Malang, JurnalPost.com — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) dorong peduli lingkungan sejak dini melalui pendampingan pendidikan di Beta Islamic Eco School, Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan FISIP Bakti Desa (FBD) 2026 dan tim Pengabdian Masyarakat Dosen FISIP UB 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan FISIP Bakti Desa (FBD) 2026 yang berkolaborasi dengan Tim Pengabdian Masyarakat Dosen FISIP UB 2026.
Kegiatan berlangsung pada 13–25 Juli 2026 dengan melibatkan mahasiswa Kelompok 01 FISIP Bakti Desa. Pendampingan dilakukan secara bergiliran kepada anak-anak Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK) yang berjumlah 21 siswa.
Melalui pendekatan interaktif, mahasiswa berupaya mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan usia dan karakter anak.
Dosen Pembimbing Lapangan, Lia Nihlah Najwah, mengatakan pendidikan lingkungan perlu diperkenalkan sejak dini agar anak-anak terbiasa memiliki kepedulian terhadap alam dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, proses pembiasaan akan lebih efektif ketika disampaikan melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak, menyenangkan, serta mudah dipahami.
“Sehingga kita selalu di dalam setiap kegiatan pendidikan lingkungan berganti tahun, berganti tahun itu kita kemudian mengajarkan anak-anak itu tentang kesadaran untuk satu tidak buang sampah sembarangan, yang kedua nggak buang sampah di sungai, yang ketiga nggak bakar sampah, dan yang terakhir mereka harus kembali ke alam,” ujar Lia.
Selama kegiatan pendampingan, mahasiswa Kelompok 01 FBD UB turut membantu guru dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM), berinteraksi langsung dengan siswa, sekaligus menyisipkan edukasi lingkungan dalam berbagai aktivitas sekolah.
Beragam media pembelajaran sederhana juga dimanfaatkan untuk membuat materi lebih menarik. Mahasiswa antara lain menggunakan barang bekas, dedaunan, serta berbagai bahan yang mudah ditemukan di sekitar sekolah sebagai sarana edukasi.
Penggunaan media tersebut diharapkan membantu anak-anak memahami pesan tentang lingkungan secara lebih konkret melalui pengalaman belajar langsung.
Edukasi Pemilahan Sampah melalui Treasure Hunt
Puncak kegiatan berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026. Mahasiswa menggelar kegiatan mewarnai serta edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik.
Materi pemilahan sampah dikemas melalui permainan Treasure Hunt sehingga anak-anak tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.

Konsep permainan dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membantu siswa mengenali perbedaan jenis sampah dan cara pengelolaannya sejak usia dini.
Pihak Beta Islamic Eco School mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Kelompok 01 FISIP Bakti Desa 2026.
Menurut pihak sekolah, mahasiswa mampu mendukung berbagai kegiatan dengan baik, menyesuaikan diri dengan kondisi serta karakter setiap anak, sekaligus menghadirkan suasana belajar yang lebih nyaman dan menyenangkan.
Program ini tidak hanya menyasar para siswa. Mahasiswa bersama Tim Pengabdian Masyarakat Dosen FISIP UB juga membantu guru melalui penyediaan modul pembelajaran dan alat peraga yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi mengenai lingkungan.
Lia berharap pendidikan lingkungan yang diperkenalkan sejak usia dini dapat membentuk generasi yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan alam.
Melalui kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencemari sungai, tidak membakar sampah, serta mengenal pentingnya menjaga alam, anak-anak diharapkan tumbuh dengan pola hidup yang lebih ramah lingkungan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda