Klaten, JurnalPost.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Kelompok 31132 di Kadus II Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, mengembangkan booklet potensi desa sebagai media promosi wisata dan ekonomi lokal.
Booklet yang diserahkan pada Rabu (23/9/2026) tersebut menjadi salah satu program utama kelompok KKN. Produk literasi informatif ini dirancang untuk memperkenalkan potensi Desa Paseban secara lebih luas, terutama destinasi dan aktivitas masyarakat yang selama ini belum banyak diketahui wisatawan.
Program tersebut berangkat dari kebutuhan desa terhadap bahan promosi yang mampu memperkenalkan alternatif wisata selain Makam Sunan Pandanaran yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama Paseban.
Harapan serupa sebelumnya disampaikan Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Paseban, Wawan Sanuri. Ia berharap wisatawan tidak hanya mengenal wisata religi, tetapi juga menemukan potensi lain yang dimiliki desa.
Ketua KKN Kadus II Desa Paseban, Pertamina Emir El Akbar, mengatakan booklet dikembangkan untuk membantu masyarakat, wisatawan, maupun masyarakat umum memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kekayaan lokal Paseban.
“Saya pribadi dan teman-teman merasa Desa Paseban masih perlu peningkatan bahan promosi untuk memperkenalkan potensi desa lainnya. Seperti yang kita ketahui bersama, desa ini memiliki potensi wisata yang luar biasa, yaitu Makam Sunan Pandanaran. Namun, tidak ada salahnya mengembangkan potensi lainnya seperti daya tarik wisata kreatif maupun alam untuk menciptakan variasi dan pengalaman bagi calon pengunjung yang datang ke Desa Paseban, Bayat, Klaten,” ujar Pertamina.
Penyusunan booklet dilakukan melalui tiga tahapan utama. Tim terlebih dahulu melakukan pemetaan potensi bersama perangkat desa, dilanjutkan dengan pengumpulan data langsung di lapangan, kemudian melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh.
Proses tersebut melibatkan berbagai unsur di desa, termasuk pemerintah desa dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keterlibatan sejumlah pihak menjadi bagian penting agar informasi dalam booklet tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menggambarkan kondisi dan potensi desa secara lebih akurat.
Kolaborasi tersebut juga dikaitkan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan. Sementara dari sisi ekonomi, promosi potensi wisata dan produk lokal diharapkan ikut mendukung tujuan ke-8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Booklet tidak hanya dibuat dalam bentuk cetak. Tim KKN juga menyiapkan versi digital agar informasi mengenai Desa Paseban dapat menjangkau pembaca yang lebih luas dan lebih mudah dibagikan melalui berbagai platform.

Kepala Desa Paseban, Al. Eko Triraharjo, menilai pengadaan booklet dapat menjadi salah satu aset yang tetap dapat dimanfaatkan desa meskipun masa KKN mahasiswa telah selesai.
“Kami berterima kasih. Adanya pengadaan produk tulisan berupa booklet dapat menjadi kenangan yang bermanfaat dari mahasiswa KKN yang nantinya dipergunakan dalam mempromosikan potensi desa. Booklet ini juga ada versi digitalnya, tentu menjadi nilai tambah karena jangkauan pembacanya akan luas,” katanya.
Tidak Hanya Mengembangkan Booklet
KKN UNY Kelompok 31132 di Kadus II Desa Paseban beranggotakan Pertamina Emir El Akbar, Rizka Isnaini Meilani, Shabrina Dwi Annisa, Regita Tunas Wijiyanti, Nurul Agista Khoirun Nisa, Saskia Ramadhani, Ghina Khoirunnisa Zulfa, Tuzia Afiany Resta, Omega Yoza Yudhistira, dan Alifia Raisha Ufairah.
Para mahasiswa berasal dari sejumlah program studi, antara lain Pariwisata, Ilmu Sejarah, Matematika, dan Teknik Manufaktur.
Selain penyusunan booklet, kelompok tersebut menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata, sejarah, ekonomi kreatif, infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat.
Program itu meliputi perencanaan kembali paket wisata, penyusunan buku panduan bagi Pokdarwis, kelas fotografi pariwisata, penayangan film sejarah, kelas kreatif sejarah, serta pembuatan papan informasi sejarah.
Dalam bidang keterampilan dan infrastruktur, mahasiswa juga mengadakan sosialisasi pengoperasian mesin sablon serta perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sementara salah satu program unggulan kelompok adalah aktivasi website desa untuk memperkuat penyebaran informasi secara digital.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk mengoptimalkan kekayaan sejarah, budaya, dan pariwisata Paseban melalui pendekatan edukatif serta pemanfaatan media informasi yang dapat terus digunakan masyarakat.
Dosen pembimbing lapangan, Dr. Banu Setyo Adi, menjelaskan bahwa kegiatan KKN tidak hanya diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, tetapi juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah dalam situasi nyata.
Sementara itu, Caesar Rosyad Achmadi, S.E., M.B.A., menilai keberadaan booklet dapat membantu memperkenalkan sisi lain Desa Paseban yang selama ini belum dikenal secara luas.
“Adanya booklet ini menjadi sarana yang baik untuk mempromosikan potensi desa. Terdapat banyak potensi yang belum diketahui banyak orang. Awalnya saya tahunya Desa Paseban memang punya potensi wisata, yaitu Makam Sunan Pandanaran. Namun, setelah membaca hasil booklet ini saya mengetahui potensi lain di luar itu. Saya juga mengapresiasi perjuangan teman-teman KKN yang sudah menuntaskan program kerja ini. Semoga sukses dan bermanfaat selalu,” ujarnya.
Melalui dokumentasi potensi desa dalam bentuk cetak dan digital, mahasiswa berharap Paseban memiliki materi promosi yang dapat digunakan secara berkelanjutan, baik oleh pemerintah desa, Pokdarwis, pelaku UMKM maupun masyarakat.
Program tersebut juga ditempatkan dalam semangat Diktisaintek Berdampak dan UNY Berdampak, yakni mendorong perguruan tinggi untuk menghasilkan kegiatan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi mahasiswa, dosen, pemerintah desa, Pokdarwis, pelaku UMKM, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti setelah pelaksanaan KKN berakhir. Aset informasi yang telah dibuat dapat menjadi salah satu pijakan bagi Desa Paseban untuk memperluas promosi, mengembangkan alternatif wisata, dan memperkuat aktivitas ekonomi lokal.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda