SEMARANG, JurnalPost.com – Enam mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES), melaksanakan 12 program penguatan kesehatan sekolah di SDIT Mutiara Hati, Semarang. Kegiatan yang berlangsung pada 16 September hingga 2 Oktober 2026 ini merupakan bagian dari program SKM Penggerak Pendidikan di Lingkungan Sekolah.
Program tersebut mencakup berbagai aspek kesehatan, mulai dari pemantauan kondisi kesehatan siswa, pengelolaan sanitasi dan sampah, pemetaan potensi bahaya, hingga penguatan pelayanan Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menyusun sejumlah dokumen dan perangkat pendukung yang dapat dimanfaatkan sekolah untuk meningkatkan pengelolaan kesehatan lingkungan pendidikan.
Kelompok 25 yang ditempatkan di SDIT Mutiara Hati berada di bawah bimbingan Rudatin Windraswara, S.T., M.Sc. Kelompok ini terdiri atas enam mahasiswa dari lima bidang peminatan, yakni Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Promosi Kesehatan, serta Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK).
Setiap anggota kelompok bertanggung jawab mengembangkan dua program sesuai bidang keilmuannya. Dengan demikian, terdapat 12 program yang dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan kesehatan sekolah.
Pemetaan Kesehatan Siswa dan Pemantauan Keluhan Sakit
Pada bidang Epidemiologi, Cheryl Evelyn G.T. melaksanakan dua kegiatan utama berupa skrining faktor risiko penyakit siswa serta pemetaan status gizi dan anemia.
Kegiatan tersebut menghasilkan profil kondisi kesehatan siswa, hasil pemetaan, dan naskah kebijakan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program kesehatan sekolah.
Sementara itu, Andini Massayu Wulandari mengembangkan sistem surveilans keluhan sakit siswa. Program ini menghasilkan laporan surveilans dan basis data yang memuat informasi mengenai keluhan kesehatan siswa.
Andini juga melakukan analisis faktor risiko yang berkaitan dengan perilaku hidup sehat. Hasilnya dituangkan dalam laporan analisis dan naskah kebijakan untuk mendukung upaya pencegahan masalah kesehatan di lingkungan sekolah.
Kedua program epidemiologi tersebut diarahkan untuk membantu sekolah memahami kondisi kesehatan siswa berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data.
Perkuat Sanitasi Sekolah dan Pengelolaan Sampah Organik
Dari bidang Kesehatan Lingkungan, Salsabila Galuh Wijaya menjalankan program Gerakan Toilet Bersih dan Sehat.
Program ini berfokus pada pemantauan kebersihan fasilitas sanitasi sekolah, disertai penyusunan laporan monitoring, modul, dan media edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan toilet.
Selain sanitasi, Salsabila mengembangkan program pengelolaan sampah organik melalui pembuatan unit komposter sederhana.
Unit tersebut dirancang sebagai sarana pengolahan sampah organik sekaligus media pembelajaran bagi warga sekolah mengenai pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.
Program pengelolaan sampah ini juga menghasilkan naskah kebijakan sebagai bahan pendukung bagi sekolah dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah.
Identifikasi Potensi Bahaya dan Evaluasi Fasilitas UKS
Aspek keselamatan lingkungan sekolah menjadi perhatian Laila Nurul Aziza dari peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Laila melaksanakan program pemetaan potensi bahaya atau hazard mapping untuk mengidentifikasi berbagai risiko keselamatan yang mungkin ditemukan di lingkungan sekolah.
Hasil kegiatan tersebut dituangkan dalam peta potensi bahaya dan naskah kebijakan yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi serta pertimbangan dalam upaya pencegahan kecelakaan.

Selain itu, Laila melakukan inspeksi terhadap fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Inspeksi ini menghasilkan laporan kondisi fasilitas dan naskah kebijakan yang diharapkan membantu pihak sekolah mengevaluasi kesiapan sarana pendukung pelayanan kesehatan bagi siswa.
Bentuk Duta Kesehatan dan Kampanye GERMAS Sekolah
Pada bidang Promosi Kesehatan, Khansa Qudwah Amalia mengembangkan program pembentukan Duta Kesehatan Sekolah.
Program tersebut diarahkan untuk mendorong keterlibatan siswa dalam menyebarkan informasi dan membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan pendidikan.
Luaran kegiatan meliputi Surat Keputusan (SK) pembentukan Duta Kesehatan serta modul edukasi yang dapat digunakan sebagai bahan pembinaan.
Khansa juga melaksanakan program Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Sekolah.
Kegiatan ini menghasilkan modul edukasi dan naskah kebijakan yang bertujuan mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari warga sekolah.
Melalui kedua program tersebut, promosi kesehatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian informasi, tetapi juga diarahkan pada peningkatan partisipasi siswa.
Susun SOP Kesehatan Sekolah dan Standar Pelayanan UKS
Sementara itu, Nabil Faqih Haq dari peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) berfokus pada penguatan tata kelola kesehatan sekolah.
Nabil menyusun Buku Standar Operasional Prosedur (SOP) Kesehatan Sekolah Sehat yang memuat pedoman prosedural untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan di lingkungan sekolah.
Program kedua berupa penyusunan Buku Standar Pelayanan UKS sebagai panduan dalam pengelolaan pelayanan kesehatan sekolah.
Kedua dokumen tersebut diharapkan dapat membantu sekolah mengembangkan pelayanan kesehatan yang lebih terarah, terstruktur, dan memiliki standar pelaksanaan yang jelas.
Serahkan Hasil Program kepada Pihak Sekolah
Seluruh rangkaian kegiatan Kelompok 25 SKM Penggerak Pendidikan ditutup dengan audiensi bersama pihak SDIT Mutiara Hati pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyerahkan berbagai luaran program yang telah disusun selama pelaksanaan kegiatan, mulai dari laporan pemetaan kesehatan, basis data surveilans, modul edukasi, peta potensi bahaya, hingga dokumen SOP dan standar pelayanan UKS.
Berbagai hasil tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pihak sekolah dalam mengevaluasi kondisi kesehatan dan keselamatan lingkungan pendidikan sekaligus merancang langkah perbaikan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan program lintas peminatan ini juga memberikan pengalaman praktik bagi mahasiswa Kesehatan Masyarakat FK UNNES dalam mengidentifikasi persoalan kesehatan, menyusun alternatif penanganan, serta menghasilkan rekomendasi berdasarkan kompetensi masing-masing.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan pihak sekolah, program SKM Penggerak Pendidikan menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu kesehatan masyarakat di lingkungan pendidikan dasar.
Hasil dari 12 program tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyusunan laporan, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai landasan untuk memperkuat upaya kesehatan sekolah serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi siswa.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda