Jakarta, JurnalPost.com – Tim dosen Teknik Industri Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pengembangan usaha jamu berbasis teknologi, peningkatan kualitas produk, serta penguatan sistem distribusi.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Usaha Jamu dengan Penerapan Teknologi serta Peningkatan Keterampilan, Kualitas, dan Distribusi Produk” tersebut dilaksanakan di wilayah Jakarta Barat pada Rabu, 15 April 2026.
Pelatihan menyasar ibu rumah tangga dan pelaku usaha yang ingin meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha jamu secara lebih terstruktur. Tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pengemasan, distribusi, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengembangan usaha.
Tim dosen yang terlibat terdiri atas Ir. Silvi Ariyanti, M.Sc., Puspita Dewi Widayat, S.T., M.T., Bonitasari Nurul Alfa, S.T., M.M., M.Sc., Agung Chandra, S.T., M.T., M.M., Diah Utami, S.T., M.T., serta Ketty Siti Salamah, S.T., M.T.
Pengembangan Usaha Jamu dari Produksi hingga Distribusi
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh pelatihan mengenai proses pembuatan dan pengembangan jamu tradisional, pemanfaatan teknologi tepat guna, pengelolaan distribusi dan transportasi, serta penerapan prinsip ergonomi dan keamanan dalam proses pengemasan.

Materi tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami bagaimana menghasilkan produk jamu, tetapi juga mengetahui tahapan yang perlu diperhatikan apabila produk tersebut akan dikembangkan menjadi sebuah usaha.
Peserta diperkenalkan pada hubungan antara ketersediaan bahan baku, proses produksi, pengemasan, distribusi, hingga pelayanan kepada konsumen.
Salah satu materi yang diberikan adalah pengenalan konsep Supply Chain Management (SCM) atau manajemen rantai pasok dalam usaha jamu skala rumah tangga.
Melalui pendekatan sederhana, peserta diajak memahami bahwa usaha rumahan juga memiliki rantai pasok yang perlu dikelola dengan baik agar kegiatan produksi maupun distribusi dapat berjalan lebih efektif.
“Usaha skala rumah tangga sebenarnya juga memiliki rantai pasok. Mulai dari memperoleh bahan baku, mengolah produk, mengemas, sampai bagaimana produk tersebut dapat diterima oleh konsumen,” jelas tim pelaksana.

Pemanfaatan Teknologi dan Kanal Digital
Aspek transportasi juga menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian. Dalam pengembangan usaha jamu, proses distribusi menjadi bagian penting karena menentukan bagaimana produk sampai kepada konsumen dalam kondisi yang tetap terjaga.
Peserta diperkenalkan pada berbagai alternatif distribusi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha saat ini, mulai dari penjualan secara langsung hingga penggunaan jasa pengiriman dan kanal pemasaran berbasis digital.
Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai dapat membantu usaha skala rumah tangga menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa harus sepenuhnya bergantung pada penjualan secara konvensional.
Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, kegiatan turut menghadirkan pengalaman dari UMKM Jamu Sri Lestari. Usaha tersebut menjadi salah satu contoh pengembangan usaha jamu rumah tangga melalui produk jamu segar maupun jamu beku, sekaligus pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran.
Peserta dapat berdiskusi mengenai pengalaman pengelolaan usaha, tantangan dalam mempertahankan kualitas produk, hingga cara membangun hubungan dengan konsumen.

Perhatikan Ergonomi dan Keamanan Pengemasan
Selain produksi dan distribusi, aspek ergonomi dalam aktivitas usaha turut dibahas dalam pelatihan.
Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan proses kerja yang aman dan nyaman, khususnya ketika melakukan aktivitas produksi maupun pengemasan secara berulang.
Pengemasan yang tepat juga dinilai berperan penting dalam menjaga mutu produk selama proses penyimpanan dan distribusi.
Dengan demikian, pengembangan usaha jamu tidak semata-mata berorientasi pada jumlah produksi, tetapi juga memperhatikan kualitas produk, keamanan kerja, dan kenyamanan pelaku usaha.
Kegiatan dilaksanakan melalui kombinasi penyampaian materi, praktik, diskusi, serta sesi berbagi pengalaman antara tim dosen, mitra, dan peserta.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami materi secara lebih praktis dan menyesuaikannya dengan kondisi usaha masing-masing.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat ini, Universitas Mercu Buana mendorong masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku UMKM, untuk mengembangkan usaha jamu secara lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Pengembangan usaha tidak hanya diarahkan pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas, pengemasan, manajemen distribusi, efisiensi proses kerja, serta pemanfaatan kanal digital.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha berbasis produk lokal di wilayah DKI Jakarta.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda