Semarang, JurnalPost.com — Lima mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) berkolaborasi menjalankan program SEHATI (Sinergi Edukasi, Data, dan Aksi untuk Sekolah Sehat dan Aman) di SDN Sukorejo 01, Semarang.
Program yang berlangsung pada 7 September hingga 2 Oktober 2026 tersebut menjadi bagian dari kegiatan SKM Penggerak Pendidikan Kesehatan di Sekolah. Dalam pelaksanaannya, lima peminatan di bidang Kesehatan Masyarakat digabungkan untuk melihat kondisi kesehatan sekolah secara lebih menyeluruh.
Pendekatan yang digunakan tidak hanya menyoroti perilaku siswa, tetapi juga kondisi lingkungan, keselamatan, faktor risiko penyakit, data kependudukan, status gizi, hingga kesehatan sosial di lingkungan sekolah.
Audit Sanitasi dan Lingkungan Sekolah
Dari bidang Kesehatan Lingkungan, mahasiswa melakukan audit terhadap sejumlah fasilitas sanitasi, seperti toilet, tempat cuci tangan, sumber air, tempat sampah, drainase, kantin, hingga kondisi lingkungan di sekitar sekolah.
Hasil pengamatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Gerakan Toilet Bersih dan Sehat. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kepedulian warga sekolah terhadap kebersihan dan kelayakan fasilitas sanitasi.
Petakan Risiko Keselamatan di Sekolah
Sementara itu, peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melakukan inspeksi terhadap fasilitas umum sekolah untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan tingkat risikonya.

Mahasiswa juga menyusun jalur evakuasi serta menentukan titik kumpul sebagai bagian dari kesiapsiagaan apabila terjadi kondisi darurat.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu sekolah memiliki panduan yang lebih jelas dalam menghadapi potensi bencana maupun kejadian yang membutuhkan proses evakuasi.
Skrining Kesehatan Siswa
Dari sisi Epidemiologi, mahasiswa melakukan skrining kesehatan untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit pada siswa.
Selain pemeriksaan awal, dilakukan pula pemantauan faktor risiko dan pencatatan kasus penyakit yang ditemukan di lingkungan sekolah.
Data tersebut dapat digunakan sebagai bahan untuk melihat perubahan kondisi kesehatan siswa dari waktu ke waktu sekaligus membantu sekolah mengenali persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Data Demografi hingga Status Gizi
Peminatan Biostatistika dan Kependudukan mengambil peran dalam pengolahan data sekolah.
Mahasiswa menyusun Profil Demografi Sekolah dan melakukan analisis status gizi siswa berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut umur atau IMT/U.
Pengolahan data dilakukan menggunakan Microsoft Excel dengan mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020.
Hasil analisis diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai karakteristik siswa sekaligus kondisi gizinya.
Edukasi GERMAS hingga Pencegahan Perundungan
Aspek perubahan perilaku ditangani melalui peminatan Promosi Kesehatan.
Mahasiswa menggelar kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), serta memberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan dan kesehatan mental.
Materi disampaikan dengan metode interaktif agar siswa lebih mudah memahami pesan kesehatan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dari rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah luaran berhasil disusun, mulai dari laporan kondisi sekolah, profil sekolah, hasil analisis data, peta jalur evakuasi, modul dan media edukasi, hingga naskah kebijakan.
Program SEHATI dirancang agar lima peminatan Kesehatan Masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri. Data yang dikumpulkan digunakan untuk mengenali masalah, dilanjutkan dengan edukasi dan aksi yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
Melalui pendekatan tersebut, program ini diharapkan dapat membantu sekolah membangun lingkungan belajar yang lebih sehat, aman, dan mendukung kondisi fisik maupun sosial para siswa.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda