengan pelaksanaan kegiatan serta menghasilkan capaian yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan.

Perencanaan Berbasis Output dan Data

Inspektur II Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Mohamad Ali Irfan menilai proses perencanaan Ditjen Pesantren perlu disusun berdasarkan fungsi, output, serta data yang terintegrasi.

Kondisi cuaca mendung
Baca Juga

Asap Tebal Tak Surutkan Semangat, Tim 15 Ekspedisi Patriot UI Bekali UMKM Pala Werianggi-Werabur Keterampilan Branding dan Fotografi Produk

Penataan nomenklatur anggaran juga dinilai penting untuk menghindari tumpang tindih maupun duplikasi program.

IKLAN

“Penajaman KRO/RO bukan sekadar perbaikan administratif, melainkan fondasi agar setiap rupiah anggaran dapat dilacak manfaatnya,” jelas Ali Irfan.

KRO atau Klasifikasi Rincian Output dan RO atau Rincian Output menjadi bagian penting dalam penyusunan anggaran pemerintah karena digunakan untuk menghubungkan alokasi dana dengan hasil yang ingin dicapai.

Ali Irfan menyebut terdapat empat fokus yang dapat menjadi arsitektur utama program Ditjen Pesantren, yakni pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan manajemen.

Dengan pembagian tersebut, setiap program diharapkan memiliki posisi dan indikator capaian yang lebih jelas sehingga pelaksanaan dan evaluasinya dapat dilakukan secara terukur.

Persiapkan Transisi Anggaran

Sementara itu, Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Ahmad Hidayatullah mengatakan pembentukan Ditjen Pesantren membawa konsekuensi berupa proses transisi pengelolaan program dan anggaran.

Sebelumnya, sebagian fungsi terkait pesantren berada di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Setelah terbentuknya Ditjen Pesantren, pengalihan fungsi perencanaan dan anggaran perlu dipersiapkan secara bertahap.

Persiapan tersebut antara lain mencakup perangkat pendukung, kode satuan kerja, sistem administrasi, hingga sumber daya manusia yang akan mengelola keuangan.

“Perencanaan jangan dipikirkan terlalu makro. Fokus dulu pada dua atau tiga hal yang dapat segera diselesaikan, yaitu perencanaan, anggaran, dan perangkat keuangan,” ujar Ahmad Hidayatullah.

Ia mengatakan kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam masa transisi tersebut.

Personel yang bertugas perlu memahami mekanisme perencanaan dan pengelolaan keuangan, penggunaan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI), hingga pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).

Persiapan itu dibutuhkan agar ketika Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) diterbitkan, Ditjen Pesantren dapat segera menjalankan program dan anggaran tanpa terkendala kesiapan administrasi maupun perangkat pengelolaan keuangan.

Penguatan perencanaan sejak awal diharapkan membuat Ditjen Pesantren tidak hanya memiliki struktur kelembagaan baru, tetapi juga mampu membangun pola kerja yang terukur, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pesantren.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/ditjen-pesantren-perkuat-perencanaan-program-dan-anggaran-targetkan-capaian-nyata-dalam-100-hari/97705/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.45 WITA

  • #Anggaran Pesantren
  • #Basnang Said
  • #Ditjen Pesantren
  • #Kementerian Agama
  • #Pemberdayaan Masyarakat
  • #Program Strategis
  • #pendidikan pesantren

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian
  2. 2

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  3. 3

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  4. 4

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  5. 5

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.