Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  2. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  3. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  4. Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  5. Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Ketika Guru Mengajar, Apakah Siswa Benar-Benar Belajar?

Ketika Guru Mengajar, Apakah Siswa Benar-Benar Belajar?

Foto profil Rafi Adinata
Editor: Rafi Adinata
22 September 2026, 00.05 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
8 menit baca
Resensi Buku Teori Belajar

Resensi Buku Teori Belajar dan Pembelajaran Karya Teguh Triwiyanto

Oleh: Wulan Roudhotul Nasikhah

IKLAN

JurnalPost.com - Seorang guru dapat masuk kelas tepat waktu, menjelaskan materi sesuai rencana, memberikan tugas, lalu menutup pembelajaran setelah seluruh materi selesai disampaikan. Jika dilihat sekilas, proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana mestinya. Namun, ada satu pertanyaan yang perlu diajukan: ketika guru sudah mengajar, apakah siswa benar-benar belajar?

Kurikulum Tidak Cukup Berganti
Baca Juga

Ganti Kurikulum Saja Tak Cukup, Teknologi Pendidikan Harus Mengubah Cara Belajar

Pertanyaan tersebut tampak sederhana. Akan tetapi, praktik pendidikan sering kali membuat mengajar dan belajar seolah-olah menjadi dua hal yang sama. Ketika guru sudah menjelaskan materi, siswa dianggap telah belajar. Ketika materi dalam buku sudah selesai disampaikan, pembelajaran dianggap berhasil. Padahal, menyampaikan materi tidak selalu menghasilkan pemahaman.

Persoalan inilah yang membuat buku Teori Belajar dan Pembelajaran karya Teguh Triwiyanto menarik untuk dibaca. Buku ini membawa pembaca kembali pada persoalan mendasar dalam pendidikan: apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan bagaimana pembelajaran seharusnya dilakukan?

Buku ini terdiri atas sembilan bab. Pembahasannya dimulai dari hakikat belajar dan pembelajaran, teori belajar dan pembelajaran, model pembelajaran, strategi, pendekatan, dan teknik pembelajaran, motivasi belajar, rencana pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, kemudian ditutup dengan pembahasan mengenai guru profesional.

Ketika Teori Membantu Memahami Cara Siswa Belajar

Pada bagian awal, pembaca diajak memahami terlebih dahulu hakikat belajar dan pembelajaran. Bagian ini menjadi dasar yang penting karena cara seorang guru memahami belajar akan menentukan bagaimana ia memperlakukan siswa dalam proses pembelajaran.

BUKU FILSAFAT PENDIDIKAN
Baca Juga

Di Tengah Modernisasi dan AI, Ke Mana Arah Pendidikan Kita Sebenarnya?

Jika belajar hanya dipahami sebagai menerima informasi, pembelajaran akan mudah berubah menjadi aktivitas satu arah. Guru berbicara, siswa mendengarkan. Guru menjelaskan, siswa mencatat. Keberhasilan kemudian dilihat dari seberapa banyak materi yang dapat disampaikan dalam satu pertemuan.

Padahal, belajar merupakan proses yang jauh lebih kompleks. Karena itu, buku ini memperkenalkan beragam teori yang mencoba menjelaskan bagaimana manusia belajar. Mulai dari behavioristik, kognitif, Gestalt, humanistik, konstruktivistik, teori belajar Gagne, teori kognitif sosial, Taksonomi Bloom, connectivism learning, hingga distance learning.

Beragamnya teori tersebut memperlihatkan bahwa proses belajar dapat dilihat melalui sudut pandang yang berbeda. Ada teori yang memberi perhatian pada perubahan perilaku, ada yang menekankan proses berpikir, ada pula yang memandang pengalaman dan keterlibatan aktif seseorang sebagai bagian penting dari belajar.

Bagi mahasiswa pendidikan atau calon guru, pembahasan seperti ini mungkin terasa familier. Nama Piaget, Maslow, Vygotsky, Bandura, Bloom, dan Gagne kerap ditemukan dalam perkuliahan. Namun, persoalannya bukan sekadar seberapa banyak nama dan teori yang mampu diingat. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana teori tersebut membantu guru memahami apa yang terjadi di dalam kelas.

Dokumentasi Pembelajaran Kelas VII A
Baca Juga

Mahasiswa UNY Terapkan Matching Board untuk Belajar Puisi Rakyat di SMPN 2 Banguntapan

Misalnya, ketika siswa hanya diminta mendengarkan penjelasan dan mengerjakan soal berulang-ulang, pendekatan pembelajaran yang digunakan tentu berbeda dengan ketika siswa diminta memecahkan suatu persoalan, berdiskusi, menemukan informasi, dan membangun kesimpulannya sendiri.

Maka, membaca berbagai teori dalam buku ini justru memunculkan pertanyaan reflektif:

Teori belajar apa yang selama ini paling sering kita praktikkan di kelas?

Beragam Pendekatan dalam Merancang Pembelajaran

Pembahasan dalam buku ini tidak berhenti pada teori, tetapi berlanjut pada berbagai model dan pendekatan pembelajaran. Pembaca diperkenalkan pada Kolb, VARK, Gregorc, Felder-Silverman, Dunn dan Dunn, Dominasi Otak Herrmann, 4MAT, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, hingga pembelajaran penemuan.

Kehadiran beragam model tersebut menunjukkan luasnya perspektif yang berkembang dalam pembahasan mengenai pembelajaran. Masing-masing menawarkan cara pandang yang berbeda dalam memahami bagaimana proses belajar dapat dirancang dan dilaksanakan.

Dalam praktiknya, guru berhadapan dengan siswa yang memiliki pengalaman, kemampuan, minat, kesiapan, dan kebutuhan yang beragam. Karakteristik materi dan tujuan pembelajaran pun tidak selalu sama. Karena itu, berbagai teori dan model yang diperkenalkan dalam buku ini lebih tepat dipahami sebagai referensi yang dapat dipertimbangkan secara kritis sesuai dengan tujuan, materi, kondisi siswa, dan konteks pembelajaran.

Buku ini kemudian membawa pembaca semakin dekat dengan praktik melalui pembahasan mengenai strategi, pendekatan dan teknik pembelajaran, motivasi, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Susunan tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik karena pembaca tidak langsung diarahkan pada cara mengajar, tetapi terlebih dahulu diajak memahami konsep belajar dan berbagai teori yang menjelaskannya sebelum memasuki pembahasan mengenai bagaimana pembelajaran dirancang dan dilaksanakan.

Alur tersebut memperlihatkan pembelajaran sebagai rangkaian proses yang saling berkaitan. Apa yang dilakukan guru di kelas bukanlah aktivitas yang berdiri sendiri. Tujuan pembelajaran, landasan teori, pemilihan model dan strategi, motivasi, pelaksanaan, hingga evaluasi perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari satu kesatuan proses pembelajaran.

Guru dan Pembelajaran yang Tak Pernah Usai

Menariknya, perjalanan buku ini berakhir pada pembahasan mengenai guru profesional. Bab terakhir membicarakan profesi kependidikan, tugas dan fungsi guru, pendidikan guru, kompetensi guru, faktor yang memengaruhi profesionalisme, hingga upaya menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan bermakna.

IKLAN

Penempatan pembahasan mengenai profesionalisme guru pada bagian akhir terasa memiliki makna tersendiri. Setelah berbagai teori, model, strategi, dan evaluasi dibicarakan, semuanya akhirnya kembali kepada orang yang menerapkannya.

Menjadi guru profesional, dalam konteks tersebut, tidak cukup dengan menguasai materi pelajaran. Guru perlu memahami siapa yang sedang belajar, bagaimana mereka belajar, apa yang memengaruhi motivasi mereka, pendekatan apa yang dapat digunakan, serta bagaimana mengetahui bahwa pembelajaran benar-benar menghasilkan perubahan.

Dengan kata lain, guru yang mengajar pada saat yang sama juga dituntut untuk terus belajar.

Peta Awal untuk Memahami Dunia Pembelajaran

Salah satu kekuatan Teori Belajar dan Pembelajaran terletak pada luasnya materi yang dihimpun dalam satu buku. Pembahasannya bergerak dari konsep dasar belajar, berbagai teori dan model pembelajaran, strategi dan evaluasi, hingga profesionalisme guru. Kehadiran tabel, bagan, rangkuman, dan evaluasi pada sejumlah bagian juga membantu pembaca memetakan materi yang cukup luas tersebut.

Karakter tersebut menjadikan buku ini relevan sebagai bacaan pengantar, terutama bagi mahasiswa pendidikan, calon guru, maupun pembaca yang ingin memperoleh gambaran umum mengenai teori belajar dan pembelajaran. Dalam kata pengantarnya, buku ini memang tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa, tetapi juga kepada guru, kepala sekolah, pengawas, peneliti, dan pemerhati pendidikan.

