JurnalPost.com - Kemasan bukan lagi sekadar pelindung produk. Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, desain kemasan menjadi salah satu elemen penting dalam membangun citra produk, menarik perhatian konsumen, sekaligus meningkatkan nilai jual.
Hal tersebut menjadi perhatian tim dosen Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tahun 2026. Melalui program bertajuk “Pemanfaatan Aplikasi Digital untuk Desain Kemasan pada UKM Tahu”, tim memberikan pendampingan kepada UKM Tahu Awang dalam mengembangkan desain kemasan dengan memanfaatkan teknologi digital.
Kegiatan yang berlangsung pada 13–15 Agustus 2026 tersebut dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri dari Raden Adriyani Oktora, ST., MT., Dr. Defi Norita, ST., MT., serta Bethriza Hanum, ST., MT.
Program ini berangkat dari pentingnya kemampuan suatu produk untuk beradaptasi dengan perubahan pasar. Selain kualitas produk, aspek visual dan fungsi desain turut menentukan bagaimana konsumen melihat serta menerima produk yang ditawarkan.
Desain yang tepat dapat membantu sebuah usaha meningkatkan daya tarik produk, memperluas pasar, membangun persepsi positif konsumen hingga memperkuat citra merek. Di tengah banyaknya produk dengan karakteristik yang semakin mirip, kemasan juga dapat menjadi pembeda yang memberikan identitas khusus kepada sebuah produk.
Karena itu, pengembangan desain produk dan kemasan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi jangka panjang bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Canva Dimanfaatkan untuk Merancang Kemasan
Dalam kegiatan pengabdian ini, tim Universitas Mercu Buana memperkenalkan pemanfaatan Canva sebagai salah satu aplikasi digital yang dapat membantu pelaku UKM membuat desain kemasan.
Aplikasi tersebut dipilih karena relatif mudah digunakan serta menyediakan berbagai fitur desain yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna dengan tingkat kemampuan yang beragam.
Canva menyediakan beragam template, gambar, bentuk, pilihan huruf, video, audio, serta berbagai elemen grafis yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan. Untuk kebutuhan desain kemasan, hasil rancangan juga dapat disimpan dalam bentuk file gambar yang selanjutnya dapat digunakan sebagai contoh atau prototipe sebelum dicetak.
Pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam mengembangkan kemasan produk tahu agar lebih menarik, efisien, operasional, serta memiliki nilai tambah.
Selain pendekatan digital, kegiatan juga menggabungkan aspek teknis dan manajerial sehingga pemanfaatan teknologi tidak hanya berhenti pada pembuatan desain, tetapi juga dapat mendukung pengembangan usaha secara lebih luas.
Diawali Diskusi dan Pengenalan Aplikasi
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama berupa Focus Group Discussion (FGD) mengenai pemanfaatan Canva dan berbagai fungsi yang dapat digunakan untuk mendukung pengembangan kemasan produk.
Tim pengabdian menjelaskan cara kerja aplikasi kepada pemilik UKM, termasuk bagaimana teknologi desain digital dapat mempermudah proses pembuatan kemasan yang lebih menarik.
Pendampingan menjadi penting karena salah satu tantangan yang masih dihadapi UKM adalah keterbatasan sumber daya manusia dengan keterampilan khusus dalam pengembangan usaha.
Keterbatasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan desain, tetapi juga menyangkut perencanaan material, proses produksi, distribusi hingga pengemasan.
Untuk membantu mengatasi kendala tersebut, tim juga memberikan beberapa alternatif desain kemasan yang dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan karakteristik produk UKM Tahu Awang.
Merancang Spesifikasi Kemasan Baru
Tahap berikutnya adalah perancangan desain kemasan. Tim PKM bersama pemilik UKM melakukan diskusi untuk menentukan bentuk dan spesifikasi kemasan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan produk.
Berdasarkan hasil FGD, kemasan yang dirancang menggunakan plastik vacuum bening polos dengan ukuran 14 x 20 sentimeter dan kapasitas produk sekitar 300 gram.
Material yang digunakan berupa plastik Nylon Vacuum 85 micron bening. Pada bagian luar kemasan dirancang pula penggunaan stiker berbahan Vinyl BOPP berukuran 7 x 5 sentimeter dengan laminasi doff.
Pemilihan konsep tersebut mempertimbangkan kebutuhan kemasan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu mendukung fungsi penyimpanan produk.
Setelah spesifikasi disepakati, tim kemudian membuat contoh visual desain kemasan menggunakan Canva. Proses ini sekaligus memberikan gambaran kepada pemilik UKM mengenai bagaimana sebuah konsep kemasan dapat dikembangkan secara digital sebelum memasuki tahap produksi atau pencetakan.
Membantu Meningkatkan Nilai Produk
Dari kegiatan pendampingan tersebut, pemilik UKM mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan aplikasi digital dalam pengembangan produk.
Pemilik usaha menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai cara meningkatkan nilai atau value produk melalui pengemasan yang lebih baik.
Berdasarkan hasil kegiatan dan pengamatan mitra, penggunaan konsep kemasan yang diusulkan juga dinilai berpotensi membantu menjaga ketahanan produk lebih lama. Sebelumnya, produk disebut memiliki masa penyimpanan sekitar satu hingga dua hari, sedangkan dengan pengembangan sistem kemasan yang diterapkan dalam kegiatan ini, masa penyimpanan dilaporkan dapat mencapai sekitar empat hingga lima hari pada suhu ruang.
Hasil tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa inovasi dalam sebuah UKM tidak selalu harus dimulai melalui teknologi yang kompleks. Pemanfaatan aplikasi digital yang mudah diakses dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas visual, pengelolaan produk, serta kemampuan usaha dalam menghadapi persaingan pasar.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, tim Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana berharap pelaku UKM semakin mampu memanfaatkan teknologi digital secara mandiri, khususnya dalam mengembangkan kemasan yang lebih fungsional, menarik, dan memiliki nilai tambah.
Pendampingan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM dalam menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara langsung sesuai kebutuhan usaha.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda