Oleh: Muhammad Ilham Aryaputra Sumarman (Mahasiswa UNS)
PANGANDARAN, JurnalPost.com – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Kelompok KKN 200 menghadirkan inovasi digital berupa peta Desa Cintaratu bertajuk “Jelajah Cintaratu”. Inovasi tersebut menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Juli–Agustus 2026 sekaligus upaya mendukung digitalisasi informasi di tingkat desa.
Peta digital tersebut diperkenalkan kepada perangkat desa, Karang Taruna, dan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Balai Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (15/8/2026).
Program “Jelajah Cintaratu” dirancang untuk mempermudah masyarakat maupun pengunjung dalam memperoleh informasi mengenai berbagai lokasi, fasilitas publik, serta potensi yang terdapat di Desa Cintaratu melalui media digital.
Pengembangan peta digital ini berangkat dari kebutuhan desa untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta perubahan kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi. Di tengah masifnya penggunaan perangkat digital, akses informasi yang cepat dan mudah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkenalkan fasilitas maupun potensi suatu wilayah.
Melalui “Jelajah Cintaratu”, mahasiswa KKN 200 UNS berupaya menghadirkan media informasi yang tidak hanya memetakan berbagai lokasi penting, tetapi juga membantu memperkenalkannya kepada masyarakat secara lebih luas.
Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa menjelaskan berbagai bagian dan fungsi yang terdapat dalam peta digital tersebut. Peserta juga diperkenalkan dengan tata cara mengakses serta memanfaatkan “Jelajah Cintaratu” untuk mencari lokasi yang telah dimasukkan ke dalam sistem.
Informasi yang tersedia antara lain lokasi kantor pemerintahan, fasilitas pendidikan, tempat usaha dan bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta sejumlah lokasi lain yang dinilai penting bagi masyarakat maupun pengunjung.

Dengan sistem tersebut, informasi mengenai berbagai tempat di Desa Cintaratu tidak lagi hanya tersimpan secara konvensional, tetapi juga dapat diakses melalui media digital secara lebih praktis.
Tidak berhenti pada pengenalan peta digital, mahasiswa KKN 200 UNS juga memberikan pelatihan pengoperasian dan pengelolaan sistem kepada pihak desa. Langkah tersebut dilakukan agar “Jelajah Cintaratu” tetap dapat dikelola dan dikembangkan setelah masa KKN mahasiswa berakhir.
Sebagai pendukung keberlanjutan program, mahasiswa turut menyerahkan buku panduan pengelolaan. Panduan itu dapat digunakan sebagai acuan bagi perangkat desa untuk mengoperasikan sistem sekaligus memperbarui informasi di dalam peta digital sesuai perkembangan wilayah.
Kepala Desa Cintaratu, Hernayadi, S.Pd., menyambut positif inovasi yang dikembangkan mahasiswa KKN 200 UNS. Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus membantu desa menghadapi perkembangan teknologi.
“Saya berharap program dari Mahasiswa KKN UNS 200 ini bisa menjadi suatu hal yang inovatif bagi Desa Cintaratu untuk bisa terus menjawab tantangan zaman yang semakin modern,” ungkap Hernayadi.
Sekretaris Desa Cintaratu, Konda, juga menyampaikan kesiapan pemerintah desa untuk melanjutkan pengelolaan peta digital tersebut. Menurutnya, pembaruan informasi akan dilakukan secara bertahap dengan berpedoman pada panduan yang telah diberikan mahasiswa.
“Kami dari pihak desa akan memanfaatkan sebaik mungkin inisiatif ini dengan terus memperbarui informasi di dalam peta secara bertahap, sesuai dengan tahap-tahap dalam buku panduan, agar dapat bermanfaat banyak bagi khalayak umum,” jelas Konda.
Keberlanjutan menjadi salah satu perhatian utama dalam program tersebut. Melalui pelatihan dan buku panduan, pengelolaan “Jelajah Cintaratu” diharapkan tidak berhenti seiring berakhirnya kegiatan KKN.
Pemerintah desa nantinya dapat melakukan pembaruan data apabila terdapat perubahan maupun penambahan fasilitas, tempat usaha, pelayanan publik, hingga lokasi lain yang dinilai penting untuk diketahui masyarakat.
Kelompok KKN 200 UNS berharap keberadaan “Jelajah Cintaratu” dapat menjadi bagian dari proses transformasi digital Desa Cintaratu yang terus berkembang. Peta digital tersebut diharapkan membantu masyarakat lokal, wisatawan, maupun pengunjung dari luar daerah memperoleh informasi mengenai berbagai tempat dan fasilitas desa secara lebih mudah.
Lebih dari sekadar menghasilkan produk berbasis teknologi, program ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa dalam menjawab kebutuhan informasi masyarakat.
Dengan pengelolaan secara berkelanjutan, “Jelajah Cintaratu” diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam membangun ekosistem informasi Desa Cintaratu yang lebih modern, mudah diakses, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda