KUPANG, JurnalPost.ccom — Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kantor Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nusa Cendana tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis FKKH ke-5 serta Dies Natalis UNDANA ke-64.
Mengusung tema “Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Tablolong: Produksi Sabun Ramah Lingkungan dari Minyak Jelantah sebagai Alternatif Usaha Masyarakat dan Pemanfaatan Literasi Digital untuk Memaksimalkan Potensi Pasar yang Luas,” kegiatan ini diikuti sekitar 60 warga Desa Tablolong.
Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari anggota Karang Taruna, anggota PKK hingga perangkat Desa Tablolong.
Kegiatan PkM dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Farmasi FKKH UNDANA yang diketuai apt. Matias Nataniel Kolobani, S.Farm., M.Farm., bersama Adi Berci Esti Rachmani Handrayani Liu, S.Si., M.Sc. dan apt. Jasvidianto Chriza Kotta, S.Farm., M.Farm.
Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan tujuh mahasiswa Program Studi Farmasi FKKH UNDANA, yakni Chycilya Floorecytha Wangge, Rosaria Fatima Gomes, Ikbal Boy Beines, Chelsea Zafira Goin, Juan Pablo Roberth Jr, Anang Nugroho, dan Nova Jasmine Natania Koylal.
Keterangan foto: Tim PkM FKKH UNDANA bersama peserta kegiatan pelatihan di Desa Tablolong.
Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Tablolong yang diwakili Sekretaris Desa Tablolong, Ferdinan J. Henuk. Dalam kesempatan tersebut, Ferdinan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Nusa Cendana tersebut merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan di Desa Tablolong.
Pemerintah desa berharap kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi langkah awal untuk mendorong pemberdayaan kelompok masyarakat, khususnya Karang Taruna, agar dapat mengembangkan berbagai kegiatan produktif di Desa Tablolong.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam kegiatan PkM ini adalah keberadaan minyak jelantah atau minyak goreng bekas yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Apabila dibuang secara sembarangan, minyak jelantah berpotensi menjadi limbah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan.
Atas dasar kondisi tersebut, tim PkM Farmasi FKKH UNDANA memperkenalkan inovasi pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna, yakni sabun cuci piring cair.
Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang pengembangan produk bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Peserta Praktik Langsung Membuat Sabun
Tidak hanya diberikan pemahaman secara teoritis, peserta juga mengikuti praktik langsung proses pembuatan sabun cuci piring cair berbahan dasar minyak jelantah.
Pelatihan dipandu Adi Berci Esti Rachmani Handrayani Liu, S.Si., M.Sc.
Melalui metode praktik, masyarakat dapat melihat secara langsung setiap tahapan pengolahan minyak jelantah hingga menjadi produk sabun yang dapat dimanfaatkan kembali.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat peserta lebih mudah memahami proses produksi sehingga keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara mandiri setelah kegiatan selesai.
Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun juga diperkenalkan sebagai salah satu bentuk penerapan prinsip pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih produktif.
Limbah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif usaha masyarakat.
Keterangan foto: Peserta mengikuti praktik pembuatan sabun dari minyak jelantah dengan pendampingan Tim PkM FKKH UNDANA.
Literasi Digital untuk Memperluas Pasar
Selain keterampilan membuat produk, peserta memperoleh materi mengenai digital marketing yang disampaikan apt. Jasvidianto Chriza Kotta, S.Farm., M.Farm.
Materi digital marketing diberikan untuk membekali masyarakat dengan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi dan berbagai kanal digital dalam mempromosikan produk.
Literasi digital dinilai penting agar masyarakat tidak hanya mampu menghasilkan suatu produk, tetapi juga memahami bagaimana memperkenalkan dan memasarkannya kepada konsumen.
Pemanfaatan media sosial dan teknologi digital diharapkan dapat membantu masyarakat memperluas jangkauan pemasaran produk yang dihasilkan.
Dengan strategi pemasaran yang tepat, produk berbasis potensi lokal maupun hasil inovasi masyarakat tidak hanya berpeluang dipasarkan di lingkungan Desa Tablolong, tetapi juga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
Kombinasi antara keterampilan produksi dan pengetahuan mengenai pemasaran digital tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas masyarakat agar dapat mengembangkan peluang usaha secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
Keterangan foto: Peserta pelatihan dan Tim PkM FKKH UNDANA bersama sabun berbahan minyak jelantah yang berhasil dibuat dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Tablolong.
Limbah Rumah Tangga Bisa Memiliki Nilai Ekonomi
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi Farmasi FKKH UNDANA mendorong masyarakat Desa Tablolong untuk melihat limbah rumah tangga dari perspektif yang lebih produktif.

Minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi terbuang dan mencemari lingkungan dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus peluang nilai ekonomi.
Pelatihan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat.
Keterlibatan dosen dan mahasiswa juga memberikan ruang bagi sivitas akademika untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat serta memahami berbagai potensi dan kebutuhan yang terdapat di tingkat desa.
Kegiatan PkM ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan semata, tetapi dapat menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan antara Universitas Nusa Cendana dan masyarakat Desa Tablolong.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lingkungan, pengembangan keterampilan, serta munculnya berbagai peluang usaha baru yang berbasis pada potensi masyarakat setempat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda