Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  2. Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  3. Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  4. Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  5. Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  1. Beranda
  2. Nasional
  3. Warung Roekoen, Menikmati Cita Rasa Rumahan di Tengah Nuansa Tionghoa Tempo Dulu Jakarta

Warung Roekoen, Menikmati Cita Rasa Rumahan di Tengah Nuansa Tionghoa Tempo Dulu Jakarta

Foto profil Fatimah
Penulis: Fatimah
25 Agustus 2026, 18.04 WITA Editor: Hasbi
7 menit baca
Plang Kos Roekoen
Plang Kos Roekoen dan Warung Roekoen terlihat di depan bangunan Warung Roekoen di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada 15 Agustus 2026. (Xinhua/Poppy Amelia S.)

JurnalPost, Jakarta – Di tengah padatnya aktivitas Jakarta, sebuah rumah tua di kawasan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda. Bukan hanya soal makanan, Warung Roekoen membawa pengunjung menikmati suasana rumah klasik berusia lebih dari satu abad dengan jejak budaya Tionghoa yang masih terasa kuat.

Berlokasi di Jalan Kramat Pulo Dalam 1 No. B72, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Warung Roekoen menempati sebuah bangunan lama yang sekilas terlihat seperti rumah keluarga biasa. Namun ketika memasuki bagian dalam, pengunjung akan menemukan berbagai koleksi barang antik, porselen, lukisan, lampion, hingga dekorasi klasik yang menghadirkan atmosfer masa lampau.

IKLAN

Nama “Roekoen” merupakan kependekan dari “Roemah Koenoe”. Nama itu mencerminkan konsep utama tempat tersebut, yakni mempertahankan suasana rumah lama sekaligus menjadikannya ruang yang tetap hidup dan digunakan hingga sekarang.

Olahan Mangga
Baca Juga

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Perpaduan arsitektur lama, ornamen Tionghoa dan sedikit sentuhan Eropa membuat pengunjung seolah sedang bertamu ke rumah keluarga yang telah dihuni selama beberapa generasi. Berbagai benda vintage yang memenuhi ruangan pun memperkuat kesan nostalgia.

Bermula dari Kos Khusus Perempuan

Warung Roekoen didirikan pada 29 April 2024 oleh Dade, 62 tahun, bersama istrinya. Sebelum menjadi tempat makan yang terbuka untuk umum, bangunan tersebut lebih dahulu dimanfaatkan sebagai kos khusus perempuan bernama Koes Roekoen.

Ide mendirikan warung berawal dari kebiasaan penghuni kos yang kerap mencari makanan ringan.

“Sebelumnya saya membuat kos premium khusus perempuan. Anak-anak perempuan biasanya suka ngemil, jadi saya berpikir kenapa tidak dibuat warung di bawah. Awalnya memang hanya untuk anak-anak kos,” kata Dade kepada Xinhua saat ditemui pada 15 Agustus 2026.

Sunthai Street
Baca Juga

Sunthai Street Food Hadir di Jombang, Sajikan Kuliner Khas Thailand yang Bikin Penasaran

Pada tahap awal, menu yang disediakan masih sederhana, berupa makanan rumahan serta berbagai camilan untuk memenuhi kebutuhan penghuni kos.

Namun perlahan, keberadaan warung tersebut mulai diketahui masyarakat sekitar. Pengunjung dari luar mulai datang, tidak hanya karena makanannya, tetapi juga karena tertarik dengan suasana unik bangunan tua tersebut.

“Awalnya memang untuk kebutuhan anak kos. Lama-kelamaan orang dari luar mulai datang. Mungkin penasaran dengan tempat dan makanannya. Akhirnya bukan hanya penghuni kos yang datang,” ujar Dade.

Dari konsep sederhana tersebut, Warung Roekoen kemudian berkembang menjadi tempat makan yang dapat dinikmati masyarakat luas.

QRIS BRI
Baca Juga

QRIS BRI Permudah Transaksi Pedagang Es dan Kudapan di Bojonegoro

Dade, pemilik Warung Roekoen, berpose di dekat meja makan antik di Warung Roekoen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, 15 Agustus 2026. (Xinhua/Poppy Amelia S.)

Rumah Berusia Lebih dari 100 Tahun

Salah satu daya tarik utama Warung Roekoen terdapat pada bangunan yang digunakannya. Rumah tersebut merupakan warisan keluarga istri Dade dan dibangun oleh kakek sang istri lebih dari satu abad lalu.

Karakter bangunan lama masih dipertahankan. Alih-alih mengubah seluruh bagian menjadi bergaya modern, keluarga memilih mempertahankan berbagai unsur asli yang menjadi identitas rumah.

“Bangunan ini peninggalan keluarga istri saya. Dibangun oleh kakeknya istri. Umurnya sudah lebih dari seratus tahun. Jadi memang sejak dulu rumahnya seperti ini, bukan sengaja dibuat baru agar terlihat tua,” kata Dade.

Di setiap sudut rumah, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi bernuansa Tionghoa, mulai dari guci, keramik, porselen, piring antik, lukisan, lampion hingga kuplet.

Sejumlah koleksi barang antik dan dekorasi bernuansa Tionghoa menghiasi Warung Roekoen di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, 15 Agustus 2026. (Xinhua/Poppy Amelia S.)

Sebagian besar benda tersebut berasal dari keluarga Dade maupun keluarga istrinya. Ada pula koleksi yang diberikan oleh anggota keluarga atau dibeli sendiri oleh Dade.

“Barang-barang di sini banyak yang memang milik keluarga. Ada milik saya, ada pula yang diberikan keluarga lainnya. Semua kami kumpulkan dan dimanfaatkan,” jelasnya.