Namun, cakupan materi yang luas membawa konsekuensi tersendiri. Banyaknya teori dan model yang diperkenalkan membuat beberapa pembahasan lebih berfungsi sebagai pintu masuk daripada kajian yang mendalam. Pembaca memperoleh peta mengenai berbagai konsep penting dalam pembelajaran, tetapi untuk mendalami suatu teori beserta perkembangan dan perdebatan yang menyertainya, diperlukan bacaan lain yang lebih khusus.

Hal tersebut dapat dipahami karena buku ini merupakan bagian dari Seri Kuliah Ringkas. Dalam konteks itu, kekuatan buku justru terletak pada kemampuannya memberikan gambaran awal mengenai banyak konsep dalam satu bacaan. Pembaca dapat mengenali terlebih dahulu wilayah yang ingin dipelajari sebelum melanjutkan pada literatur yang lebih mendalam.

Perkembangan teknologi membuat sejumlah pembahasan dalam buku ini juga menarik untuk dibaca kembali dalam konteks pendidikan saat ini. Kehadiran kecerdasan artifisial dan berbagai platform digital, misalnya, telah memperluas cara seseorang mencari, memperoleh, dan menggunakan informasi.

Kondisi tersebut membuat proses belajar tidak lagi terbatas pada interaksi di dalam ruang kelas. Pada saat yang sama, guru menghadapi tantangan untuk membantu siswa tidak sekadar memperoleh informasi, tetapi juga memahami, menilai, dan menggunakannya secara tepat.

Pembahasan mengenai connectivism learning dan distance learning dalam buku ini menjadi salah satu pintu masuk untuk melihat perubahan tersebut. Keduanya mengingatkan bahwa pembicaraan mengenai belajar akan terus berkembang mengikuti perubahan lingkungan, teknologi, dan kebutuhan pendidikan.

Karena itu, sebuah buku pengantar tidak harus memberikan jawaban atas seluruh persoalan pembelajaran. Buku ini dapat ditempatkan sebagai peta awal yang membantu pembaca mengenali berbagai konsep sebelum menentukan bagian mana yang ingin ditelusuri lebih jauh.

Muara dari Sebuah Pembelajaran

Pada akhirnya, Teori Belajar dan Pembelajaran membawa pembaca kembali kepada pertanyaan yang muncul di awal: ketika guru sudah mengajar, apakah siswa otomatis belajar?

Jawabannya tidak sesederhana melihat apakah materi telah selesai disampaikan.

Di balik kegiatan belajar terdapat manusia dengan pengalaman, kemampuan, motivasi, lingkungan, dan cara memahami sesuatu yang berbeda. Karena itulah mengajar bukan hanya persoalan berbicara di depan kelas. Ia menuntut kemampuan memahami bagaimana seseorang belajar dan menciptakan kondisi agar proses itu benar-benar terjadi.

Mungkin ukuran keberhasilan seorang guru memang tidak seharusnya berhenti pada kalimat:

“Hari ini saya sudah mengajar.”

Ada pertanyaan lain yang jauh lebih penting:

“Hari ini, apakah siswa saya benar-benar belajar?”

Identitas Buku

Judul: Teori Belajar dan Pembelajaran
Penulis: Teguh Triwiyanto
Penerbit: Penerbit Erlangga
Tahun Terbit: 2023
Jumlah Halaman: 162 halaman
ISBN: 978-623-180-070-1

Identitas Penulis

Wulan Roudhotul Nasikhah adalah mahasiswa Program Doktor (S3) Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Memiliki ketertarikan pada dunia pendidikan dan berbagai persoalan yang tumbuh di dalamnya.

Di sela aktivitas akademiknya, ia menjadikan membaca dan menulis sebagai ruang untuk belajar, merefleksikan pengalaman, dan berbagi gagasan tentang pendidikan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/ketika-guru-mengajar-apakah-siswa-benar-benar-belajar/97777/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.55 WITA

  • #Guru Profesional
  • #Model Pembelajaran
  • #Pembelajaran
  • #Resensi Buku
  • #Teguh Triwiyanto
  • #Teori Belajar
  • #pendidikan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Pilihan Editor

  1. 1 Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur
  2. 2

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  3. 3

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  4. 4

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

  5. 5

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.