Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  2. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  3. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  4. Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  5. Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Bromo Terbakar: Ketika Spot Wisata Menjadi Perebutan

Bromo Terbakar: Ketika Spot Wisata Menjadi Perebutan

Foto profil Gilang Pamungkas
Editor: Gilang Pamungkas
25 September 2026, 15.54 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Gunung Bromo
Pemadaman karhutla Gunung Bromo. (Sumber: BPBD Jatim)

Penulis: Wahibur Rohman

JurnalPost.com - Gunung Bromo selama puluhan tahun menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia. Kawasan ini bukan hanya dikenal karena panorama matahari terbit, hamparan lautan pasir, dan bentang savananya, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

IKLAN

Ribuan orang menggantungkan aktivitas ekonominya pada pergerakan wisatawan. Ada pengemudi jeep, tukang ojek, pedagang makanan, penyedia penginapan, pemandu wisata, hingga pelaku usaha perjalanan dan jasa open trip.

KKN UNY Kadus
Baca Juga

KKN UNY Kembangkan Booklet Potensi Wisata Desa Paseban, Dorong Promosi dan Ekonomi Lokal

Namun, suasana itu dapat berubah hanya dalam hitungan hari ketika kebakaran melanda.

Raungan jeep yang biasanya terdengar melintasi kawasan wisata mendadak berkurang. Sejumlah aktivitas wisata harus dihentikan ketika api membakar sebagian kawasan Gunung Bromo. Pemandangan yang sebelumnya dipenuhi hamparan vegetasi berubah menjadi area menghitam dan berdebu.

Kebakaran yang terjadi pada 2026 dilaporkan mulai muncul pada Senin, 3 Agustus 2026, dari kawasan Bantengan, Gunung Bromo. Api kemudian merembet ke sejumlah area dan menyebabkan kawasan terdampak semakin luas.

Berdasarkan laporan yang beredar dalam penanganan kebakaran tersebut, luas kawasan terdampak mencapai sekitar 1.120 hektare. Sejumlah titik api kecil juga sempat kembali terpantau hingga pertengahan September sebelum akhirnya dilaporkan berhasil dipadamkan.

Dhany Syah Putra
Baca Juga

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) bersama berbagai pihak kemudian melakukan penanganan dan kajian lanjutan. Penyelidikan terhadap kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum juga menjadi perhatian setelah kebakaran tersebut.

Peristiwa ini kembali mengingatkan publik pada kebakaran Gunung Bromo pada 2023.

Saat itu, kebakaran terjadi setelah penggunaan flare dalam kegiatan foto pranikah di kawasan Bukit Teletubbies. Percikan api kemudian membakar vegetasi kering dan meluas ke kawasan sekitarnya.

Kasus tersebut akhirnya masuk ke ranah hukum. Seorang manajer wedding organizer ditetapkan sebagai tersangka dan perkara berlanjut hingga pengadilan.

Anak sekolah berjalan di tengah asap tebal
Baca Juga

Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

Kebakaran 2023 maupun kebakaran yang kembali terjadi pada 2026 menunjukkan satu persoalan yang sama: ketika kawasan wisata Bromo terdampak, masyarakat yang bergantung pada pariwisata juga ikut menerima akibatnya.

Bagi pengemudi jeep, penutupan kawasan berarti hilangnya perjalanan wisata. Bagi pedagang, jumlah pembeli berkurang. Bagi pengelola penginapan maupun jasa perjalanan, pembatalan kunjungan wisatawan dapat langsung berpengaruh terhadap pendapatan.

Dalam konteks inilah kebakaran Bromo tidak semata-mata menjadi persoalan lingkungan. Peristiwa tersebut juga memiliki dimensi ekonomi dan sosial yang cukup besar.

Dugaan Persaingan di Balik Spot Wisata

Di tengah proses penanganan kebakaran, muncul pula informasi di kalangan masyarakat mengenai dugaan adanya persaingan antarpenyedia jasa wisata dalam memanfaatkan sejumlah spot favorit di kawasan Bromo.

Informasi tersebut belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan mengenai penyebab kebakaran. Penentuan penyebab dan ada atau tidaknya unsur pidana tetap menjadi kewenangan aparat serta lembaga yang melakukan penyelidikan.

Namun, isu persaingan terhadap pengelolaan spot wisata menarik untuk diperhatikan karena menunjukkan adanya persoalan lain dalam tata kelola kawasan wisata.

Menurut informasi dari salah seorang petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur yang terlibat di lapangan, sejumlah penyedia jasa wisata memiliki lokasi tertentu yang kerap digunakan sebagai spot andalan untuk membawa wisatawan dan menghasilkan foto maupun video promosi.

