Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Pemilu dan Kawula Muda

Pemilu dan Kawula Muda

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
27 September 2023, 06.05 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Pemilu

Donny Syofyan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

JurnalPost.com - Para pemilih muda akan mendominasi pemilu 2024. Sekitar 114 juta rakyat Indonesia yang memenuhi syarat untuk memilih tahun depan berusia di bawah 40 tahun. Dari jumlah itu, lebih dari 68 juta adalah kaum milenial yang lahir antara awal 1980-an dan pertengahan 1990-an. Sisanya 46 juta orang adalah Generasi Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga dekade pertama milenium ini. Banyak di antara mereka yang ikut pemilu buat pertama kali.

IKLAN

Pemilu 2024 bukan hanya pemilu pertama di mana jumlah kawula melebihi peserta pemilu di atas usia 40 tahun, tetapi ini juga pertama kalinya kita menyaksikan Gen Z dalam jumlah yang besar, sebuah kelompok demografis yang secara luas dipandang apatis secara politik.

Politician’s Social Media Spotlight
Baca Juga

Politisi sebagai Konten Kreator: Strategi Pencitraan Politik di Media Sosial dan Dampaknya bagi Pemilih

Data dari Amerika Serikat membantu menggambarkan kondisi apatis tersebut: hanya 27 persen pemuda yang berusia 18 hingga 29 tahun memberikan surat suara dalam pemilihan tengah semester AS terakhir pada November 2022. Ini bisa menimbulkan masalah bagi banyak parpol mengingat mereka punya tugas sangat besar untuk membujuk dan mengajak pemilih muda. Tapi itu bukan mustahil jika parpol tahu bagaimana mencapainya. Sebagian besar, jika tidak semua, partai politik menegaskan mereka akan menyasar kaum muda dan pemilih pemula pada kampanye 2024, meskipun belum ada program-program konkret.

Beberapa parpol bahkan telah merekrut politisi populer di kalangan pemuda, seperti Ridwan Kamil dari Partai Golkar dan Sandiaga Uno dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), untuk memimpin kampanye. Parpol lain telah melangkah lebih jauh dengan mengubah citra dirinya sebagai partai yang berorientasi pada kaum muda dan inklusifitas. Salah satunya adalah Partai Amanat Nasional (PAN), yang telah berupaya untuk melepaskan lapisan jargon-jargon Islamisnya dan beralih ke retorika nasionalis. Bahkan banyak anggota parpol ini mulai beralih ke kampanye di media sosial, bernyanyi dan menari di Instagram dan Tiktok.

IKLAN

Sekarang ada kekhawatiran nyata di kalangan pemuda bahwa planet ini hanya bisa dihuni untuk beberapa dekade lagi. Sejumlah politisi memang telah mengampanyekan isu perubahan iklim, tetapi pemilih dari kalangan muda menginginkan para kandidat dengan wawasan dan aksi iklim konkret. Singkatnya, Gen Z tidak akan mau membuang waktu mereka menuju ke tempat pemungutan suara. Persoalan iklim hanyalah salah satu dari banyak masalah nyata yang dihadapi kaum muda.

Banyak hal lainnya tidak kalah mengkhawatirkan bagi Gen Z; apakah mereka mampu membeli rumah? Apakah mereka memiliki akses ke layanan kesehatan yang terjangkau jika mereka sakit? Bisakah mereka mendapatkan pekerjaan yang bagus dan tetap tanpa direpotkan oleh ancaman kecerdasan buatan (AI) atau otomatisasi? Para politisi perlu ingat bahwa kaum milenial dan Gen Z bukan hanya pemuda yang kaya, berpendidikan tinggi, suka menyeruput latte, dan menggulir (scrolling) Instagram berjam-jam yang tinggal di kota-kota besar.

Investigative Desk  Financial Fraud Review
Baca Juga

Menelusuri Aliran Dana Dugaan Penipuan, Mungkinkah Terkait Pendanaan Kampanye Pemilu 2024?

Ada jutaan orang muda yang kurang mampu di luar kota dan di pedesaan yang berjuang untuk mencari nafkah hanya untuk membayar tagihan, mendukung anak-anak atau orang tua mereka yang sudah lanjut usia. Para pemuda ini tahu apa yang mereka butuhkan, tetapi mereka tidak memiliki alat dan kekuatan untuk mempengaruhi perubahan.

Jika para politisi mampu menjangkau para pemilih muda ini, mereka tentu bakal mendapatkan gambaran lebih baik dari masalah anak-anak muda dan bagaimana membantu mengatasinya. Karena itu, turunlah ke sana dan dengarkan mereka. Jangan pernah menilai atau memberi ceramah saja. Satu hal yang tidak disukai oleh kaum muda adalah ‘digurui/diceramahi’, terutama oleh orang luar atau orang asing. Plus jangan ada janji kosong.

Sekarang masih tahap awal dan pendaftaran kandidat belum akan dibuka sampai Oktober. Para calon politisi masih memiliki waktu untuk menyiapkan strategi untuk membujuk pemilih milenial dan Gen Z. Hal yang baik tentang demokrasi Indonesia adalah bahwa jumlah pemilih sejauh ini tetap sangat tinggi. Dalam pemilu 2019, jumlah pemilih mencapai 80 persen, salah satu yang tertinggi di antara negara-negara demokrasi di dunia.

Partai-partai politik tentu tidak ingin mencemari catatan ini dengan mengecewakan pemilih muda. Jadi untuk semua politisi yang berhasrat mencalonkan diri tahun depan, rancanglah program Anda dengan lebih baik. Kalau tidak, pemilih muda yang merupakan mayoritas tidak akan repot-repot hadir di tempat pemungutan suara tahun depan.

Gema Wong Cilik
Baca Juga

Gema Wong Cilik Nusantara Serukan Persatuan di Tengah Polemik Pemilu 2024

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/pemilu-dan-kawula-muda/59365/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.34 WITA

  • #Pemilu 2024

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Pilihan Editor

  1. 1 Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang
  2. 2

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  3. 3

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  4. 4

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  5. 5

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.