Gunungkidul, JurnalPost.com – Mahasiswa KKN Reguler Periode 159 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit IV.B.2 berkolaborasi dengan Litbang SINERGI dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat Dusun Kedungpoh Lor, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Dusun Kedungpoh Lor pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Sejumlah warga setempat mengikuti kegiatan ini, termasuk anggota Karang Taruna yang turut terlibat dalam rangkaian edukasi dan diskusi.
Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa, lembaga penelitian, dan institusi pendidikan dalam memberikan edukasi kesehatan yang aplikatif serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Edukasi Pencegahan Leptospirosis
Salah satu materi utama yang diberikan kepada masyarakat adalah mengenai penyakit Leptospirosis.
Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengertian Leptospirosis, faktor risiko, tanda dan gejala, cara penularan, hingga berbagai langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi ini menjadi penting karena pencegahan penyakit tidak hanya bergantung pada pemahaman individu, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah. Warga juga dilibatkan dalam diskusi dan penyusunan intervensi secara bersama-sama.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diajak mengidentifikasi kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi faktor risiko sekaligus menentukan langkah pencegahan yang dinilai sesuai dengan situasi di Dusun Kedungpoh Lor.
Keterlibatan masyarakat dalam penyusunan intervensi diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap program kesehatan yang dijalankan.
Dengan demikian, upaya pencegahan tidak berhenti pada kegiatan edukasi semata, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Kenalkan Risiko Sindrom Metabolik dan Penyakit Kardiovaskular
Selain Leptospirosis, peserta juga memperoleh edukasi mengenai Sindrom Metabolik dan penyakit Kardiovaskular.
Materi yang disampaikan mencakup tanda dan gejala, faktor risiko, serta pentingnya deteksi dini terhadap kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit Kardiovaskular.
Peserta juga diajak memahami hubungan antara sindrom metabolik dengan berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.

Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengenali faktor risiko sejak dini.
Melalui pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat mulai menerapkan pola hidup yang mendukung kesehatan, seperti menjaga pola makan, aktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala apabila diperlukan.
Peserta Belajar Resusitasi Jantung Paru
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai Resusitasi Jantung Paru atau RJP.
Materi tersebut diberikan sebagai bagian dari pengenalan kegawatdaruratan jantung kepada masyarakat.
Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya tindakan awal ketika menemukan seseorang yang mengalami henti jantung sebelum bantuan medis profesional tiba.
RJP merupakan salah satu bentuk pertolongan awal yang dapat membantu mempertahankan sirkulasi darah dan oksigen pada kondisi darurat.
Agar peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tim juga mengadakan simulasi RJP.
Melalui simulasi tersebut, peserta memperoleh gambaran secara langsung mengenai tahapan dasar pemberian pertolongan serta pentingnya respons yang cepat dan tepat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Simulasi diharapkan dapat meningkatkan keberanian dan kesiapan masyarakat apabila menghadapi situasi serupa di lingkungan sekitar.
Dorong Keterlibatan Aktif Masyarakat
Rangkaian edukasi kesehatan tidak hanya dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan dan keluarga.
Diskusi, penyusunan intervensi, serta simulasi menjadi bagian penting dari pendekatan kegiatan agar peserta dapat lebih mudah memahami materi dan menghubungkannya dengan kondisi kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan anggota Karang Taruna juga menjadi nilai tambah dalam kegiatan tersebut. Generasi muda diharapkan dapat ikut mengambil peran dalam menyebarluaskan informasi kesehatan serta mendukung berbagai kegiatan pencegahan penyakit di lingkungan dusun.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UAD bersama Litbang SINERGI dan UGM berharap masyarakat Kedungpoh Lor semakin memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai risiko kesehatan.
Kolaborasi lintas institusi ini juga menunjukkan pentingnya kerja sama dalam menghadirkan program edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berpartisipasi langsung.
Dengan meningkatnya pemahaman mengenai pencegahan Leptospirosis, faktor risiko penyakit Kardiovaskular, serta keterampilan dasar RJP, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi yang dekat dengan kebutuhan warga.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda