Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Mahasiswa KKN UNY Kembangkan Sirup Jeruk Nipis Serai dari Potensi Lokal Desa Paseban

Mahasiswa KKN UNY Kembangkan Sirup Jeruk Nipis Serai dari Potensi Lokal Desa Paseban

Foto profil Gilang Pamungkas
Editor: Gilang Pamungkas
25 September 2026, 22.08 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
mahasiswa KKN
Foto bersama masyarakat Desa Paseban dan hasil produk sirup jeruk nipis serai yang telah dibuat oleh mahasiswa KKN UNY.

KLATEN, JurnalPost.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, mengembangkan produk sirup jeruk nipis serai sebagai bentuk pemanfaatan potensi lokal desa.

Program bertajuk “Inovasi Produk Sirup Jeruk Nipis Serai Berbasis Potensi Desa Paseban” tersebut memanfaatkan jeruk nipis yang selama ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat dan juga tersedia di kebun milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Paseban.

IKLAN

Pengembangan produk dilakukan sebagai alternatif pemanfaatan jeruk nipis, terutama ketika hasil panen meningkat. Melalui pengolahan menjadi sirup, jeruk nipis tidak hanya dimanfaatkan dalam kondisi segar, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

KKN UNY Kadus
Baca Juga

KKN UNY Kembangkan Booklet Potensi Wisata Desa Paseban, Dorong Promosi dan Ekonomi Lokal

Dalam jangka panjang, sirup jeruk nipis serai tersebut juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk lokal yang dipasarkan di sekitar kawasan Makam Pandanaran. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang berpotensi memperkenalkan produk olahan Desa Paseban kepada masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.

Program ini dilaksanakan kelompok KKN UNY yang dipimpin Aquilla Aleeazahra bersama sembilan anggota, yakni Novita Indah Sari, Anggie Riesmawati Ramelan, Ikrimah Andini Atmaranti, Audy Kirana, Ryan Hanafi Nurwahid, Muhammad Faiz Al Kamal, Rheza Renardi Pratama, Syechan Fawwas Abiyyu, dan Aril Muhammad Fasha.

Kegiatan dilaksanakan di Joglo Pandanaran 9 pada Senin (21/9/2026) dengan melibatkan masyarakat Desa Paseban. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mendemonstrasikan proses pembuatan sirup sekaligus menjelaskan tahapan pengolahannya kepada peserta.

Melalui demonstrasi langsung, masyarakat diperkenalkan dengan cara mengolah jeruk nipis yang tersedia di lingkungan desa menjadi minuman dengan bentuk dan penyajian yang berbeda.

Foto bersma
Baca Juga

Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

Sirup
Proses pembuatan sirup jeruk nipis serai bersama masyarakat Desa Paseban serta hasil produk yang telah selesai dibuat.

Jeruk nipis dipilih sebagai bahan utama karena ketersediaannya berkaitan langsung dengan kegiatan budidaya masyarakat serta kebun BUMDes Paseban. Pengolahan hasil budidaya menjadi produk minuman diharapkan dapat memberikan alternatif pemanfaatan ketika hasil panen tersedia dalam jumlah banyak.

Pemilihan Bahan hingga Proses Pengolahan

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga menjelaskan karakteristik jeruk nipis yang dinilai baik untuk digunakan sebagai bahan baku. Jeruk nipis yang digunakan sebaiknya memiliki kulit tipis dan licin, berwarna segar atau hijau kekuningan, mengandung cukup banyak air, memiliki aroma kuat, serta tidak mengalami kerusakan maupun berjamur.

Pemilihan bahan baku menjadi bagian penting karena kondisi jeruk dapat memengaruhi rasa, aroma, dan karakteristik produk yang dihasilkan.

Sirup dibuat menggunakan jeruk nipis, gula pasir, serai, air matang, serta carboxymethyl cellulose (CMC) sebagai bahan pengental.

Suasana kegiatan di Pasar Turi
Baca Juga

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Untuk menghasilkan sekitar 200 ml sirup, formulasi yang diperkenalkan terdiri atas lima buah jeruk nipis, 150 gram gula pasir, satu batang serai, 150 ml air matang, serta sekitar 1–1,5 sendok teh CMC.

Penambahan serai digunakan untuk memberikan aroma dan karakter rasa tambahan sehingga menghasilkan variasi olahan berbeda dibandingkan pemanfaatan jeruk nipis secara langsung.

Proses pengolahan diperkenalkan menggunakan peralatan yang relatif sederhana, seperti panci, kompor, alat pemeras jeruk, pisau dan talenan, sendok teh, timbangan digital, sarung tangan, hingga botol berukuran 200 ml.

Penggunaan peralatan yang mudah ditemukan tersebut memberikan gambaran bahwa proses pembuatan sirup dapat dicoba kembali oleh masyarakat dengan sarana yang relatif sederhana.

Mahasiswa KKN juga memperkenalkan karakter produk yang dikembangkan sebagai minuman berbahan dasar jeruk nipis dan serai. Dalam materi kegiatan, kedua bahan tersebut turut diperkenalkan berkaitan dengan kandungan antioksidan serta pemanfaatannya sebagai bahan minuman.

IKLAN

Perhitungan Biaya Produksi

Selain aspek pengolahan, kegiatan juga membahas perhitungan sederhana mengenai biaya produksi dan potensi penjualan.

Berdasarkan perhitungan kelompok KKN, kebutuhan bahan baku untuk menghasilkan 30 botol sirup berukuran 200 ml mencapai Rp366.600. Sementara biaya operasional diperkirakan sebesar Rp59.000.

Dengan demikian, total biaya produksi yang tercantum dalam materi kegiatan mencapai sekitar Rp425.600.

Perhitungan tersebut digunakan untuk memberikan gambaran mengenai sejumlah komponen biaya yang perlu diperhatikan apabila produk nantinya dikembangkan untuk tujuan usaha.

Dalam simulasi kelompok KKN, produk diproyeksikan dijual dengan harga Rp20.000 per botol dengan target margin sekitar 40 persen. Dari perhitungan tersebut, laba diperkirakan berada di kisaran Rp5.500 per botol.

Simulasi itu menjadi gambaran awal bagi masyarakat untuk memperhitungkan kebutuhan bahan baku, biaya produksi, kemasan, hingga penetapan harga jual apabila sirup jeruk nipis serai dikembangkan secara komersial.

Produk berukuran 200 ml juga dinilai cukup praktis untuk dikembangkan sebagai salah satu pilihan produk lokal di kawasan perdagangan sekitar Makam Pandanaran.

Apabila dapat diproduksi secara berkelanjutan, sirup jeruk nipis serai berpotensi dikembangkan sebagai salah satu alternatif oleh-oleh sekaligus produk yang memperkenalkan potensi lokal Desa Paseban kepada pengunjung.

Masih Membutuhkan Pengembangan Lanjutan

Meski demikian, pengembangan sirup jeruk nipis serai menjadi produk komersial masih membutuhkan sejumlah tahapan lanjutan.

Konsistensi rasa dan kualitas produk, informasi dan desain kemasan, pengelolaan proses produksi, penentuan harga, strategi pemasaran, hingga pemenuhan ketentuan keamanan pangan perlu diperhatikan apabila produk tersebut akan diproduksi dan dipasarkan secara berkelanjutan.

Tahapan tersebut menjadi penting apabila masyarakat maupun kelompok usaha di Desa Paseban berencana melanjutkan pengembangan produk setelah program KKN selesai.

Kegiatan di Joglo Pandanaran 9 sekaligus menjadi ruang berbagi pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat terkait pemanfaatan hasil budidaya lokal.

Melalui praktik langsung, masyarakat memperoleh gambaran mengenai peluang mengolah bahan yang tersedia di lingkungan desa menjadi produk dengan bentuk pemanfaatan baru.

Program “Inovasi Produk Sirup Jeruk Nipis Serai Berbasis Potensi Desa Paseban” diharapkan dapat menjadi salah satu contoh diversifikasi produk berbasis sumber daya lokal.

Pemanfaatan jeruk nipis hasil budidaya masyarakat dan kebun BUMDes tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dalam bentuk segar, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan dengan nilai guna yang lebih luas.

Inovasi tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk lain sesuai dengan potensi yang tersedia di Desa Paseban. Dengan pengolahan yang tepat dan pengembangan usaha secara bertahap, potensi lokal desa dapat diarahkan menjadi produk yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat identitas Desa Paseban.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/mahasiswa-kkn-uny-kembangkan-sirup-jeruk-nipis-serai-dari-potensi-lokal-desa-paseban/97864/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.58 WITA

  • #Desa Paseban
  • #KKN UNY
  • #Potensi Lokal
  • #UMKM
  • #inovasi produk
  • #jeruk nipis
  • #klaten
  • #serai

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat
  2. 2

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  3. 3

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  4. 4

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

  5. 5

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.