Masing-masing penyedia jasa disebut memiliki preferensi lokasi yang berbeda. Persaingan menjadi semakin terasa ketika salah satu spot mendapatkan perhatian besar dari wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Kehadiran media sosial memperkuat fenomena tersebut. Sebuah lokasi yang sebelumnya relatif biasa dapat mendadak menjadi populer setelah foto atau videonya viral. Wisatawan kemudian datang dalam jumlah lebih besar ke lokasi tersebut.

Kondisi semacam ini dapat menciptakan kompetisi ekonomi antarpenyedia jasa wisata.

Meski demikian, dugaan bahwa persaingan usaha memiliki hubungan langsung dengan kebakaran tidak dapat disimpulkan tanpa adanya bukti dan hasil penyelidikan resmi. Karena itu, seluruh informasi tersebut harus tetap ditempatkan sebagai dugaan yang membutuhkan verifikasi.

Justru yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana pengelolaan kawasan wisata mampu mencegah munculnya klaim eksklusif terhadap ruang-ruang tertentu di dalam kawasan konservasi.

IKLAN

Gunung Bromo merupakan kawasan wisata sekaligus kawasan konservasi. Spot dengan pemandangan terbaik seharusnya tidak berubah menjadi wilayah persaingan yang menimbulkan konflik antarpelaku usaha.

Jika terdapat aturan mengenai penggunaan area tertentu oleh penyedia jasa perjalanan, aturan tersebut harus terbuka, adil, dan dapat diawasi.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai pengelola kawasan juga memiliki peran penting dalam memastikan aktivitas pariwisata tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.

Sosialisasi kepada pengemudi jeep, penyedia open trip, fotografer, pemandu wisata, maupun pelaku usaha lainnya perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Pengawasan juga tidak cukup dilakukan hanya setelah terjadi kebakaran.

Pencegahan jauh lebih penting karena kerusakan akibat kebakaran tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat.

Bromo adalah Aset Bersama

Masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar Gunung Bromo mempunyai kepentingan langsung terhadap keberlanjutan destinasi tersebut.

Jika kebakaran berulang dan penutupan kawasan terus terjadi, aktivitas ekonomi masyarakat juga akan terganggu.

Karena itu, menjaga Bromo tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pengelola taman nasional.

Masyarakat, wisatawan, pelaku usaha perjalanan, hingga penyedia jasa di kawasan wisata juga mempunyai peran.

Kesadaran sederhana dapat dimulai dengan tidak menggunakan benda yang memiliki risiko memicu kebakaran, tidak merusak vegetasi, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melapor ketika menemukan aktivitas mencurigakan atau berbahaya di kawasan konservasi.

Masyarakat lokal juga dapat berperan sebagai pengawas sosial. Mereka merupakan pihak yang paling sering berada di sekitar kawasan dan memahami perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.

Kebakaran Bromo seharusnya tidak hanya menjadi berita yang ramai selama beberapa hari lalu menghilang dari perhatian publik.

Peristiwa ini semestinya menjadi momentum untuk mengevaluasi cara kita mengelola salah satu bentang alam paling dikenal di Indonesia.

Pariwisata memang memberikan manfaat ekonomi. Namun, manfaat tersebut hanya dapat bertahan apabila lingkungan yang menjadi daya tarik utama tetap terjaga.

Bromo membutuhkan waktu untuk memulihkan vegetasinya. Beberapa bagian kawasan mungkin dapat kembali menghijau dalam waktu tertentu, tetapi ekosistem yang terdampak kebakaran tidak selalu pulih dengan cepat.

Lebih dari itu, Bromo membutuhkan tata kelola pariwisata yang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi, kenyamanan wisatawan, aktivitas masyarakat lokal, dan kelestarian alam.

Keindahan Gunung Bromo bukan hanya latar untuk foto atau komoditas yang dapat diperebutkan.

Ia merupakan ruang hidup, kawasan konservasi, sumber ekonomi, sekaligus warisan alam yang harus dijaga bersama.

Ketika alam tetap terpelihara, masyarakat di sekitarnya juga memperoleh manfaat. Sebaliknya, ketika lingkungan rusak, dampaknya akan kembali dirasakan oleh manusia.

Kini, yang dibutuhkan bukan sekadar menunggu kawasan Bromo kembali hijau.

Yang lebih penting adalah memastikan kebakaran dan konflik pemanfaatan ruang tidak terus berulang.

Pulihlah, Bromoku. Keindahanmu terlalu berharga untuk terus menjadi korban.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/bromo-terbakar-ketika-spot-wisata-menjadi-perebutan/97860/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.56 WITA

  • #Ekonomi Lokal
  • #Gunung Bromo
  • #Kebakaran Hutan
  • #Konservasi Alam
  • #Pariwisata
  • #Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
  • #spot wisata Bromo

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Pilihan Editor

  1. 1 Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi
  2. 2

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  3. 3

    Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen

  4. 4

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  5. 5

    Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.