SEMARANG, JurnalPost.com — Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan Program Penggerak Pendidikan Kesehatan di SDN Plalangan 03, Kota Semarang. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat sekaligus memperkuat pengelolaan layanan kesehatan dan keselamatan di lingkungan sekolah.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian materi kesehatan kepada siswa, tetapi juga mencakup pembenahan manajemen Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), pemeriksaan fasilitas sanitasi, pemetaan jalur evakuasi, pengolahan data kesehatan, hingga edukasi mengenai kesehatan mental dan pencegahan perundungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa menerapkan pengetahuan dari berbagai bidang peminatan Kesehatan Masyarakat untuk menjawab kebutuhan sekolah. Setiap bidang memiliki fokus kegiatan yang saling melengkapi, mulai dari aspek administrasi, promosi kesehatan, keselamatan lingkungan, hingga pemantauan kondisi kesehatan siswa.
Perkuat Pengelolaan UKS dan Standar Pelayanan Kesehatan
Salah satu perhatian utama program ini adalah penguatan pengelolaan UKS melalui kegiatan audit manajemen dan penyusunan buku standar pelayanan.
Kegiatan yang dijalankan mahasiswa peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) tersebut bertujuan membantu sekolah mengevaluasi sistem pengelolaan UKS, termasuk pembagian tugas, administrasi, serta kesiapan pelayanan kesehatan bagi siswa.
Melalui audit tersebut, sekolah diharapkan dapat mengidentifikasi aspek pengelolaan yang masih memerlukan pembenahan.
Selain melakukan evaluasi, mahasiswa juga menyusun buku standar pelayanan UKS sebagai pedoman tertulis bagi pengelola sekolah. Panduan ini dirancang untuk memperjelas prosedur pelayanan, tanggung jawab petugas, dan pencatatan kegiatan kesehatan.
Keberadaan pedoman tersebut diharapkan dapat mendukung kesinambungan pelayanan UKS, termasuk ketika terjadi pergantian petugas atau pengelola.
Ajak Siswa Biasakan Cuci Tangan melalui Pendidik Sebaya
Pada bidang Promosi Kesehatan, mahasiswa mengembangkan pendekatan peer educator atau pendidik sebaya untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan.
Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan pertemanan.
Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan serta setelah menggunakan toilet.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di lingkungan sekolah.
Melalui kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), mahasiswa berupaya mendorong siswa menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan tangan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.

Dukungan guru dan tersedianya fasilitas cuci tangan menjadi faktor penting agar kebiasaan tersebut dapat terus dilakukan setelah program mahasiswa berakhir.
Perhatikan Keselamatan Sekolah dan Kebersihan Toilet
Aspek keselamatan lingkungan juga mendapat perhatian melalui kegiatan mahasiswa peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Dua kegiatan utama yang dikembangkan adalah pembuatan peta jalur evakuasi dan inspeksi fasilitas toilet sekolah.
Peta jalur evakuasi disusun untuk membantu warga sekolah mengenali arah penyelamatan serta titik tujuan evakuasi ketika menghadapi situasi darurat.
Informasi tersebut diharapkan memudahkan siswa dan guru memahami langkah penyelamatan sesuai kondisi bangunan sekolah.
Sementara itu, inspeksi toilet dilakukan untuk meninjau kelayakan fasilitas sanitasi yang digunakan sehari-hari.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kebersihan ruangan, ketersediaan air, kondisi lantai, serta fungsi fasilitas pendukung.
Hasil peninjauan diharapkan dapat menjadi masukan bagi sekolah dalam menentukan kebutuhan perawatan maupun perbaikan sarana sanitasi.
Manfaatkan Data untuk Memantau Status Gizi Siswa
Mahasiswa dari peminatan Biostatistik dan Kependidikan turut berkontribusi melalui analisis status gizi dan pengembangan dashboard kesehatan sekolah.
Kegiatan ini bertujuan membantu pihak sekolah memahami kondisi kesehatan siswa melalui penyajian data yang lebih terstruktur.
Informasi kesehatan yang tersedia dapat diolah menjadi tabel, grafik, maupun ringkasan yang memudahkan sekolah melihat gambaran umum kondisi siswa.
Dashboard tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam merencanakan kegiatan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Dalam pemanfaatannya, kerahasiaan identitas dan informasi kesehatan pribadi siswa tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Edukasi Anti-Bullying dan Pentingnya Kesehatan Mental
Selain kesehatan fisik, mahasiswa UNNES juga memberikan perhatian terhadap kesehatan mental dan pencegahan perundungan atau bullying.
Melalui program Promosi Kesehatan, siswa diajak memahami pentingnya membangun hubungan pertemanan yang saling menghargai serta menciptakan lingkungan belajar yang aman.
Edukasi ini menekankan bahwa perundungan tidak hanya terjadi melalui tindakan kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk ejekan, penghinaan, hingga pengucilan dalam pergaulan.
Siswa juga didorong untuk mencari bantuan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.
Pembahasan kesehatan mental melengkapi kegiatan tersebut dengan mengenalkan pentingnya memahami perasaan, menghargai kondisi emosional orang lain, serta memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan persoalan.
Melalui pendekatan ini, sekolah diharapkan semakin memperhatikan kesejahteraan psikologis siswa sebagai bagian dari lingkungan pendidikan yang sehat.
Dorong Kebiasaan Sarapan Sehat dan Aktivitas Fisik
Program lainnya adalah gerakan sarapan sehat dan aktivitas fisik yang dikembangkan melalui bidang Promosi Kesehatan.
Kegiatan ini diarahkan untuk mengenalkan pentingnya pola makan yang baik sebelum menjalani aktivitas pembelajaran.
Mahasiswa mendorong siswa memahami manfaat sarapan serta memperhatikan pilihan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Selain pola makan, aktivitas fisik juga menjadi bagian dari pembiasaan hidup sehat.
Siswa didorong untuk aktif bergerak melalui kegiatan yang sesuai dengan usia dan kemampuan masing-masing.
Pembiasaan tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mendapatkan dukungan dari guru dan keluarga.
Tingkatkan Pemahaman tentang Status Gizi dan Anemia
Bidang Epidemiologi melengkapi rangkaian program melalui perhatian terhadap status gizi, anemia, dan kesehatan mental siswa.
Kegiatan ini diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan siswa sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pencegahan masalah gizi.
Edukasi anemia menjadi salah satu materi yang diperkenalkan agar siswa memahami pentingnya kecukupan zat gizi bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh.
Sementara itu, analisis status gizi dilakukan dengan memanfaatkan data kesehatan yang tersedia dan metode penilaian yang sesuai.
Informasi yang diperoleh diharapkan dapat membantu sekolah mengidentifikasi kebutuhan edukasi kesehatan serta mempertimbangkan langkah tindak lanjut bersama tenaga kesehatan apabila diperlukan.
Perhatian terhadap kesehatan mental juga menjadi bagian dari pendekatan epidemiologi untuk mendukung pemahaman terhadap kondisi emosional dan kebutuhan pendampingan siswa.
Harapkan Program Kesehatan Berlanjut di Sekolah
Program Penggerak Pendidikan Kesehatan yang dijalankan mahasiswa Kesehatan Masyarakat UNNES di SDN Plalangan 03 menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu perkuliahan dalam lingkungan pendidikan dasar.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menghubungkan pemahaman akademik dengan persoalan kesehatan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Penguatan UKS, edukasi kebersihan, keselamatan fasilitas, pengolahan data kesehatan, hingga perhatian terhadap kondisi psikologis siswa merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang lebih sehat.
Meski demikian, keberlanjutan program membutuhkan keterlibatan aktif pihak sekolah, guru, siswa, dan keluarga.
Dengan dukungan tersebut, kegiatan yang telah dirancang diharapkan tidak berhenti sebagai program mahasiswa, melainkan dapat menjadi bagian dari pembiasaan perilaku hidup sehat dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di SDN Plalangan 03.
Dokumentasi: Instagram @skmp_sdnplalangan03.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda