Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  2. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  3. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  4. Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  5. Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan Forum Tempe Indonesia Dorong Optimalisasi Tempe untuk Program Makan Bergizi Gratis

Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan Forum Tempe Indonesia Dorong Optimalisasi Tempe untuk Program Makan Bergizi Gratis

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
30 Agustus 2026, 21.45 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Bengkulu, JurnalPost.com — Poltekkes Kemenkes Bengkulu bekerja sama dengan Forum Tempe Indonesia (FTI) menggelar seminar nasional bertema “Optimalisasi Tempe sebagai Pangan Lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)”, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti relawan dari tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bengkulu, yakni SPPG Muara Bangkahulu, SPPG Ratu Samban Padang Jati, dan SPPG Ratu Agung Tanah Patah 2.

IKLAN

Seminar merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Dr. Betty Yosephin bersama tim dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan pembiayaan dari Forum Tempe Indonesia.

Mayada Putri Balqis
Baca Juga

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Kegiatan dibuka Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bengkulu, Iqbal Ramadhan, S.H. Dalam sambutannya, Iqbal menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut karena dinilai dapat menambah wawasan para relawan pengolah makanan di SPPG, terutama terkait pemanfaatan dan pengolahan tempe.

Tempe sebagai Sumber Protein Nabati Lokal

Sekretaris Jenderal Forum Tempe Indonesia, Muhammad Ridha, S.TP., M.M., menjadi salah satu narasumber dalam seminar tersebut.

Ia memberikan pemaparan mengenai tempe mulai dari sejarah, ragam produk, hingga perannya sebagai salah satu sumber protein nabati lokal yang berpotensi dioptimalkan dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Dalam materinya, Ridha juga membandingkan nilai gizi tempe dengan sejumlah sumber protein hewani serta menjelaskan tahapan produksi tempe.

Peran Teknologi Pangan
Baca Juga

Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional

Menurutnya, terdapat dua titik penting yang perlu diperhatikan selama produksi, yakni proses pengasaman dan pengendalian suhu fermentasi.

Selain proses produksi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai standar operasional dalam penerimaan, penanganan, hingga penyimpanan tempe dalam jumlah besar. Hal tersebut dinilai penting karena dapur SPPG mengolah bahan pangan dalam skala besar setiap hari.

Ridha juga memaparkan analisis penerimaan menu berbahan tempe dalam Program MBG berdasarkan unggahan media sosial dan pemberitaan sepanjang periode 2025–2026.

Dari analisis tersebut, sisa makanan pada menu berbahan tempe dinilai lebih banyak dipengaruhi faktor cita rasa serta variasi pengolahannya. Karena itu, inovasi menu menjadi salah satu aspek penting agar tempe semakin diterima oleh penerima manfaat Program MBG.

Siswa menikmati menu
Baca Juga

Saat Makan Gratis Dibayar Mahal oleh Kesehatan Siswa: Pelajaran dari Tanah Karo

Keamanan Pangan Jadi Perhatian

Materi berikutnya disampaikan dosen Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Anang Wahyudi, S.Gz., MPH., yang membahas keamanan pangan dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.

Materi tersebut merujuk pada standar keamanan pangan olahan siap saji yang diterbitkan Direktorat Penyehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan.

Forum Tempe Indonesia

Dalam paparannya, Anang menyampaikan data mengenai kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di Indonesia.

Sepanjang 2024 tercatat 327 KLB keracunan pangan dengan jumlah korban mencapai 11.930 orang dan 20 kasus kematian. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2021 yang mencatat 70 kejadian.

Sebagian besar kejadian keracunan pangan disebut berkaitan dengan masakan rumah tangga serta jasa boga.

Karena itu, penerapan higiene dan sanitasi secara disiplin di dapur SPPG menjadi salah satu poin penting untuk menjaga keamanan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.

Peserta Ikuti Cooking Class Olahan Tempe

Sesi selanjutnya menghadirkan Ketua Yayasan Makanan dan Minuman Indonesia (YAMMI), Khoirul Anwar, S.Gz., M.Si.

Khoirul menjelaskan kandungan gizi tempe, proses fermentasi, serta berbagai inovasi olahan yang dapat dikembangkan oleh dapur SPPG.

IKLAN

Beberapa menu yang diperkenalkan antara lain tempe kecap, tempe bumbu kuning, serta kombinasi tempe dengan sumber protein hewani.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan sesi cooking class. Para peserta mempraktikkan secara langsung dua resep olahan tempe, yaitu silky puding tempe dan tempekuro, olahan tempe yang dilapisi tepung panir kemudian disajikan dengan saus mentai.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu persoalan yang banyak mendapat perhatian adalah mengenai tata cara menangani serta menyimpan tempe dalam jumlah besar di dapur SPPG.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Muhammad Ridha menjelaskan bahwa tempe memiliki karakter berbeda dibandingkan sejumlah bahan pangan lainnya karena proses fermentasi masih terus berjalan setelah produk selesai dibuat.

“Tempe itu unik. Proses fermentasi oleh jamur Rhizopus masih berjalan, jadi penanganannya tidak sama dengan bahan lain. Suhunya perlu diturunkan, dan tempe perlu ditata supaya udara bisa bersirkulasi,” kata M. Ridha.

Pendampingan SPPG dan UMKM Tempe Akan Dilanjutkan

Ketua kegiatan, Dr. Betty Yosephin, mengatakan kerja sama Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan Forum Tempe Indonesia tidak berhenti setelah seminar selesai.

Pendampingan direncanakan berlanjut kepada SPPG maupun pelaku UMKM tempe yang berpotensi menjadi pemasok bahan pangan untuk Program MBG.

“FTI dan Poltekkes Bengkulu akan terus mendampingi SPPG dalam pemanfaatan tempe, termasuk membina UMKM tempe sebagai pemasok tempe agar mutu dan keamanan produknya tetap konsisten,” kata Betty.

Penguatan kualitas pemasok dinilai penting agar tempe yang digunakan dalam pelayanan makanan memiliki standar mutu dan keamanan yang terjaga secara konsisten.

Potensi Gizi, Budaya, dan Ekonomi Tempe

Tempe dinilai memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya berpotensi terus dikembangkan sebagai salah satu pilihan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Berdasarkan materi yang disampaikan dalam seminar, kandungan protein tempe per takaran disebut dapat bersaing dengan sumber protein seperti daging sapi dan ayam. Tempe juga memiliki kandungan kalsium yang tinggi.

Kajian Purwandari dan sejumlah peneliti lainnya yang dipublikasikan dalam Journal of Ethnic Foods pada 2025 turut mencatat bahwa berbagai jenis tempe, mulai dari tempe kedelai hingga tempe berbahan kacang tanah, memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk sembilan asam amino esensial.

Tempe juga memiliki nilai penting dari sisi budaya.

Kemenkes Bengkulu

Tempe Jawa Tengah telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2017 melalui Sertifikat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 60089/MPK.E/KB/2017.

Sementara itu, nominasi “Culture of Tempe” masih menjalani proses evaluasi untuk dapat ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.

Selain nilai gizi dan budaya, sektor produksi tempe juga memiliki kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.

Sekitar 150.000 unit usaha tempe di Indonesia disebut menyerap sekitar 50–60 persen dari kebutuhan kedelai nasional yang mencapai sekitar 3 juta ton.

Sebagian besar pelaku usaha tempe berada pada skala mikro dan kecil. Industri tersebut juga termasuk dalam sektor usaha yang mendapat perlindungan bagi UMKM sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021.

Melalui seminar tersebut, Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan Forum Tempe Indonesia berharap pemanfaatan tempe dalam Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya mampu mendukung kebutuhan gizi masyarakat, tetapi sekaligus memperkuat keamanan pangan, inovasi menu, serta keberlanjutan usaha produsen tempe lokal.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/poltekkes-bengkulu-dan-fti-optimalisasi-tempe-program-mbg/97504/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.58 WITA

  • #Makan Bergizi Gratis
  • #Pangan Lokal
  • #Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • #bengkulu
  • #forum tempe indonesia
  • #gizi
  • #keamanan pangan
  • #tempe

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pilihan Editor

  1. 1 Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro
  2. 2

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  3. 3

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  4. 4

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  5. 5

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.