Keberadaan benda-benda tersebut tidak hanya menjadi dekorasi, tetapi juga menyimpan bagian dari perjalanan keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sajikan Masakan Rumahan yang Mengingatkan Masa Kecil

Selain interiornya, Warung Roekoen juga mengandalkan konsep kuliner rumahan.

Dade mengatakan, sejumlah makanan yang disajikan merupakan menu yang akrab dengannya sejak kecil. Karena itu, ia tidak berusaha menjadikan Warung Roekoen sebagai tempat makan yang mengutamakan hidangan mewah.

“Kalau makanan, saya memang ingin makanan rumahan. Ini makanan yang dulu saya makan waktu kecil. Bukan makanan mewah, tetapi makanan yang memang biasa kita makan di rumah,” katanya.

IKLAN

Dade ingin setiap pengunjung merasa seperti sedang menyantap makanan di rumah sendiri.

“Saya ingin orang yang datang merasa seperti makan di rumah. Makanannya sederhana, tetapi justru itu yang enak. Yang penting mereka nyaman dan ingin kembali,” lanjutnya.

Pilihan menunya cukup beragam. Pengunjung dapat menikmati nasi uduk, nasi ulam, lontong, mi keriting bakso pangsit lada hitam, nasi goreng kampung dadar, hingga dimsum.

Untuk minuman tersedia es kopi gula aren, aneka jus, es teh susu hingga es bunga telang jeruk soda. Warung Roekoen juga menyediakan camilan seperti pempek, tempe mendoan, donat dan roti bakar.

Sebagian besar menu ditawarkan dengan harga sekitar Rp30.000.

Daftar menu yang tersedia di Warung Roekoen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Foto diambil 15 Agustus 2026. (Xinhua/Poppy Amelia S.)

Jadi Lokasi Favorit untuk Berfoto

Keunikan interior Warung Roekoen juga membuat tempat tersebut menarik bagi pengunjung yang ingin berfoto.

Dade menyebut warungnya relatif ramai terutama pada akhir pekan serta hari libur. Saat perayaan Imlek, jumlah pengunjung biasanya meningkat.

Sebagian bahkan datang menggunakan busana cheongsam serta membawa berbagai properti seperti kipas lipat dan lampion kecil untuk mendukung sesi pemotretan.

“Biasanya mereka sudah membawa properti sendiri. Ada yang memakai cheongsam, membawa kipas lipat, lampion kecil dan perlengkapan lain. Mereka datang menikmati suasananya sekaligus berfoto,” katanya.

Salah seorang pengunjung, Dian, 32 tahun, mengaku menyukai karakter klasik Warung Roekoen.

“Saya sangat suka suasananya. Klasik dan penuh nostalgia, jadi terasa berbeda dari tempat lain. Cocok untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga dan bagus juga untuk foto-foto,” ujarnya.

Tidak hanya untuk foto santai, Warung Roekoen juga beberapa kali digunakan sebagai lokasi foto tahunan sekolah, pre-wedding, hingga perayaan ulang tahun.

Untuk kegiatan khusus, pengunjung umumnya datang sejak sekitar pukul 09.00 WIB sebelum warung mulai dipadati pelanggan.

“Kalau acara khusus biasanya mereka datang pagi, sekitar jam sembilan. Jadi sebelum warung ramai, kegiatan sudah dimulai atau selesai. Supaya tidak mengganggu pengunjung yang ingin makan,” jelas Dade.

Menariknya, Dade tidak memungut biaya sewa khusus bagi pengunjung yang ingin menggunakan tempat tersebut untuk pemotretan.

“Tidak ada sewa tempat. Mau foto tahunan sekolah, pre-wedding atau ulang tahun silakan. Yang penting pesan makanan dan minuman dari sini,” katanya.

Perpustakaan mini menjadi salah satu sudut yang dapat ditemukan di Warung Roekoen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, 15 Agustus 2026. (Xinhua/Poppy Amelia S.)

Tumbuh Bersama Lingkungan Sekitar

Selain menjaga bangunan dan suasana, Dade juga menekankan pentingnya pelayanan, kebersihan dan keramahan terhadap pengunjung.

Para pekerja di Warung Roekoen berasal dari berbagai latar belakang. Sebagian di antaranya berasal dari lingkungan pesantren milik keluarga Dade, sementara lainnya merupakan warga sekitar.

Dengan demikian, keberadaan Warung Roekoen juga turut menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Lebih dari sekadar tempat makan, Warung Roekoen menjadi bagian dari perjalanan sebuah rumah keluarga yang terus beradaptasi mengikuti zaman.

Bangunan berusia lebih dari 100 tahun tersebut pernah berfungsi sebagai rumah keluarga, kemudian kos perempuan, dan kini menjadi tempat makan yang mempertahankan jejak sejarah serta budaya Tionghoa di tengah perubahan wajah Jakarta.

Seorang pramusaji mengantarkan minuman kepada pelanggan di Warung Roekoen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, 15 Agustus 2026. (Xinhua/Poppy Amelia S.)

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/warung-roekoen-menikmati-cita-rasa-rumahan-di-tengah-nuansa-tionghoa-tempo-dulu-jakarta/97457/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.05 WITA

  • #Budaya Tionghoa
  • #Jakarta Pusat
  • #Kuliner
  • #Kuliner Jakarta
  • #Rumah Bersejarah
  • #Senen
  • #Warung Roekoen
  • #Wisata Kuliner

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Kepala BSSN Dorong Ketahanan Siber ASEAN, Soroti Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum

BSSN Kukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber, Perkuat Ketahanan Digital Nasional

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online
  2. 2

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  3. 3

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  4. 4

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  5. 5

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.