SURABAYA, JurnalPost.com – Di tengah derasnya arus konten hiburan, tren viral, dan berbagai unggahan yang berlomba mendapatkan perhatian pengguna media sosial, isu lingkungan menghadapi tantangan tersendiri agar tetap mendapat ruang di tengah masyarakat.
Bagi kreator konten Septian Rizky Firmansyah, atau yang dikenal sebagai Mas Rizky, kondisi tersebut justru menjadi peluang untuk membawa isu lingkungan lebih dekat kepada generasi muda melalui pendekatan kreatif di ruang digital.
Mas Rizky menilai perubahan cara masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengonsumsi informasi perlu direspons dengan strategi komunikasi yang lebih relevan. Pesan mengenai lingkungan yang selama ini sering dianggap serius, berat, dan identik dengan kampanye formal dapat dikemas melalui bahasa yang lebih ringan tanpa menghilangkan substansi.
Menurutnya, tantangan seorang kreator bukan sekadar menyampaikan informasi tentang lingkungan, tetapi juga bagaimana membuat audiens bersedia berhenti sejenak di tengah derasnya informasi, memperhatikan pesan, memahami persoalan, dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, kreativitas memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan lingkungan. Konten tidak cukup hanya berisi ajakan menjaga kebersihan ataupun peringatan mengenai dampak kerusakan alam. Pesan perlu dibangun dengan pendekatan yang mampu menciptakan kedekatan emosional dengan audiens.
Kreator sebagai Penghubung Isu Lingkungan dan Generasi Muda
Pendekatan tersebut menjadi salah satu perhatian Mas Rizky saat membuat konten bertema lingkungan. Menurutnya, kreator memiliki posisi strategis untuk menerjemahkan persoalan yang kompleks menjadi cerita yang lebih sederhana dan mudah dipahami.
Peran tersebut semakin relevan karena generasi muda kini sangat dekat dengan berbagai platform media sosial. Informasi yang dikemas melalui video, cerita personal, visual menarik, maupun pengalaman sehari-hari berpotensi lebih mudah diterima dibandingkan pesan yang disampaikan secara kaku.
Bagi Mas Rizky, peran kreator konten juga telah berkembang. Kreator tidak lagi hanya menjadi seseorang yang menghasilkan video untuk menghibur atau menarik perhatian audiens, tetapi dapat menjadi penghubung antara berbagai persoalan di masyarakat dengan kehidupan sehari-hari para pengikutnya.
Dalam konteks lingkungan, media sosial dapat menunjukkan bahwa menjaga alam bukan semata-mata menjadi tugas pemerintah, organisasi lingkungan, atau kelompok tertentu.
Generasi muda juga memiliki peran karena mereka merupakan bagian dari masyarakat yang akan menghadapi berbagai kondisi dan tantangan lingkungan pada masa mendatang.
Kepedulian Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Mas Rizky berupaya menunjukkan bahwa pesan tentang lingkungan tidak harus selalu disampaikan melalui narasi yang berat. Kepedulian dapat dimulai melalui berbagai tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kebiasaan kecil dapat memberikan dampak apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan lebih banyak orang.
Pendekatan tersebut sekaligus dapat menghindarkan konten lingkungan dari kesan menggurui. Audiens dinilai lebih mudah menerima sebuah pesan ketika merasa diajak untuk memahami dan melakukan perubahan bersama-sama, bukan hanya menerima instruksi mengenai apa yang harus dilakukan.
Karakter media sosial yang interaktif juga memberikan peluang lebih besar bagi penyebaran pesan lingkungan.
Audiens bukan hanya menjadi penerima informasi. Mereka dapat memberikan tanggapan, berdiskusi, membagikan pengalaman, hingga menyebarkan kembali konten yang dianggap menarik dan bermanfaat.
Dengan mekanisme tersebut, sebuah konten berpotensi berkembang jauh melampaui pembuatnya. Pesan yang awalnya disampaikan seorang kreator dapat berpindah dari satu pengguna kepada pengguna lainnya hingga melahirkan percakapan yang lebih luas.
Dorong Lebih Banyak Kreator Angkat Isu Lingkungan
Mas Rizky berharap semakin banyak kreator muda yang berani menjadikan isu lingkungan sebagai bagian dari karya mereka.
Menurutnya, tidak perlu ada satu formula khusus untuk membuat konten lingkungan dapat diterima masyarakat. Setiap kreator memiliki karakter, pengalaman, gaya komunikasi, dan sudut pandang yang berbeda.
Keberagaman itulah yang justru dapat menjadi kekuatan. Kreator dapat memilih pendekatan masing-masing selama substansi pesan yang disampaikan tetap memiliki makna dan dibawakan secara tulus.
Isu lingkungan yang sebelumnya dianggap berat dapat diangkat melalui cerita personal, aktivitas sehari-hari, visual yang menarik, maupun berbagai bentuk kreativitas lainnya. Dengan cara tersebut, pesan lingkungan dapat tetap mudah dipahami tanpa kehilangan nilai utamanya.
Mas Rizky juga melihat media sosial bukan hanya sebagai tempat untuk menyampaikan pesan secara satu arah.
Platform digital dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kreator, komunitas, dan masyarakat dalam percakapan mengenai berbagai persoalan lingkungan.
Semakin banyak kreator yang mengambil bagian, semakin beragam pula cara pesan tersebut menjangkau masyarakat. Dari sana, kesadaran kolektif dapat tumbuh secara perlahan, dimulai dari individu hingga berkembang menjadi gerakan yang lebih luas.
Konten Digital sebagai Pemantik Perubahan
Menurut Mas Rizky, perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari perubahan ketika dilakukan oleh banyak orang.
Dalam konteks tersebut, konten digital dapat berfungsi sebagai pemantik yang mengajak masyarakat melihat persoalan lingkungan dari sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.
Bagi Mas Rizky, kekuatan seorang kreator juga tidak hanya dapat diukur dari jumlah pengikut ataupun seberapa besar jangkauan sebuah konten.
Nilai yang lebih penting muncul ketika sebuah karya mampu membuat seseorang berpikir, memahami sebuah persoalan, kemudian terdorong untuk melakukan sesuatu.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa industri kreatif dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Kreativitas tidak hanya digunakan untuk menghasilkan konten yang menarik perhatian, tetapi juga dapat menjadi sarana membawa berbagai isu sosial dan lingkungan lebih dekat kepada masyarakat.
Melalui karya-karyanya, Septian Rizky Firmansyah ingin menunjukkan bahwa media sosial memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar ruang hiburan.
Di tangan kreator yang mampu memanfaatkan peluang tersebut, ruang digital dapat menjadi tempat untuk belajar, berbagi gagasan, membangun kepedulian, sekaligus mendorong masyarakat melakukan perubahan.
Pada akhirnya, menjaga lingkungan bukan hanya mengenai seberapa sering masyarakat mendengar ajakan untuk peduli, tetapi juga bagaimana pesan tersebut mampu menyentuh kehidupan mereka.
Ketika isu lingkungan dikemas dengan bahasa yang relevan, cerita yang dekat, dan pendekatan kreatif, generasi muda memiliki ruang lebih besar untuk memahami bahwa mereka bukan sekadar penonton dalam berbagai persoalan lingkungan.
Mereka juga menjadi bagian dari perubahan.
Bagi Mas Rizky, perubahan tersebut dapat dimulai melalui sesuatu yang sederhana: sebuah konten, sebuah percakapan, dan satu tindakan kecil yang dilakukan bersama-sama.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda