Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  2. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  3. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  4. Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  5. Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Ketika Kebijakan Moneter Menemukan Jalan ke Sektor Riil

Ketika Kebijakan Moneter Menemukan Jalan ke Sektor Riil

Foto profil Hari Suciono
Penulis: Hari Suciono
02 Oktober 2026, 18.26 WITA Editor: Rafi Adinata
6 menit baca
Bank Indonesia Facade with Urban Pedestrian
Ilustrasi gedung Bank Indonesia yang menggambarkan peran bank sentral dalam menjaga stabilitas moneter, mengelola likuiditas, dan memperkuat transmisi kebijakan ke sektor keuangan serta perekonomian nasional. Foto: Ilustrasi AI/JurnalPost

Penulis adalah pegawai di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, Jawa Timur.

JurnalPost.com - Kebijakan moneter tidak cukup hanya bekerja di ruang rapat bank sentral. Perubahan suku bunga, pengelolaan likuiditas, dan stabilisasi nilai tukar rupiah baru memiliki makna apabila pengaruhnya mengalir menuju pasar keuangan, perbankan, dunia usaha, dan rumah tangga. Di sinilah kedalaman pasar keuangan menjadi jembatan yang menentukan apakah sinyal kebijakan berhenti sebagai angka atau benar-benar menggerakkan kegiatan ekonomi.

IKLAN

Langkah Bank Indonesia memperluas surat berharga yang dapat digunakan sebagai underlying operasi moneter patut dilihat dalam kerangka tersebut. Obligasi dan sukuk korporasi berkualitas tinggi kini memperoleh ruang lebih besar dalam transaksi repo operasi moneter. Kebijakan ini mempertemukan dua kepentingan sekaligus, yakni memperkuat efektivitas transmisi moneter dan memperdalam pasar surat berharga korporasi yang selama ini belum seaktif pasar surat berharga negara.

Bank Indonesia Officials in Boardroom
Baca Juga

BI-Rate Bertahan, Mengapa Keran Likuiditas Justru Dibuka?

Kebijakan tersebut juga menandai perubahan penting dalam cara operasi moneter dijalankan. Bank Indonesia tidak lagi hanya berfokus menyerap atau menambah likuiditas, tetapi juga berusaha membentuk Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing yang lebih likuid, efisien, serta terhubung dengan pembiayaan ekonomi. Pendekatan pro-market membuat instrumen operasi moneter dapat berfungsi sebagai pengungkit aktivitas pasar, bukan sekadar perangkat teknis untuk menjaga suku bunga jangka pendek.

Surat Berharga Menjadi Jembatan Likuiditas

Dalam transaksi repo, surat berharga berfungsi sebagai jaminan untuk memperoleh likuiditas dalam jangka waktu tertentu. Ketika obligasi dan sukuk korporasi berkualitas tinggi diterima sebagai underlying, surat berharga tersebut memiliki fungsi yang semakin strategis. Perbankan tidak hanya memperoleh imbal hasil dari kepemilikannya, tetapi juga mempunyai aset yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas melalui operasi moneter Bank Indonesia.

Dengan fungsi tersebut, surat berharga dapat menjadi jembatan antara likuiditas di pasar keuangan dan kebutuhan pembiayaan sektor riil. Semakin mudah suatu obligasi digunakan dalam transaksi repo, semakin besar pula daya tariknya bagi perbankan dan investor. Peningkatan permintaan kemudian dapat mendorong aktivitas perdagangan di pasar sekunder, memperkuat pembentukan harga, serta menciptakan sumber pembiayaan yang lebih beragam bagi korporasi.

Dampaknya mulai terlihat pada obligasi dan sukuk PT Sarana Multigriya Finansial. Sejak diluncurkan pada 10 November 2025 hingga 30 September 2026, transaksi repo operasi moneter dengan underlying surat berharga PT SMF mencapai Rp1,25 triliun. Volume transaksi surat berharga PT SMF di pasar sekunder juga meningkat dari rata-rata Rp31,9 miliar per hari pada Oktober 2025 menjadi Rp179,9 miliar per hari pada akhir Agustus 2026. Artinya, aktivitas perdagangan meningkat lebih dari lima kali lipat dalam waktu kurang dari setahun.

Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang
Baca Juga

Inflasi Indonesia 2026: Antara Target dan Realitas

Respons perbankan juga tampak dari sisi kepemilikan. Nilai obligasi PT SMF yang dimiliki bank meningkat 18 persen, dari Rp8,69 triliun menjadi Rp10,22 triliun. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa penerimaan surat berharga sebagai underlying operasi moneter dapat menciptakan permintaan baru sekaligus memperluas basis investor. Semakin banyak pelaku yang memperdagangkan suatu instrumen, semakin besar peluang terbentuknya harga yang wajar, transparan, dan mencerminkan kondisi pasar.

Perluasan berikutnya dilakukan terhadap obligasi dan sukuk PT Sarana Multi Infrastruktur. Dalam lelang repo perdana pada 28 September 2026, transaksi dengan underlying surat berharga PT SMI mencapai Rp60 miliar. Nilainya memang masih terbatas dibandingkan dengan transaksi PT SMF, tetapi langkah awal ini memiliki arti penting karena PT SMI mengemban mandat strategis dalam pembiayaan infrastruktur.

Hubungan antara operasi moneter dan pembangunan tentu tidak berlangsung secara langsung. Bank Indonesia bukan lembaga yang membiayai proyek perumahan atau infrastruktur. Namun, ketika obligasi lembaga pembiayaan pembangunan menjadi lebih likuid dan lebih mudah digunakan dalam pengelolaan dana perbankan, daya tarik instrumen tersebut berpeluang meningkat.

Kondisi ini dapat membantu penerbit memperoleh pembiayaan dengan biaya yang lebih efisien sekaligus mengurangi ketergantungan sektor riil terhadap kredit perbankan.

Menjaga Suhu Ekonomi
Baca Juga

Menjaga Suhu Ekonomi Tetap Nyaman

IKLAN

Menjaga Mutu di Tengah Perluasan

Keberhasilan kebijakan ini tidak boleh hanya diukur dari bertambahnya jenis surat berharga yang diterima dalam operasi moneter. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan bahwa setiap instrumen tetap memiliki kualitas tinggi, harga yang transparan, dan didukung tata kelola penerbit yang dapat dipercaya.

Sebutan “berkualitas tinggi” harus diterjemahkan melalui kriteria yang ketat, antara lain peringkat kredit, kesehatan keuangan penerbit, likuiditas instrumen, rekam jejak pembayaran, serta keterbukaan informasi.

Prinsip kehati-hatian diperlukan karena perluasan aset yang dapat diterima bank sentral berpotensi menimbulkan persepsi bahwa risiko surat berharga telah beralih kepada otoritas. Padahal, risiko kredit tetap melekat pada penerbit dan keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pelaku pasar.

Karena itu, valuasi yang berhati-hati, penerapan haircut, pembatasan konsentrasi, dan evaluasi kelayakan secara berkala harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan.

Penguatan tata kelola juga penting untuk menjaga kepercayaan investor. Pasar keuangan yang dalam tidak hanya membutuhkan banyak instrumen, tetapi juga memerlukan aturan yang jelas, transparansi data, pengawasan, dan penegakan hukum yang konsisten.

Likuiditas tidak boleh tumbuh secara artifisial. Aktivitas transaksi harus mencerminkan kebutuhan pasar dan menghasilkan pembentukan harga yang kredibel.

Koordinasi Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, dan pelaku pasar pun menjadi semakin penting. Bank Indonesia berkepentingan memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter. Kementerian Keuangan memiliki kepentingan memperluas sumber pembiayaan pembangunan, sedangkan Otoritas Jasa Keuangan bertugas menjaga kesehatan penerbit serta melindungi investor.

Tanpa koordinasi yang kuat, perluasan instrumen dapat berjalan lebih cepat daripada kesiapan infrastruktur dan tata kelola pasar.

Pendalaman pasar keuangan bukan tujuan yang berdiri sendiri. Pasar yang dalam, likuid, dan efisien dibutuhkan agar tabungan masyarakat dapat disalurkan menjadi pembiayaan produktif. Indonesia memerlukan semakin banyak pilihan instrumen agar kebutuhan dana untuk perumahan, infrastruktur, industri, dan kegiatan ekonomi hijau tidak hanya bergantung pada neraca perbankan.

Perluasan underlying operasi moneter membuka jalan menuju arah tersebut. Transaksi repo PT SMF senilai Rp1,25 triliun, peningkatan volume perdagangan hariannya, kenaikan kepemilikan obligasi oleh bank, serta lelang perdana PT SMI sebesar Rp60 miliar memberikan sinyal bahwa desain kebijakan dapat memengaruhi perilaku pasar.

Tugas berikutnya adalah memastikan jalan itu semakin luas tanpa mengurangi prinsip kehati-hatian. Kebijakan moneter yang kuat bukan hanya mampu menjaga stabilitas, melainkan juga sanggup menjadikan surat berharga sebagai jembatan likuiditas menuju pembiayaan yang menghidupkan sektor riil.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/ketika-kebijakan-moneter-menemukan-jalan-ke-sektor-riil/97959/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.56 WITA

  • #Bank Indonesia
  • #Pasar Keuangan
  • #kebijakan moneter
  • #likuiditas
  • #operasi moneter
  • #sektor riil
  • #surat berharga

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Pilihan Editor

  1. 1 Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta
  2. 2

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

  3. 3

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  4. 4

    Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?

  5. 5

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.